Sunday, February 8, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 6}

    Jungkook benar-benar mematuhi Yeosin. Dia hanya terdiam memperhatikan Yeosin yang sedang bekerja.
Park Yeosin : "Apa kau tidak merasa bosan, jika iya lebih baik kau kembali ke rumahmu dan beristirahhat."
Jungkook : "Apa kau sedang menunjukkan perhatianmu padaku ?"
Park Yeosin : "Apa itu yang disebut perhatian ?"
Jungkook : "Tentu, apalagi jika bukan perhatian ?"
Park Yeosin : "Pulanglah."
Jungkook : "Aku ingin menunggu hingga kau selesai bekerja."
Park Yeosin : "Terserah kau saja."

     Beberapa jam kemudian tepat jam 9.00 malam, Yeosin membereskan pakaiannya lalu menghampiri Jungkook. Yeosin melihat Jungkook yang tertidur di bangku yang berada di dekat dapur tempat kerja Yeosin. Yeosin pun membangunkannya walau sedikit tidak tega.
Park Yeosin : "Jungkook-ah bangunlah, kita harus pulang sekarang."
Jungkook : "mmhh, kau sudah selesai ?"
Park Yeosin : "Nde, aku sudah selesai."
Jungkook : "Kau pasti lelah."
Park Yeosin : "Kau lah yang terlihat sangat lelah. Mari kita pulang. ibumu akan mencarimu nanti." (Sambil mengulurkan tangannya)
Jungkook : "Kajja."

Keesokkan harinya
     Bel masuk berbunyi, Pelajaran pun segera di mulai. Selama pelajaran Jungkook sering sekali melirik kearah Yeosin. Yeosin yang mengetahuinya hanya berusaha untuk tidak memperdulikannya. Hingga jam pelajaran selesai. Yeosin dengan terburu-buru merapikan buku-bukunya dan langsung bergegas keluar kelas. baru ingin keluar bangku Jungkook yang berada disampingnya langsung menarik tangan Yeosin.

Jungkook : "Hey kau kemana terburu-buru seperti itu ?"
     Yeosin hanya memandang dengan wajah bingung ke arah jungkook.
Narsha : "Yeosin-ah tumben sekali kau terburu-buru seperti itu." (Sambil berjalan ke meja Yeosin)
Yeosin : "Aku hanya ada urusan dengan guru tadi jadi aku harus cepat mengejarnya. permisi sebentar." (Melepaskan tangan Jungkook lalu berlari keluar)

    Yeosin yang tadi berlari ternyata bukan karna ingin mengejar guru, Ia hanya ingin pergi ke taman untuk menemui seseorang.
    Sesampainya di taman belakang sekolah Yeosin melihat seorang lelaki yang sedang berdiri disana.
Yeosin : "Apakah itu dia ?"

    Akhirnya Yeosin mencoba untuk mendekatinya. Tapi baru beberapa langkah ia langsung terhenti karna takut dan ragu untuk mendekati lelaki itu. Setelah berfikir dan berfikir akhirnya Yeosin memberanikan dirinya. Tepat di belakang lelaki itu.
Yeosin : "Permisi."

    Lelaki yang mendengar teguran yeosin langsung menengok kearahnya. Dan seketika Yeosin terkejut.
Yeosin : "Kau, apa yang kau lakukan disini ?"
Kim Seokjin : "aku hanya sedang berdiri dan menikmati udara disini. Lalu bagaimana denganmu ? mengapa kau kesini ?"
Yeosin : "Aku..Aku hanya..aku memang biasa kesini setiap jam istirahat."
Kim Seokjin : "oya ? ku kira kau hanya akan di kelas memakan bekalmu sampai bel masuk kembali berbunyi."

    Yeosin hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya saat Seokjin mengatakan itu.
Kim Seokjin : "Apa yang kau suka dari tempat ini ?"
Yeosin : "Aku suka udara dan pemandangannya yang alami."
Kim Seokjin : "Ku dengar disini ada perahu bebek yang bisa di naiki oleh para pelajar disini. Tapi mengapa aku tidak melihatnya sedari tadi."
Yeosin : "Apa kau ingin naik itu ?"
Kim Seokjin : "Jika memang ada aku ingin mencobanya."
Yeosin : "Ayo ikut denganku." (Sambil memegang tangan Seokjin)
Yeosin : "Ayo kau bilang kau ingin tau dimana tempatnya."
    Seokjin mengarahkan pandangannya kearah tangan Yeosin yang sedang memegang tangannya. Dan Yeosin pun juga melihat tangannya.

Yeosin : "ah maafkan aku." (Sambil melepaskan tangannya)
    Seokjin hanya tersenyum karna ia menganggap sikap Yeosin itu lucu.
Yeosin : "ikuti aku." (sambil menunduk malu)

    Akhirnya Seokjin pun mengikutinya. sesampainya di tempat yang dituju.
Yeosin : "Ini dia tempatnya. kau bisa lewat sini jika ingin naik itu." (Menunjuk kearah pintu masuk)
Kim Seokjin : "kalau begitu ayo kita naik itu."
Yeosin : "apa ? kau ingin naik itu denganku ?"
Kim Seokjin : "Tentu saja, yang ada hanya kau sekarang. siapa lagi yang akan aku ajak jika bukan kau."
Yeosin : "Ku kira kau akan mengajak jiyul dan kembali kesini."
Kim Seokjin : "Akan lama jika aku harus mengajaknya sedangkan dia sedang tidak ada disini. Jadi kau mau atau tidak ?"
Yeosin : "Sebenarnya aku merasa tidak enak jika nanti jiyul tau. lebih baik aku telfon jiyul dan menyuruhnya kesini, setelah itu aku akan kembali ke kelas."
Kim Seokjin : "Jiyul sedang sibuk. kau saja yang menemaniku. kajja." (Sambil menarik tangan Yeosin dan menuju pintu masuk)

     Saat berada di antrian, wajah Yeosin terlihat takut tapi Yeosin berusaha untuk memberanikan dirinya.
Kim Seokjin : "Kau tidak apa-apa ?"
Yeosin : "ah, aku tidak apa-apa." (sambil tersenyum)
Kim Seokjin : "Sungguh ? kau wajahmu terlihat pucat."
Yeosin : "Sebenarnya aku takut naik itu ?"
Kim Seokjin : "Apa ? kau takut ? mengapa kau takut ? itu mengasikan kau harus mencobanya."
Yeosin : "baiklah."

    Akhirnya perahu yang akan kita naiki pun datang. Pada awalnya Yeosin sangat ketakutan, tetapi Seokjin berusaha membuat Yeosin nyaman dengan dan tidak lagi takut. Seokjin pun berhasil membuat Yeosin nyaman dan mampu tersenyum bahkan mereka sangat bersenang-senang hingga tidak lagi rasa takut, yang ada hanya tawa di setiap waktunya.

No comments:

Post a Comment