Thursday, April 30, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 14}

    Keesokkan harinya, Aku bertemu dengan Lee Hyuk Chan di taman dekat rumahku. Aku melihat Lee Hyuk Chan yang sedang menungguku di bangku taman.
Yeosin : "Eonni." (Melambaikan tangan, dan menghampiri Lee Hyuk Chan)
Lee Hyuk Chan : "Lama sekali kau datang." (Beranjak dari tempat duduknya)
Yeosin : "Hehe, Mian eonni. Aku harus menunggu ayahku dulu untuk meminta izin."
Lee Hyuk Chan : "Memangnya ayahmu kemana ?"
Yeosin : "Ayah berolahraga tadi pagi, dan baru pulang beberapa menit yang lalu. Jadi, aku menunggunya untuk meminta izin keluar."
Lee Hyuk Chan : "Baiklah. Sekarang kita akan mulai dari mana ?"
Yeosin : "Entahlah eonni. Dari semalam aku berfikir apa yang akan aku lakukan hari ini untuk mencari tahu tentang Jungkook. Aku tidak tahu kemana biasanya ia setiap hari libur, bahkan aku tidak mengetahui rumahnya."
Lee Hyuk Chan : "Kau ini bagaimana. Lalu bagaimana sekarang ? tidak ada yang bisa kita lakukan."
Yeosin : "Tunggu sebentar, aku akan menelfon Jiyul dan meminta nomor Jungkook."

Percakapan di telfon
Jiyul : "Yoboseyo."
Yeosin : "Yoboseyo."
Jiyul : "Yeosin-ah, waeyo ?"
Yeosin : "Aku membutuhkan nomor ponsel Jungkook, Apa kau mempunyai nomor ponsel Jungkook ?"
Jiyul : "Kurasa aku punya, tunggu sebentar aku akan mengeceknya terlebih dulu."
Yeosin : "Nde."
Jiyul : "Yeosin-ah, ternyata nomor itu tidak ada. Aku lupa nomornya ada di kartuku yang lama saat aku di Amerika."
Yeosin : "Arraseo eonni, Gwenchaneunde. Kalau begitu maaf sudah mengganggumu. Aku tutup telfonnya nde."
Jiyul : "Nde."

Setelah menutup telfon
Yeosin : "Dia tidak mempunyai nomor ponselnya."
Lee Hyuk Chan : "Bagaimana dengan teman-temannya yang lain ?"
Yeosin : "Aku juga tidak mempunyai nomor ponsel mereka."
Lee Hyuk Chan : "Hei, kau ini bagaimana. Mereka teman-temanmu juga tapi kau tidak punya satupun nomor ponsel mereka."
Yeosin : "Untuk apa aku punya nomor ponsel mereka, lagi pula walau dia temanku tapi kami tidak begitu dekat."
Lee Hyuk Chan : "Hei, setidaknya dalam keadaan seperti ini jika saja kau punya nomor ponsel mereka, kau bisa menanyakan tentang Jungkook pada mereka."
Yeosin : "Eonni-ah, mengapa kau jadi marah padaku ?"
Lee Hyuk Chan : "Tidak, aku tidak marah padamu. Lebih baik kita pergi ke suatu tempat untuk sarapan terlebih dulu. Aku lapar karna datang kesini terlalu pagi untuk bertemu dan menunggumu."
Yeosin : "Arraseo, kajja."

    Merekapun pergi ke suatu restoran untuk sarapan disana. Saat mereka sampai Yeosin langsung mencari tempat duduk dan Lee Hyuk Chan memesan makanan. Saat sedang menunggu Yeosin melihat-lihat restoran tersebut dari tempat duduknya. Saat sedang melihat-lihat Yeosin tiba-tiba melihat Jimin yang juga sedang sarapan di restauran tersebut. Jimin berada tepat di sisi kanan Yeosin dan hanya terhalang oleh satu meja yang juga sudah terisi oleh pelanggan.
    Yeosin pun berfikir mungkin saja dia bisa tau dimana Jungkook sekarang berada. Saat Lee Hyuk Chan membawa makanan dan ingin menuju tempat duduk mereka, Lee Hyuk Chan melihat Yeosin beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri seseorang. Sesampainya di tempat duduk Lee Hyuk Chan hanya menata makanan lalu memperhatikan Yeosin yang sedang berbicara pada seseorang.
Yeosin : "Jimin oppa annyeonghaseyo."
Jimin : "Oh Yeosin-ah. Nde annyeonghaseyo. Kau sedang makan disini juga ? dengan siapa ?"
Yeosin : "Nde, aku bersama dengan teman kerja disana." (Sambil menunjuk tempat duduk aku dan Lee Hyuk Chan)
Jimin : "Oh begitu. Mengapa kau justru menghampiriku ? Kasian temanmu sendiri disana."
Yeosin : "Oppa, aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
Jimin : "Nde ?"
Yeosin : "Apa kau tau dimana Jungkook sekarang ?"
Jimin : "Jungkook ? tidak, aku tidak tau. Memangnya ada apa kau menanyakannya ?"
Yeosin : "Apa kau tidak merasa kalau sikap Jungkook beberapa hari ini sedikit berbeda ?"
Jimin : "Benarkah ? aku merasa dia sama saja."
Yeosin : "Aniyo oppa, dia sedikit berubah beberapa hari ini. Apa dia pernah bercerita sesuatu padamu ?"
Jimin : "Jungkook orang yang sangat tertutup, dia jarang bercerita padaku atau yang lainnya."
Yeosin : "Kalau begitu apa kau tau dimana rumah Jungkook ?"
Jimin : "Nde, aku tau."
Yeosin : "Tuliskan alamatnya disini kumohon." (Mengeluarkan kertas dan pulpen dari tasnya."
Jimin : (Menulis) "Nde, ini dia. Tapi mengapa kau meminta alamatnya ? untuk apa ? apa ada sesuatu diantara kalian berdua ?"
Yeosin : "Aniyo oppa, Tidak ada apa-apa diantara kami. Terimakasih alamatnya, aku akan kembali pada temanku. Gamsahabnida, annyeong."

