Thursday, February 5, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 5}

Di kelas
    Saat aku sedang mengerjakan tugas dan Jungkook sedang bermain handphone, Narsha pun datang.
Narsha : "Hai kalian disini, tadi aku melihat kau dan para lelaki serta 1 perempuan di kantin. mengapa cepat sekali kalian kembali ?"
JungKook : "Temanmu yang satu ini kakinya bagaikan kuda, bahkan ia berjalan dengan sangat cepat."
Park Yeosin : "Jangan dengarkan dia, dia sedang tidak beres."
Jungkook : "Aku baik-baik saja."
Narsha : "Kalian ini sepertinya sulit untuk bisa akur." Kembali ke tempat duduknya.
    Beberapa menit kemudian guru pun masuk dan jam pelajaran pun dimulai.
    Tepat jam 2:30pm bel pulang pun berbunyi. Song Jiyul dan teman lelakinya ke kelasku.

Song Jiyul : "Yeosin-ah apa kau mau ikut bersama kami ke cafe ?"
Park Yeosin : "Sepertinya tidak bisa, aku harus pergi bekerja."
Song Jiyul : "Kau  bekerja ? dimana ? boleh aku tau ?"
Park Yeosin : "Aku akan memberitahumu nanti, sekarang aku buru-buru harus ke tempat kerjaku. aku pergi dulu."
Song Jiyul : "Yeosin-ah." berteriak "hah dia selalu seperti itu."
Jung Heoseok : "Aku tau dimana ia bekerja. naik ke mobil aku yang akan menyetir."

Di Mobil
Song Jiyul : "Apa kau benar-benar tau dimana Yeosin bekerja ?"
Jungkook : "Tenang saja, Heoseok hyung tidak akan keliru dengan itu."

Sampai si cafe tempatku bekerja
Kim Seokjin : "Heoseok-ah kau bilang ingin ke tempat kerja Yeosin. mengapa jadi kesini ?"
Jung Heoseok : "Duduk saja dulu. aku akan memesan."

Di Tempat Memesan
Park Yeosin : "Selamat datang, ingin pesan apa ?" seketika terkejut.
Park Yeosin : "Kau ? mengapa kau kesini ? apa kau bersama yang lain ?"
Jung Heoseok : "Tentu saja. aku ingin pesan 7 caffe latte, 5 kentang gorang tolong di sajikan di piring dan dijadikan 1 ya."
Park Yeosin : "baiklah kau bisa menunggu di mejamu."
Jung Heoseok : "Jiyul ingin tau tempat kerjamu. aku sengaja kesini untuk memberitahunya. ku harap kau yang akan mengantarnya ke meja agar jiyul  melihatmu."
Park Yeosin : "Baiklah."

Beberapa saat kemudian. makanan diantarkan ke meja mereka.
Jung Heoseok : "Itu dia pesanannya  datang." Berdiri dan menghampiri yeosin dan membantunya.
Park Yeosin : Bingung "hei, itu tidak perlu kau lakukan. itu adalah tugasku."
Jung Heoseok : "Sudahlah, biar akau yang menatanya. Kau duduk disini."
Song Jiyul : "Jadi kau bekerja disini ? keren sekali kau bisa bekerja di cafe sebesar ini."
Park Yeosin : Hanya tersenyum sambil menundukan kepala.
Song Jiyul : "Tapi bukankah ayahmu tidak pernah setuju jika kau bekerja ?"
Park Yeosin : "Kau tau dari mana ?"
Song Jiyul : "Ayahmu sendiri yang menceritakannya padaku."
Jungkook : "Mengapa kau bisa di terima menjadi pelayan disini. semua pelayan disini ramah-ramah tidak sepertimu."
Park Yeosin : "hei, beraninya kau berbicara seperti itu."
Jung Heoseok : "Jungkook-ah, kau tidak seharusnya berbicara seperti itu."
Jungkook : "Maafkan aku."
Taehyung : "Sejak kapan kau bekerja disini ?"
Park Yeosin : "Sejak cafe ini mulai di buka."
    Semua terkejut saat aku berkata seperti itu.
Park Yeosin : "Mengapa kalian terkejut seperti itu ?"
Song Jiyul : "Yeosin-ah itu sangat hebat. sudah berapa bulan cafe ini di buka ?"
Park Yeosin : "Belum lama. baru 5 bulan."
Taehyung: "woaahh, baru 5 bulan tapi cafe ini sudah seramai ini dan sebesar ini. sangat kkeren."
Park Yeosin : "Ini hanya cabangnya. pusatnya ada lagi. itulah alasan mengapa cafe ini sebesar ini dan bisa seramai ini."
Taehyung : "oh seperti itu rupanya."
Park Yeosin : "Maafkan aku tapi aku harus kembali untuk bekerja, permisi."

Saat aku sudah kembali untuk bekerja
Taehyung : "Wanita itu hebat. dia bersekolah sambil bekerja, itu suatu hal yang tidak mudah."
Kim Namjoon : "Sudahlah habiskan ini lalu kita kembali pulang."

