Wednesday, February 4, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 4}

Keesokan harinya
    Di depan pintu masuk sekolah aku melihat banyak orang berkerumunan.
Park Yeosin : “Narsha, ada apasih ? kok pada lari gitu ?”
Narsha : “Ada cowo-cowo ganteng, kayanya anak baru. Sudah ya, aku penasaran ingin melihatnya.”
Park Yeosin : “oh iyaa.”
Park Yeosin : “Aku yakin, pasti 5 cowo itu. Hah wanita disini cepat sekali tertarik pada seseorang.”
Di Kelas
    Salah satu dari mereka ada yang masuk kelasku.
Narsha : “Yeosin-ah, lihat. Itu cowo yang tadi apa kau melihatnya ?”
Park Yeosin : “Aku sudah tau.” Jawabku dengan sedikit jutek.
Narsha : “Kau mengenalnya ?”
Park Yeosin : “bukan aku, tapi Song Jiyul yang lebih mengenalnya.”
Narsha : “Siapa Song Jiyul ?
Park Yeosin : “Dia sahabatku sewaktu kecil, dia baru kembali dari amerika dan bersekolah disini.”
Narsha : “bagaimana dengan lelaki itu ? apa mereka semua juga berasal dari amerika ?”
Park Yeosin : “Ya sepertinya.”
Narsha : “Waaahhh, keren.”
    Lelaki itu mendekatiku dan narsha.
Jeon Jungkook : “Hai, kita bertemu lagi. Ternyata aku sekelas denganmu.”
Narsha : “Kalian sudah pernah bertemu ?”
Park Yeosin : “mereka datang ke rumahku kemarin.”
Narsha : “oh gitu, oh iya perkenalkan aku narsha.” Sambil mengajaknya bersalaman.
Jeon Jungkook : “aku Jeon JungKook.”
Narsha : “Senang bertemu denganmu. Duduklah disini.” Menunjukkan bangku yang berada di sebelah kanan Park Yeosin.
Jeon Jungkook : “Terimakasih.”
    Narsha senyum-senyum pada lelaki itu. Aku yang melihatnya sedikit aneh. Tapi aku berusaha untuk tidak perduli dengan itu.
    Bel Istirahat berbunyi. Semua siswa telah keluar kelas hanya tinggal aku, Narsha dan Jungkook.
Narsha : “apa kau ke kantin Yeosin-ah ?
Park Yeosin : “Sepertinya tidak aku ingin makan di kelas saja, aku membawa bekal.”
Narsha : “bagaimana denganmu Jungkook ?”
Jungkook : “Aku belum ingin kesana.”
Narsha : “Baiklah, aku akan ke kantin sendiri, bye.”
    Setelah narsha keluar aku melihat jungkook mengangkat telefon. Ia hanya berbicara singkat di telefon. Setelah ia selesai menelfon aku mengeluarkan bekalku. Tapi, seketika jungkook mengambil bekalku dan menarik tanganku.
Park Yeosin : “Hei apa-apaan ini, lepaskan tanganku hei hei.”
Jungkook : “Ikuti saja dulu.”
Park Yeosin : “ Memangnya kita mau kemana ? apa kau tidak tau aku lapar ? aku ingin makan bekalku, kembalikan itu.”
Jungkook : “Nanti akan ku kembalikan.”
Park Yeosin : “Kembalikan itu sekarang, aku ingin kembali ke kelas.”
Jungkook : “Tidak kau tidak boleh kembali ke kelas. Kau harus ikut denganku. Cukup diam dan ikuti saja.”
    Aku hanya menggerutu dalam hati dan menunjukkan wajah kesal dan tidak sukaku terhadap perlakuan jungkook terhadapku. setelah sampai di suatu tempat.
Jungkook : “Tunggu disini.”
    Aku hanya diam dan duduk sambil menunggu. Setelah jungkook kembali.

Song Jiyul : “Yeosin-ah. Ku dengar kau sekelas dengan jungkook. Bagaimana dengannya, apa kau senang ?”
Park Yeosin : “apa kau yang menelfonnya tadi dan menyuruhku kesini ?”
Song Jiyul : “Iya, memangnya kenapa ? kau tidak suka ya ?”
Park Yeosin : “Aku tidak suka dengan caranya mengajakku kesini, bukankah berbicara saja itu lebih sopan. Tinggal bilang kalo aku disuruh ke kantin untuk bertemu denganmu. Tidak perlu menarik apalagi mengambil bekalku secara paksa.” Ucapku sambil menatap jungkook dengan tatapan sinis.
Jungkook : “mereka menyuruhku cepat jadi aku langsung saja menarikmu, akan lama jika memberi tahumu terlebih dulu.”
Park Yeosin : Aku hanya menghela nafas.
Song Jiyul : “Sudahlah, mari kita makan. Aku sudah memesan untuk kita semua.”
Park Yeosin : “Uh tapi, aku membawa bekal.”
Song Jiyul : “Simpan saja bekalmu, kekasihku mau mentraktir kita semua.”
Park Yeosin : “hmm, baiklah.”
    Tak lama kemudian makanan datang. Semua makanan sudah tersedia dan kami langsung memakannya. Beberapa saat kemudian setelah kami selesai makan.

Park Yeosin : “Apa ini sudah selesai ? aku ingin kembali ke kelas. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan.”
Song Jiyul : “kita baru saja selesai, tak bisakah menunggu sampai bel masuk ? kau ini selalu saja ingin cepat-cepat.”
Park Yeosin : "Jiyul-ah, aku dapat tugas tadi dari pak guru jadi aku harus menyelesaikannya sebelum bel masuk. kita bisa ngobrol-ngobrol lagi sepulang sekolah nanti."
Song Jiyul : "Baiklah sampai jumpa pulang sekolah nanti."
Park Yeosin : Tersenyum pada Jiyul. "Hei, Kau masih ingin disini atau kembali ke kelas bersamaku ?"
Jungkook : “Kau berbicara padaku ?”
Park Yeosin : "Tentu saja denganmu, memangnya ada yang lain yang juga sekelas denganku ?"
Jungkook : "Oh, baiklah kita ke kelas bersama. kajja."

Saat sedang menuju ke kelas
Jungkook : "Yeosin-ah, mengapa sikapmu berbeda ?"
Park Yeosin : "Apa maksudmu ?
Jungkook : "Ketika berbicara padaku sikapmu begitu dingin bahkan jutek tapi jika dengan jiyul eonnie kau justru begitu manis."
Park Yeosin : "Dia itu sahabatku wajar jika aku bersikap baik padanya. dia juga seseorang yang banyak membantuku selama ini."
Jungkook : "Bagaimana denganku ?"
Park Yeosin : "Kau hanyalah seseorang yang aku kenal dari Jiyul. dan kau belum bisa disebut temanku atau sahabatku."
Jungkook : "Belum ? bukan berarti tidak. artinya tidak menutup kemungkinan bahwa aku bisa jadi sahabat atau mungkin lebih dari sahabtmu iyakan ?" Menggoda.
Park Yeosin : "Tidak semudah itu. sudah tutup mulutmu itu."

No comments:

Post a Comment