Wednesday, April 29, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 13}

    Sepanjang pesta Jungkook hanya diam dan diam, bahkan saat seseorang membuat lelucon yang sangat lucu dia hanya tersenyum kecil. Aku yang memperhatikannya benar-benar merasa bingung dan juga penasaran mengapa ia seperti itu. Aku ingin tau, tapi rasanya tidak mungkin ia akan memberitahu aku. Dia pasti akan berbohong ketika aku bertanya apa yang membuatnya seperti ini. Akhirnya Yeosin pun memutuskan untuk mencari tahu tentang Jungkook. Kemanapun Jungkook pergi Yeosin selalu mengikutinya.
    Keesokkan harinya, sepulang sekolah Jungkook kembali menjadi dirinya sendiri yang selalu menggangguku. Tapi, dia tidak lagi mengikutiku sejak pagi tadi. Biasanya kemanapun aku pergi pasti dia selalu ada di belakangku. Kini walaupun dia mencoba kembali menjadi dirinya sendiri tetap saja ada sesuatu yang kurang.
    Di mulai dari hari itu sepulang sekolah aku mengikutinya kemanapun ia pergi tanpa ia sadari kalau aku berada di belakangnya. Ia menuju ke suatu tempat, itu seperti sebuah apotik, hanya saja tempat itu lebih kecil. Ia masuk lalu keluar sambil memegang sesuatu di tangannya "Dia pasti membawa obat, Tapi untuk apa obat itu ?" Fikirku.
    Setelah itu ia mulai berjalan lagi. Beberapa jam kemudian ia berhenti di salah satu cafe, saat aku melihat nama cafe itu aku tersadar itu adalah tempatku bekerja. "Untuk apa dia datang kesana ? bagaimana jika dia tau aku tak ada disana saat ini ?" (Ucapku dengan nada yang kecil). Setelah ia keluar dari cafe itu akupun masuk untuk menanyakan pada Lee Hyuk Chan.
Yeosin : "Eonni, apa tadi Jungkook bertanya sesuatu padamu ?"
Lee Hyuk Chan : "Kau Yeosin, Jungkook ? maksudmu anak laki-laki yang baru saja keluar tadi ?"
Yeosin : "Iya dia, apa dia menanyakan ku ?"
Lee Hyuk Chan : "Ternyata dia yang bernama Jungkook. Dia memang menanyakanmu tadi."
Yeosin : "Lalu apa yang kau katakan padanya ?"
Lee Hyuk Chan : "Aku bilang kau tidak masuk hari ini, lalu dia mengucapkan terimakasih dan pergi."
Yeosin : "Hanya itu ?"
Lee Hyuk Chan : "iya, hanya itu. Lalu kenapa kau tidak masuk hari ini ? kau tidak sedang sakit kan ?"
Yeosin : "Aku sehat eonni, aku akan pergi dulu. Jika manager menanyakanku tolong bilang padanya, ada seseuatu yang harus aku kerjakan dan itu penting, karna itu aku tidak bisa masuk hari ini. Terimakasih sebelumnya eonni aku pergi dulu. Annyeong."
    Lee Hyuk Chan hanya menggelengkan kepalanya melihat Yeosin pergi. Lalu Yeosin kembali mengikuti Jungkook. Dia sempat kehilangan jejak karna berbicara terlalu lama pada Lee Hyuk Chan tadi. Tapi karna Yeosin tidak mudah menyerah, ia terus mencari Jungkook di setiap jalan.
    Setelah lama mencari ternyata dia benar-benar sudah tidak bisa menemukan Jungkook kembali. Akhirnya Yeosin memutuskan untuk menghentikannya hari ini dan melanjutkannya esok hari. Yeosin pun langsung kembali ke cafe untuk bekerja. Di samping itu Yeosin tidak menyadari bahwa sebenarnya sejak keluar dari cafe tadi Jungkook menyadari bahwa Yeosin mengikutinya, Jadi Jungkook pun memutuskan untuk berbalik mengikuti Yeosin. Karna itulah Yeosin tidak dapat menemukan Jungkook tadi.
    Setelah Yeosin sampai di tempat kerjanya Yeosin pun langsung ke ruang ganti untuk mengganti seragam sekolah menjadi seragam kerjanya, Lalu kembali ke kasir untuk mulai bekerja.
Lee Hyuk Chan : "Kau bilang ada sesuatu yang ingin kau kerjakan, mengapa sekarang kau justru kembali kesini ?"
Yeosin : "Aku kehilangan dia."
Lee Hyuk Chan : "Apa maksudmu ? Kau kehilangan siapa ?"
Yeosin : "Eonni, menurutmu bagaimana dengan sikap Jungkook yang tiba-tiba berubah itu ?"
Lee Hyuk Chan : "Dia, dari yang kau ceritakan dia mungkin mempunyai masalah. Tapi, saat tadi dia menanyakanmu dia terlihat baik-baik saja. Bahkan ia tersenyum lebar padaku."
Yeosin : "Di sekolah tadi dia pun mulai menggangguku lagi, tapi tetap saja seperti ada yang berbeda darinya. Ada sesuatu yang ia sembunyikan."
Lee Hyuk Chan : "Sesuatu yang ingin kau kerjakan itu maksudmu adalah misi agar kau tau apa yang sedang terjadi pada Jungkook kan ?"
Yeosin : "Nde, aku benar-benar penasaran apa yang terjadi padanya. Karna itu aku mengikutinya sejak pulang sekolah tadi."
Lee Hyuk Chan : "Jangan fikirkan itu dulu. Kembali lah bekerja, hari ini pelanggan datang begitu banyak. Besok kan libur, aku akan membantu mencari tau tentang Jungkook."
Yeosin : "Ah benarkah kau akan membantuku ?"
Lee Hyuk Chan : "Nde, aku akan kembali ke dapur."
Yeosin : "Nde eonni."

