Friday, April 24, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 11}

    Akupun segera menghampiri Lee Hyuk Chan dan menyuruhnya ke ruangan Manager. Lee Hyuk Chan pun langsung pergi ke ruangan manager. Manager menjelaskan semuanya mengapa aku tidak bisa datang besok malam.
    Singkat cerita saat semua karyawan pulang, aku dan Lee Hyuk Chan berjalan menuju rumah kami masing-masing. Kami sengaja tidak menggunakan kendaraan karna aku ingin bercerita, jika saja aku dan Lee Hyuk Chan menggunakan kendaraan mungkin ceritaku akan terputus begitu saja, karna akan lebih cepat sampai rumah. Tapi jika kami berjalan sepanjang apapun ceritanya itu tidak akan terputus karna perjalanan akan lama.
Lee Hyuk Chan : "Ceritakan masalahmu sekarang."
Yeosin : "Aku bingung harus memulai dari mana, ada dua masalah yang akan aku ceritakan."
Lee Hyuk Chan : "Mulailah dari awal."
Yeosin : "Arraso. Tadi saat aku selesai beristirahat dan menuju kelas, aku melihat 3 wanita populer itu membagikan undangan ulang tahun pada para murid di sekolahku. Saat 3 wanita itu ingin memberikan undangan itu pada Jungkook, Jungkook berkata dia tidak akan datang jika mereka tidak mengundangku. Dia juga bilang bahwa dimanapun Ia berada aku harus ada disampingnya. Sebenarnya itu bukan masalah untukku, yang menjadi masalah adalah 3 wanita yang akan tiba-tiba melabrakku karna Jungkook yang terlihat perduli padaku."
Lee Hyuk Chan : "Apa 3 wanita itu menyukai Jungkook ?"
Yeosin : "Kurasa seperti itu. Jungkook lelaki yang tampan juga terlihat imut. Banyak wanita yang menyukainya termasuk 3 wanita itu."
Lee Hyuk Chan : "Aku yakin Jungkook akan selalu ada ketika kau kesusahan jadi tidak perlu khawatir."
Yeosin : "Bagaimana bisa kau berfikir seperti itu ?"
Lee Hyuk Chan : "Sebenernya aku tidak begitu yakin, tapi kurasa itu pasti."
Yeosin : "Kurasa tidak begitu."
Lee Hyuk Chan : "hmm..Lalu apa masalah keudamu ?"
Yeosin : "Tentang Jungkook."
Lee Hyuk Chan : "Mwo ? Jungkook ? Ada apa dengannya ?"
Yeosin : "Hari ini dia benar-benar menyebalkan, dia terus menerus mengganggu ku bahkan saat pelajaran. Tapi saat pulang tadi dia tidak lagi menggangguku. Biasanya dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Bahkan kemarin saat kau tidak masuk dia ikut denganku dan menungguku hingga aku selesai bekerja."
Lee Hyuk Chan : "Apa kau merasa kehilangannya atau merindukannya ?"
Yeosin : "Bukan begitu, hanya saja itu aneh. Dia berubah secara tiba-tiba, seperti ada sesuatu. Tadi saat Jiyul dan teman-teman lelakinya yang juga teman dari Jungkook memberiku tumpangan dan mengantarku ke cafe aku tidak melihat Jungkook ada di mobil itu. Biasanya mereka selalu saja bersama kemanapun mereka pergi."
Lee Hyuk Chan : "Mengapa kau tidak bertanya pada Jiyul atau yang lainnya ketika mereka mengantarkanmu tadi ?"
Yeosin : "Bahkan aku baru sadar ketika aku bekerja tadi, itu alasan mengapa aku berbicara sendiri tadi."
Lee Hyuk Chan : "Wah, sepertinya kau mulai merindukannya benarkan ?"
Yeosin : "Tidak, kau ini ada-ada saja. Bagaimana mungkin aku bisa merindukannya."
Lee Hyuk Chan : "Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kau tau itu ?!"
Yeosin : "Sudahlah lupakan itu."
    Keesokkan harinya, aku cepat-cepat menuju kelas. Aku benar-benar penasaran ada apa dengan Jungkook. Saat sampai di kelas aku melihat Jungkook yang sedang duduk sendiri. Aku langsung menghampirinya.
Yeosin : "Jungkook-ah, Kau tidak apa-apa ?"
Jungkook : "Ah, kau sudah datang. Nde aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu ?"
Yeosin : "Hei kau tidak seharusnya menanyakan kabarku. Kau sudah tau bahwa aku selalu baik-baik saja."
Jungkook : "Lalu mengapa kau tiba-tiba menanyakan keadaanku ?"
Yeosin : "Aku hanya..."
Jungkook : "Kau khawatir padaku ?"
Yeosin : "Mwo ? kenapa aku harus khawatir padamu ?"
Jungkook : "Aneh saja, wanita cuek sepertimu tiba-tiba menanyakan keadaan seseorang."
Yeosin : "Aku hanya bertanya. Baguslah jika kau baik-baik saja."
    Bel masuk pun berbunyi dan pelajar segera dimulai. Sepanjang pelajaran Jungkook hanya terfokus pada guru yang sedang menerangkan materi pelajaran hari itu. aku yang ada di sampingnya memperhatikannya sesekali. "Dia benar-benar aneh, ada apa sebenarnya, apa dia punya masalah ?" Ucapku dalam hati.

No comments:

Post a Comment