Sesaat sesudah mereka selesai makan
Di mobil
Taehyung : "Hyung cafe itu bagus, kita bisa jadikan cafe itu sebagai tempat berkumpul."
Jung Heoseok : "Ku dengar disini ada tempat khusus yang di sewakan untuk tempat berkumpul. kita bisa menyewakannya setiap minggu jika kalian mau."
Taehyung : "Sewakan saja, lagi pula jadwal kita setiap hari minggu memang kosong dan kita sering memakainya untuk berkumpul saja. daripada hanya jalan-jalan dan berbelanja itu terlalu menghabiskan uang."
Jungkook : "Apakah di sana ada fasilitas seperti game atau semacamnya ? jika hanya berkumpul saja itu akan membosankan."
Jung Heoseok : "Tenang saja semua fasilitas ada, yang penting kita berani bayar mahal di cafe itu. Jika kalian mau aku bisa pesan kan besok untuk setiap hari minggunya."
Song Jiyul : "Aku setuju untuk itu, sepertinya lebih asik. sekaligus bisa menjadi tempat latihan untuk kalian. bukankah kalian ini masih menjadi satu crew dalam street dance ?"
Jimin : "Ah kau benar, akhir-akhir ini sulit mencari tempat untuk latihan."
Jung Heoseok : "Baiklah besok aku akan berbicara dengan pemilik cafe ini."
Jungkook : "Mengapa tidak coba bicara saja pada yeosin, dia kan bekerja disini."
Seok jin : "Jungkook-ah, Yeosin bukanlah pemilik cafe itu."
Jungkook : "Kau benar, maafkan aku."

Keesokan Harinya
Di sekolah
    Yeosin yang sedang berjalan menuju kelas. Tiba-tiba jungkook datang dari belakangnya.
Jungkook : "Yeosin-sshi." Berteriak
    Yeosin yang mengetahui itu adalah suara jungkook ia langsung berjalan lebih cepat untuk menghindari jungkook.
Jungkook : "Yeosin-sshi tunggu sebentar, kau mau kemana terburu-buru seperti itu ? hey yeosin-sshi (menarik tangan Yeosin) mengapa kau terburu-buru ? kelas di mulai masih 1 jam lagi."
Yeosin : "ya aku tau, lalu kenapa kau sudah datang jam segini ? tidak biasanya."
Jungkook : "Memangnya tidak boleh jika aku datang lebih dulu ?"
Yeosin : "Terserah kau saja (meninggalkan jungkook)"
Jungkook : "Hey tunggu sebentar."
Yeosin : "Apa lagi ?"
Jungkook : "Aku ingin ikut."
Yeosin : "ikut ? kemana ?"
Jungkook : "Kau ingin kemana ?"
Yeosin : "Aku ? aku ingin ke perpus."
Jungkook : "Kalau begitu ayo cepat (Menarik tangan Yeosin)"
Yeosin : "Hey, hey lepaskan tanganku (sambil memukul tangan jungkook yang menarik tangannya)"

    Yeosin terus memukul-mukul tangan jungkook dan terus berteriak ke jungkook untuk melepaskan tangannya hingga akhirnya mereka sampai di perpus. saat membuka pintu Yeosin terkejut karna semua orang yang ada di perpus menatap ke arahnya. Yeosin pun langsung terdiam dan menutup mulutnya.
    Jungkook masih menarik tangan Yeosin sampai akhirnya jungkook melepaskannya saat sudah sampai di meja yang tepat berada di sebelah kanan berada tepat di depan kaca.

Jungkook : "Mengapa masih berdiri disitu ? apa harus aku bukakan tempat dudukmu ?"
Yeosin : "Tidak, tidak terimakasih. aku bisa duduk sendiri."
Jungkook : "Buku apa yang ingin kau baca ? biar aku carikan."
Yeosin : "Tidak perlu. aku hanya ingin melanjutkan tugasku."
Jungkook : "Tugas ? tugas apa lagi ? bukankah kemarin tugas itu sudah selesai ?"
Yeosin : "Ini tugas yang aku buat sendiri. percuma jika aku jelaskan, tidak terlalu penting untukmu (Sambil mengeluarkan dan membuka laptopnya)"

    Jungkook hanya menganggukan kepalanya. setelah lama menemani Yeosin menyelesaikan tugasnya akhirnya Yeosin menutup laptopnya dan memasukannya ke dalam tas.

Jungkook : "Apa tugasmu sudah selesai ?"
Yeosin : "Belum."
Jungkook : "Mengapa tidak di selesaikan ?"
Yeosin : "Jika aku selesaikan sekarang juga akan sampai berhari-hari."
Jungkook : "Memangnya tugas itu sulit ?"
Yeosin : "Tidak, hanya memerlukan sebuah inspirasi saja."
Jungkook : "Boleh aku melihatnya ?"
Yeosin : "Kau boleh melihatnya jika sudah selesai."
Jungkook : "kurasa itu akan lama."
Yeosin : "Sudahlah, aku ingin ke kantin. kau mau ikut atau disini ?"
Jungkook : "Lebih baik aku ikut."

Di Kantin
Jungkook : "Biar aku pesankan minuman."
Yeosin : "Terserah kau saja." (jawab dengan cueknya)

    Setelah mendapatkan minum jungkook langsung menuju ke bangku tempat yeosin duduk.

Jungkook : "Ini untukmu."
Yeosin : "Berapa harganya ?" (sambil mengambil dompetnya di dalam tas)
Jungkook : "Tidak usah, aku yang traktir. simpan saja uangmu."
Yeosin : "baiklah." (dengan wajah juteknya)
Jungkook : "Sepulang sekolah nanti kau ingin kemana ?"
Yeosin : "Kerja."
Jungkook : "Boleh aku ikut ? aku tidak akan mengganggu tenang saja."
Yeosin : "TIDAK BOLEH." sambil mengarahkan kedua matanya ke arah jungkook dengan tatapan sinis.
Jungkook : "Sekali ini saja, aku hanya ingin melihatmu bekerja."
Yeosin : "Aku izinkan tapi dengan syarat."
Jungkook : "Apa itu ?"
Yeosin : "Jangan mengganggu hanya duduk diam tanpa berkata apapun kau mengerti !"
Jungkook : "Oke kalau begitu."

No comments:

Post a Comment