Saturday, April 25, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 12}

    Singkat cerita saat pulang sekolah, semua murid sudah keluar kelas, hanya tinggal aku dan Jungkook yang tersisa. Aku menghampiri Jungkook dan bertanya.
Yeosin : "Jungkook-ah apa kau sakit ? aku tidak melihatmu pergi ke kantin atau membawa bekal untuk makan sedari pagi tadi."
Jungkook : "Aku baik-baik saja, aku tidak merasa sakit."
Yeosin : "Benarkah ? Atau kau mempunyai masalah ? jika kau butuh tempat untuk bercerita, ceritalah padaku."
Jungkook : "Aku tidak mempunyai masalah apapun. Aku sangat baik hari ini."
Yeosin : "Sikapmu berbeda sejak pulang sekolah kemarin."
Jungkook : "Sebenarnya aku..."
    Belum selesai Jungkook berbicara Jiyul pun datang.
Jiyul : "Yeosin-ah, kajja. Kau sudah siap kan ?"
Yeosin : "Nde, Jangkamman-yo."
Jungkook : "Kau ingin kemana ?"
Yeosin : "Suatu tempat, lanjutkan nanti malam saat di ulang tahun Song Kyuri nde. sampai jumpa nanti."
    Yeosin pun langsung berlari ke arah Jiyul lalu pergi bersama Jiyul ke pusat perbelanjaan. Yeosin dan Jiyul berjalan-jalan mencari pakaian yang bagus. Setelah mencoba-coba dan menemukan pakaian yang cocok, merekapun langsung pergi menuju salon terbaik.
Yeosin : "Jiyul-ah, kurasa salon ini terlalu mahal."
Jiyul : "Tenang saja aku yang akan membayar semuanya. Yang penting kita akan menjadi cantik di acara malam nanti."
Yeosin : "Tapi itu hanya akan membuang-buang uangmu. Aku merasa tidak enak."
Jiyul : "Yeosin-ah, bisakah kita masuk dan mendapatkan pelayanan saja tanpa perlu memikirkan biaya ? kajja."
Yeosin : "hmm..arra"

    Malam pun tiba, Waktunya pesta dimulai. Aku dan Yeosin datang bersama. Setelah sampai ternyata disana sudah banyak orang, bahkan Jungkook dan yang lainnya sudah menunggu.
Jiyul : "Kalian sudah menunggu lama ?"
Seokjin : "Kau sudah datang ?"
Jiyul : "Bagaimana penampilanku ?"
Seokjin : "Kau sangat cantik malam ini."
Jimin : "Apa kau Yeosin ?"
Yeosin : "Nde ini aku Yeosin."
Jimin : "Wah kau sangat berbeda, lebih cantik."
Jiyul : "Maksudmu sebelum ini Yeosin tidak cantik begitu ? Berani kau bicara seperti itu padanya."
Jimin : "Bukan begitu, ia cantik. Tapi malam ini sangat-sangat cantik."
Yeosin : "Gwenchaneunde, Gamsahabnida."
Jimin : "Nde Cheonma."
    Saat kami sedang berbicara, Jungkook tiba-tiba pergi begitu saja tanpa memberitahu yang lain. Aku pun mengikutinya, aku benar-benar penasaran kemana dia akan pergi. Dia pun berhenti di suatu tempat di belakang rumah Song Kyuri. Aku pun langsung menghampirinya.
Yeosin : "Mengapa tiba-tiba pergi tanpa memberitahu yang lain ?"
Jungkook : "Kau, bagaimana bisa kau tau aku disini ?"
Yeosin : "Aku menjadi sepertimu, suka mengikuti orang lain."
Jungkook : "Kau mengikutiku ?"
Yeosin : "Nde. Bukankah sepulang sekolah tadi kau ingin ceritakan mengapa kau jadi seperti ini ? Lanjutkan cerita itu, aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi."
Jungkook : "Sebenarnya tidak ada yang terjadi. Aku hanya ingin merasakan menjadi dirimu yang selalu sendiri dan selalu pergi dari keramaian."
Yeosin : "Hei, kau tidak akan bisa menjadi diriku."
Jungkook : "Aku bisa. Buktinya sekarang keadaan kita berbalikkan ? kau menjadi diriku dan aku menjadi dirimu. Aku yang selalu pergi secara tiba-tiba dan kau yang mengikutiku."
Yeosin : "Aku tau kau berbohong."
Jungkook : "Aku tidak berbohong."
Yeosin : "Terserah kau saja." (Pergi meninggalkan Jungkook)
Jungkook : "Kau akan tau nanti. Kau akan tau dengan sendirinya." (Berbicara saat Yeosin telah pergi)

Friday, April 24, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 11}

    Akupun segera menghampiri Lee Hyuk Chan dan menyuruhnya ke ruangan Manager. Lee Hyuk Chan pun langsung pergi ke ruangan manager. Manager menjelaskan semuanya mengapa aku tidak bisa datang besok malam.
    Singkat cerita saat semua karyawan pulang, aku dan Lee Hyuk Chan berjalan menuju rumah kami masing-masing. Kami sengaja tidak menggunakan kendaraan karna aku ingin bercerita, jika saja aku dan Lee Hyuk Chan menggunakan kendaraan mungkin ceritaku akan terputus begitu saja, karna akan lebih cepat sampai rumah. Tapi jika kami berjalan sepanjang apapun ceritanya itu tidak akan terputus karna perjalanan akan lama.
Lee Hyuk Chan : "Ceritakan masalahmu sekarang."
Yeosin : "Aku bingung harus memulai dari mana, ada dua masalah yang akan aku ceritakan."
Lee Hyuk Chan : "Mulailah dari awal."
Yeosin : "Arraso. Tadi saat aku selesai beristirahat dan menuju kelas, aku melihat 3 wanita populer itu membagikan undangan ulang tahun pada para murid di sekolahku. Saat 3 wanita itu ingin memberikan undangan itu pada Jungkook, Jungkook berkata dia tidak akan datang jika mereka tidak mengundangku. Dia juga bilang bahwa dimanapun Ia berada aku harus ada disampingnya. Sebenarnya itu bukan masalah untukku, yang menjadi masalah adalah 3 wanita yang akan tiba-tiba melabrakku karna Jungkook yang terlihat perduli padaku."
Lee Hyuk Chan : "Apa 3 wanita itu menyukai Jungkook ?"
Yeosin : "Kurasa seperti itu. Jungkook lelaki yang tampan juga terlihat imut. Banyak wanita yang menyukainya termasuk 3 wanita itu."
Lee Hyuk Chan : "Aku yakin Jungkook akan selalu ada ketika kau kesusahan jadi tidak perlu khawatir."
Yeosin : "Bagaimana bisa kau berfikir seperti itu ?"
Lee Hyuk Chan : "Sebenernya aku tidak begitu yakin, tapi kurasa itu pasti."
Yeosin : "Kurasa tidak begitu."
Lee Hyuk Chan : "hmm..Lalu apa masalah keudamu ?"
Yeosin : "Tentang Jungkook."
Lee Hyuk Chan : "Mwo ? Jungkook ? Ada apa dengannya ?"
Yeosin : "Hari ini dia benar-benar menyebalkan, dia terus menerus mengganggu ku bahkan saat pelajaran. Tapi saat pulang tadi dia tidak lagi menggangguku. Biasanya dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Bahkan kemarin saat kau tidak masuk dia ikut denganku dan menungguku hingga aku selesai bekerja."
Lee Hyuk Chan : "Apa kau merasa kehilangannya atau merindukannya ?"
Yeosin : "Bukan begitu, hanya saja itu aneh. Dia berubah secara tiba-tiba, seperti ada sesuatu. Tadi saat Jiyul dan teman-teman lelakinya yang juga teman dari Jungkook memberiku tumpangan dan mengantarku ke cafe aku tidak melihat Jungkook ada di mobil itu. Biasanya mereka selalu saja bersama kemanapun mereka pergi."
Lee Hyuk Chan : "Mengapa kau tidak bertanya pada Jiyul atau yang lainnya ketika mereka mengantarkanmu tadi ?"
Yeosin : "Bahkan aku baru sadar ketika aku bekerja tadi, itu alasan mengapa aku berbicara sendiri tadi."
Lee Hyuk Chan : "Wah, sepertinya kau mulai merindukannya benarkan ?"
Yeosin : "Tidak, kau ini ada-ada saja. Bagaimana mungkin aku bisa merindukannya."
Lee Hyuk Chan : "Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kau tau itu ?!"
Yeosin : "Sudahlah lupakan itu."
    Keesokkan harinya, aku cepat-cepat menuju kelas. Aku benar-benar penasaran ada apa dengan Jungkook. Saat sampai di kelas aku melihat Jungkook yang sedang duduk sendiri. Aku langsung menghampirinya.
Yeosin : "Jungkook-ah, Kau tidak apa-apa ?"
Jungkook : "Ah, kau sudah datang. Nde aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu ?"
Yeosin : "Hei kau tidak seharusnya menanyakan kabarku. Kau sudah tau bahwa aku selalu baik-baik saja."
Jungkook : "Lalu mengapa kau tiba-tiba menanyakan keadaanku ?"
Yeosin : "Aku hanya..."
Jungkook : "Kau khawatir padaku ?"
Yeosin : "Mwo ? kenapa aku harus khawatir padamu ?"
Jungkook : "Aneh saja, wanita cuek sepertimu tiba-tiba menanyakan keadaan seseorang."
Yeosin : "Aku hanya bertanya. Baguslah jika kau baik-baik saja."
    Bel masuk pun berbunyi dan pelajar segera dimulai. Sepanjang pelajaran Jungkook hanya terfokus pada guru yang sedang menerangkan materi pelajaran hari itu. aku yang ada di sampingnya memperhatikannya sesekali. "Dia benar-benar aneh, ada apa sebenarnya, apa dia punya masalah ?" Ucapku dalam hati.

Wednesday, April 22, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 10}

    Setelah semua pelajaran selesai waktunya pulang. Aku langsung bergegas menuju tempat kerjaku. Saat di perjalanan menuju cafe tempatku bekerja aku berfikir "mengapa Jungkook tidak lagi mengikutiku ? apa dia mulai lelah ? baguslah kalau begitu, tidak ada lagi yang bisa menggangguku." Tak lama aku mendengar suara klakson mobil. Suara itu berasal dari mobil sebelah taxi yang sedang aku tumpangi. Seseorang membuka jendela mobil dan memberi isyarat padaku untuk membuka kaca taxi.
Jiyul : "Yeosin-ah hentikan taxi itu."
Yeosin : "Waeyo ?"
Jiyul : "Hentikan sekarang, cepat."
    Yeosin pun memberitahu supir taxi itu untuk berhenti, dan segera keluar dari taxi. Mobil yang di gunakan Jiyul pun terhenti, Jiyul dan teman-teman lelakinya keluar dari dalam mobil dan menghampiriku.
Jiyul : "Kau ingin pergi bekerja kan ?"
Yeosin : "Nde, ada apa ?"
Jiyul : "Naiklah ke mobil biar kami antarkan."
Yeosin : "Ah, tidak. Aku bisa pergi sendiri."
Jiyul : "Ahjussi ini bayarannya terimakasih sudah mengantarkan temanku." (Berbicara pada supir taxi)
Yeosin : "Jiyul-ah, mengapa kau suruh taxi itu pergi ?"
Jiyul : "Sekarang kau tidak ada tumpangan lagi, jadi naiklah ke mobil itu bersama kami."
Yeosin : "Ah, tapi..."
Jiyul : "Sudahlah ayo." (Menarik tangan Yeosin)
    Sesampainya di cafe tempat Yeosin bekerja.
Yeosin : "Jiyul-ah gamsahabnida."
Jiyul : "Nde. ah Yeosin-ah jangan lupa besok kita akan datang ke pesta ulang tahun Song Kyuri. Ku dengar kau juga di undang. Bilang pada bosmu kalau besok kau akan izin karna ada acara. Kita akan pergi ke salon untuk mempercantik juga memilih baju yang cantik untuk ke pesta itu."
Yeosin : "Nde, aku akan meminta izin pada bosku."
Jiyul : "Arraso, Annyeong." (Tersenyum dan melambaikan tangannya)
    Yeosin pun membalas lambaian tangan dan senyuman Jiyul. Saat sedang bekerja Yeosin baru tersadar kalau tadi Jungkook tidak ada saat mereka mengantarku. Yeosin mulai bertanya-tanya tentang Jungkook. Itu aneh karna tadi pagi sikap Jungkook pada Yeosin masih sama, tapi kini tiba-tiba berubah drastis. "Sebenarnya ada apa dengan Jungkook?" Ucap Yeosin. Lee Hyuk Chan yang melihat Yeosin berbicara sendiri langsung menegurnya.
Lee Hyuk Chan : "Hei, Kau berbicara dengan mesin kasir itu ?"
Yeosin : "Oh, eonni kau membuatku terkejut. Aku tidak mungkin berbicara dengan mesin. Memangnya kau kira aku ini sudah gila."
Lee Hyuk Chan : "Habis wajahmu berkerut tadi lalu berbicara sesuatu di depan mesin itu. Ku kira kau memang sudah tidak waras."
Yeosin : "Eonni-ah aku masih waras."
Lee Hyuk Chan : "Kau ada masalah ? ceritalah."
Yeosin : "Bagaimana kau bisa tau ?"
Lee Hyuk Chan : "Di jidatmu tertulis "Masalah" itu sangat jelas."
Yeosin : "Oh benarkah ? dimana ? apa bisa dihilangkan ?" (Sambil mengusap jidatnya)
Lee Hyuk Chan : "Kau ini, berhentilah berpura-pura bodoh. Aku hanya bercanda."
Yeosin : "Aku tidak bodoh, kau saja yang mebodoh-bodohiku."
Lee Hyuk Chan : "Ceritakan itu sepulang kerja nanti, aku akan melanjutkan kerjaku di dapur."
Yeosin : "Nde."
    Setelah itu, Yeosin pergi ke ruang manager untuk meminta izin pada manager.
Yeosin : "Permisi."
Manager : "Masuklah."
Yeosin : "Nde."
Manager : "Ada apa kau kesini ?"
Yeosin : "Manager, apa aku boleh izin besok. Aku ada acara ulang tahun teman satu sekolahku."
Manager : "Bagaimana bisa besok kau izin ? apa kau lupa besok kita ada acara juga ?"
Yeosin : "Acara ? benarkah ?"
Manager : "Kita akan merayakan keberhasilan kenaikan penjualan cafe kita bersama para pemilik saham. Kita akan makan malam bersama mereka. Kau adalah seseorang yang juga berjuang dan berusaha membuat para pelanggan puas dan karna itu kita bisa menaikan penjualan hingga sebesar ini. Cabang baru yang bisa menaikkan penjualan hingga 50% hanyalah cabang kita yang satu ini. Bagaimana kau bisa lupa dengan itu ?"
Yeosin : "Manager aku benar-benar lupa dan sudah terlanjur membuat janji dengan temanku."
Manager : "Lalu apa yang akan kau lakukan ?"
Yeosin : "Entahlah, aku benar-benar bodoh. Bagaimana bisa aku lupa dengan hal itu." (Sejenak Yeosin berfikir) "Ah manager, bukankah tujuan mereka mengajak kita makan bersama karna ingin tau apa saja yang sudah para kariawan lakukan disini selama ingin manaiki penjualan ?"
Manager : "Nde, itu benar."
Yeosin : "Kalau begitu izinkan aku untuk mengutus Lee Hyuk Chan yang menggantikanku dalam menjelaskan semuanya."
Manager : "Apa kau sudah berbicara dengannya ?"
Yeosin : "Belum, tapi aku yakin Lee Hyuk Chan pasti mau."
Manager : "Kalau begitu aku yang akan bicara pada Lee Hyuk Chan, Bisa tolong panggilkan dia dan suruh keruanganku ?"
Yeosin : "Tentu, Gamsahabnida Manager."

Wednesday, April 15, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 9}

    Saat Yeosin berjalan di koridor menuju kelasnya dan diikuti oleh Jungkook di belakang, tiba-tiba Yeosin terhenti. Yeosin melihat 3 wanita populer di sekolah menyebarkan surat undangan. Mungkin karna sebentar lagi ketua geng dari para wanita populer itu yang bernama Song Kyuri ingin berulang tahun, jadi mereka membagikan undangan itu hari ini. Jungkook yang tidak mengetahui bahwa Yeosin berhenti, tiba-tiba Jungkook menabrak Yeosin dari belakang.
Yeosin : "Aduh kau ini, mengapa kau menabrakku ? kau ini tidak punya mata ya!"
Jungkook : "Kenapa kau memarahiku ? kau yang tiba-tiba berhenti begitu saja tanpa memberi sen."
Yeosin : "Kau kira aku ini mobil hah!"
Jungkook : "Kau yang bilang seperti itu."
Yeosin : "Haishh..kau ini!"
Jungkook : "Ada apa kau tiba-tiba berhenti seperti itu ? apa ada sesuatu terjadi ?"
Yeosin : "Tidak ada apa-apa, abaikan saja."
    Jungkook melihat kearah 3 wanita yang sedang membagikan undangan itu. Sepertinya Jungkook mengetahui apa alasannya, lalu Jungkook mengejar Yeosin sampai ke kelas.
Jungkook : "Hei, kau terhenti karna 3 wanita itu ya ?"
Yeosin : "3 wanita ? yang mana ?"
Jungkook : "Hei, mengapa kau suka sekali berpura-pura ? sudahlah jujur saja."
Yeosin : "Jika iya memangnya kenapa ?"
Jungkook : "Tidak apa-apa, hanya saja itu aneh. mereka hanya membagikan undangan lalu kau berhenti seperti akan ada masalah besar. Apa ada sesuatu diantara kau dan 3 wanita itu ?"
Yeosin : "Tidak, aku baik-baik saja dengan mereka."
Jungkook : "Benarkah ? apa mereka mengenalmu ?"
Yeosin : "Entahlah, mengapa kau tanya aku. tanya saja pada mereka, apa mereka mengenalku atau tidak."
Jungkook : "hmm.."
    Tiba-tiba 3 wanita itu ke kelasku, ia memberikan undangan pada jungkook dengan caranya yang centil.
Song Kyuri : "Hei Jungkook-si. Ini undangan untukmu, undangan ulang tahunku. Ku harap kau bisa datang. Bahkan teman-temanmu yang tampan-tampan itupun sudah berjanji padaku akan datang."
Jungkook : "Kau hanya memberikan undangan ini padaku ? bagaimana dengan Yeosin ?"
Song Kyuri : "Yeosin ? orang itu maksudmu ?"
Jungkook : "Iya dia."
Song Kyuri : "Entahlah apa undangan itu masih ada atau tidak untuknya, aku tidak berfikir untuk mengundangnya tadi."
Jungkook : "Jika kau tidak mengundangnya aku tidak akan mau menerima undanganmu juga dan tidak akan datang ke pesta mu."
Song Kyuri : "Mwo ? mengapa seperti itu ?"
Jungkook : "Dia harus ada kemanapun aku pergi, dia harus selalu disampingku." (Merangkul Yeosin)
    Yeosin hanya bisa diam menundukkan mukanya, sementara 3 wanita itu memandang Yeosin kesal.
Song Kyuri : "Baiklah. Yuri-ah berikan undangan itu."
Yuri : "Ini dia."
Song Kyuri : "Ini, kau ku undang ke acara ulang tahunku. Kalau saja bukan karna Jungkook aku takkan mengundangmu." (Bicara sambil berbisik pada Yeosin)
Jungkook : "Apa yang kau bicarakan padanya ?"
Song Kyuri : "Tidak ada, kau Jungkook jangan lupa datang ya. Kami pergi dulu." (Tersenyum pada Jungkook, dan menatap kesal pada Yeosin)
    Saat 3 wanita itu sudah keluar dari kelas.
Yeosin : "Mengapa kau bicara seperti itu pada mereka ? "
Jungkook : "Memangnya ada yang salah dengan bicara ku tadi ?"
Yeosin : "Mereka bisa saja mengancamku tadi."
Jungkook : "Mengapa mereka mengancammu ?"
Yeosin : "Selama aku bersekolah disini, setiap salah satu dari mereka ada yang berulang tahun, hanya orang-orang terpilih saja yang bisa datang dan di undang oleh mereka. Bukan orang sepertiku, tapi orang-orang sepertimu dan teman-temanmu itu."
Jungkook : "Itu berarti aku sudah menciptakan perubahan."
Yeosin : "Perubahan ? Apa maksudmu ?"
Jungkook : "Acara yang mereka buat bukan hanya untuk anak-anak populer lagi sekarang, tapi yang tidak populerpun bisa datang. Contohnya kau."
Yeosin : "Kau meledek ku ?"
Jungkook : "Tidak aku hanya berkata jujur."
    Yeosin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak lama bel masuk pun berbunyi, gurupun segera memasuki kelas dan pelajaranpun dimulai.

Monday, April 13, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 8}

    Jungkook pun keluar untuk mencari Yeosin dan mengajaknya makan di kantin. Jungkook tau Yeosin belum makan sejak pagi, karna Yeosin datang pagi-pagi sekali tadi. Jungkook bertanya pada semua orang di sekolah. Sampai pada akhirnya dia bertanya pada seorang wanita berkaca mata, orang itu tau dimana Yeosin. Wanita itupun memberitau Jungkook, dan Jungkook langsung menuju ke tempat dimana Yeosin berada.
Jungkook : "Kau disini, mengapa kau suka sekali pergi ke tempat seperti ini ?"
Yeosin : "Kau lagi. mau apa kesini ?"
Jungkook : "Kau belum makan kan ? mari kita ke kantin." (Sambil memegang tangan Yeosin)
Yeosin : "Aku tidak lapar."
Jungkook : "Kau harus makan."
Yeosin : "Tapi aku tidak lapar, kau mengerti!" (sambil menajamkan matanya ke arah Jungkook)
Jungkook : "Kau harus makan. Ikut aku." (Menarik tangan Yeosin dan berjalan menuju Kantin)

    Setelah sampai di kantin
Yeosin : "Lepaskan aku."
Jungkook : "Duduk disini dan tunggu sebentar."
    Jungkook memesan makanan untuk dirinya dan Yeosin. Setelah selesai memesan Jungkook langsung membawakan makanannya ke meja tempat Yeosin duduk. Terlihat Yeosin yang menunggu dengan bosan disana.
Jungkook : "dudududududu....Makanan sudah datang."
Yeosin : "Apa-apaan kau ini, memalukan." (Sambil memalingkan mukanya)
Jungkook : "Ini dia, makan yang banyak ya."
Yeosin : "Kau, kau lelaki yang benar-benar aneh."
Jungkook : "Jangan berbicara saat sedang makan."
Yeosin : "Haisshhh kau ini." (Sambil mengepal tangannya di bawah meja)
    Yeosin tidak menyentuh makanannya sama sekali karna dia sedang kesal dengan Jungkook.
Jungkook : "Aku sudah memesan bahkan membawakan makananmu tapi kau tidak menyentuh makananmu sedikitpun. Apa kau tidak tau bagaimana cara menghargai seseorang ?"
Yeosin : "Bukankah aku sudah bilang bahwa aku tidak lapar. Kau yang memaksaku."
Jungkook : "Bagaimana bisa kau tidak lapar. Perutmu berbunyi tadi."
(Yeosin mengingatnya sejenak)
Yeosin : "Kau mendengar itu ?
Jungkook : "Bagaimana bisa aku tidak mendengar suara perutmu yang begitu keras, mungkin semua orang yang ada disini bisa mendengar itu.'
Yeosin : "Ah benarkah ? apa itu sangat besar ?"
Jungkook : "Jika kau tidak ingin itu terjadi lagi, makanlah makanan mu."
Yeosin : "Baiklah."

    Akhirnya Yeosin pun memakan makanannya. Saat Yeosin sedang memakan makanannya, tak lama teman-teman Jungkook datang bersama sahabatku Jiyul.
Jiyul : "Hei, kelihatannya kau semakin akrab saja dengan Yeosin." (Sambil tersenyum)
Seokjin : "Apa kau baru datang atau sudah sejak tadi ?"
Jungkook : "Kami sudah sejak tadi disini."
Jiyul : "Oh, itu berarti kita telat."
Heoseok : "Apa kau sudah ingin kembali ?"
Jungkook : "Ya, jika Yeosin sudah menghabiskan makanannya."
Yeosin : "Aku sudah selesai."
Jungkook : "Makananmu belum habis, habiskan dulu."
    Teman-teman Jungkook tertawa saat melihat kelakuan Jungkook terhadap Yeosin.
Jimin : "Hei anak kecil, kau seperti ayahnya saja."
Jungkook : "Bukan seperti itu, maksudku...."
Yeosin : "Aku sudah selesai dan ingin kembali kelas. Permisi." (menundukkan badannya lalu pergi.)
Jungkook : "Kurasa aku juga harus kembali." (Pergi mengikuti Yeosin)
    Teman-teman Jungkook yang melihat itu hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepala mereka.

Thursday, April 9, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 7}

       Keesokkan harinya di sekolah. Aku duduk di bangku taman sekolah sendiri sambil memeluk buku dan melihat pemandangan taman sekolahku yang sangat indah. Tiba-tiba tanpa kusangka Jungkook datang dari belakang sambil menutup mataku.
Park Yeosin : "Siapa kau ?"
Jungkook : "Na-ya (ini aku)" (melepaskan tangannya yang tadi menutup mata yeosin)
Park Yeosin : "Ah ternyata kau."
Jungkook : "Boleh aku duduk disini ?"
Park Yeosin : "Jika aku melarang apa kau akan pergi ?"
Jungkook : "Ani." (tidak)
Park Yeosin : "Geurae, sudah ku tebak."
Jungkook : "Apa yang sedang kau lakukan disini ?" (Sambil duduk disamping Yeosin).
Park Yeosin : "Tidak ada. Aku tidak melakukan apapun."
Jungkook : "Apa kau sudah sarapan ?"
Park Yeosin : "Mengapa kau bertanya seperti itu ?"
Jungkook : "Bertanya seperti itupun au tidak boleh ?"
Park Yeosin : "Ani." (Tidak)
Jungkook : "Bisakah kau menjawabku dengan baik ? mengapa kau seperti ini ?"
Park Yeosin : "Aku belum sarapan, kenapa ?"
Jungkook : "Aku membawa makanan, apa kau mau ?"
Park Yeosin : "Aku tidak lapar." (Tiba-tiba perut yeosin pun berbunyi)
Jungkook : "Hei kau berbohong padaku ?"
Park Yeosin : "(Dengan malu) Tidak, aku memang tidak lapar. Tadi hanya....."
Jungkook : "Hanya apa ? sudahlah jangan berbohong padaku."
Park Yeosin : "Sudahlah aku ingin pergi. Jangan ikuti aku." (Beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi)
Jungkook : "Aku tidak akan mengikutimu."

    Yeosin berjalan sambil menundukkan kepalanya karna malu. Ia meninggalkan Jungkook daan pergi ke kelas.
Narsha : "Yeosin.....kau baru datang ? tumben sekali kau datang telat."
Park Yeosin : "Aku sudah ada di sekolah sejak padi tadi."
Narsha : "Jinjja ? aku tidak melihatmu sedari tadi."
Park Yeosin : "Aku tidak langsung ke kelas tadi, aku pergi ke taman terlebih dahulu."
Narsha : "Oh begitu. Yeosin-ah, apa kau melihat Jungkook ? apa dia tidak masuk ?"
Park Yeosin : "Mana aku tahu, memangnya aku satu rumah dengannya."
    Tiba-tiba Jungkook pun datang.
Narsha : "Ah itu dia." (Menghampiri Jungkook)
Narsha : "Dari mana saja kau ?"
Jungkook : "Aku habis dari taman bersama Yeosin."
Narsha : "Bagaimana bisa ?"
Narsha : "Yeosin-ah, kau bilang tadi kau tidak tau dimana Jungkook, tapi Jungkook bilang kau habis dari taman bersamanya."
Park Yeosin : "Mungkin dia hanya mengikutiku."
Jungkook : "Aku tidak mengikutimu, Bukankah memang benar kalau kita habis bertemu di taman tadi ?"
Park Yeosin : "Aku tidak merasa bertemu denganmu."
Jungkook : "Hei, kau berbohong lagi bahkan pada Narsha."
Park Yeosin : "Terserah kau saja."
Narsha : "Ah kalian ini, mengapa aku berada diantara kalian ? benar-benar sulit di mengerti."

    Tak lama, Guru pun datang dan pelajaran di mulai. Selama pelajaran Jungkook terus mengganggu Yeosin hingga Yeosin akhirnya kesal namun dia menahannya karna takut guru akan mendengarnya. Hingga akhirnya pelajaranpun selesai dan waktunya istirahat.
Park Yeosin : "iiiissshhh, apa kau tidak bisa diam sebentar. Kau ini benar-benar menyebalkan, jika saja kau bukan teman dari Jiyul sudah aku acak-acak wajahmu."
Jungkook : "Apa bisa wajahku di acak-acak ? bagaimana caranya ? apa seperti ini ?" (Sambil memainkan wajahnya dengan kedua tangannya)
Park Yeosin : "iiiiisssshhhh" (Sambil mengepal tangannya dengan keras di depan wajah Jungkook dengan wajah kesal)
Jungkook : "Kau lucu jika seperti itu."
Park Yeosin : "Terserah kau saja. Jangan ikuti aku." (Sambil beranjak dari tempat duduknya)

    Saat Yeosin berjalan tiba-tiba kaki Yeosin tersenggol meja yang ada di depannya. Yeosin pun jatuh, tapi Jungkook dengan cepat menangkap tubuh Yeosin. Mereka saling bertatapan saat itu. Setelah Yeosin sadar, Yeosin pun langsung berdiri dan beranjak pergi dari kelas dan meninggalkan Jungkook.
Jungkook : "Wanita itu..." (Tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya)