Tuesday, February 3, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 3}

Keesokan Paginya
Minggu 10 Februari 2014
    Pagi Ini sangat menyejukkan, aku berlari di sekitar taman dekat rumahku utnuk berolahraga. Banyak orang yang datang kesini karna memang orang-orang yang tinggal di daerah ini selalu berolahraga di tempat ini.

Park Yeosin : “sudah lama aku tidak berolahraga seperti ini. Kurasa kakiku sudah sedikit melemah dan mudah lelah. Ini efek dari malas yang pelihara beberapa minggu ini.” Berbicara sendiri sambil duduk di bangku taman.

    Tidak lama ada seseorang yang menyapaku.

Song Jiyul : “Yeosin-ah.” Melambaikan tangannya padaku.

    Aku yang melihatnya dari jauh terlihat samar dan ragu apa aku mengenalnya atau tidak. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri.
    Seseorang yang memanggil dan melambaikan tangannya padaku tadi akhirnya menghampiriku.

Song Jiyul : “kau hanya sendiri ?”
Park Yeosin : “ah ternyata kau song jiyul. Aku hampir tidak mengenalimu dari kejauhan. Kapan kau kembali ke korea ?”
Song Jiyul : “kemarin sore, bahkan aku ke rumahmu. Tapi ayahmu bilang bahwa kau belum pulang kerja jadi aku hanya mampir sebentar lalu pulang ke rumah.”
Park Yeosin : “Ayahku tidak memberitahuku jika kau datang ke rumah kemarin.”
Song Jiyul : “Aku yang menyuruhnya untuk tidak memberitahumu, aku ingin menemuimu sendiri tanpa kau tahu bahwa aku sudah disini.”
Park Yeosin : “baiklah. Tapi kenapa kau kembali ke korea ? bukankah kau masih harus melanjutkan sekolahmu disana ? apa kau sedang liburan ?”
Song Jiyul : “Aku memutuskan untuk pindah sekolah kesini agar bisa bersama orangtuaku. Jauh dari orang tua sangat tidak enak walau mungkin aku sudah terbiasa setelah satu tahun disana tapi tetap saja karna kesibukanku jadi sulit untuk menghubungi orangtuaku ketika aku merindukannya.”
Park Yeosin : “Memang sulit, lebih baik kau bersekolah di sekolahku. Jadi kita bisa berangkat dan pulang bersama. Kau tidak akan kesepian jika bersamaku.”
Song Jiyul : “Aku memang akan bersekolah di sekolahmu mulai besok."
Park Yeosin : “Benarkah ? woaahh itu berarti aku akan punya teman baru di sekolah.”
Song Jiyul : “Kita sudah berteman lama, tidak pantas lagi di sebut teman baru.”
Park Yeosin : “Kita memang sudah lama kenal, tapi jika satu sekolah bersama itukan baru iya kan ?”
Song Jiyul : “Kau ini bisa saja.”
Park Yeosin : “ayo kita ke rumahku, kau belum sarapan kan ? aku akan memasakan sesuatu untukmu.”
Song Jiyul : “Aku memang lapar pagi ini. Ayo.”

Sampai Rumah
Park Yeosin : “Ayah aku pulang dan membawa tamu.”
Ayah : “Siapa itu ?” berteriak dari kamar mandi.
Park Yeosin : “Song Jiyul ayah.”
Ayah : “oh selamat datang Jiyul-ah.” Sembari berjalan menuju aku dan song jiyul.
Song Jiyul : “Ahjussi apa kabar ?”
Ayah : “Duduklah disini Jiyul. Dan Yeosin pergi ambilkan minuman. Ayah akan pergi karna dapat panggilan dari kantor tadi.”
Park Yeosin : “Iya ayah hati-hati di jalan.”
Song Jiyul : “Hati-hati Ahjussi.”
Park Yeosin : “Kau ingin ikut memasak atau menunggu disini ?”
Song Jiyul : “aku akan ke dapur jika aku mulai bosan.”
Park Yeosin : “Baiklah jika seperti itu.” Sambil menuju ke Dapur.

Beberapa saat kemudian
Song Jiyul : “Yeosin-ah, apa aku boleh mengajak teman-teman lelaki ku kesini ? aku sudah lama tidak bertemu mereka. Bolehkah ?”
Park Yeosin : “Kau mempunyai teman lelaki ?”
Song Jiyul : “sebenarnya salah satu dari mereka adalah pacarku, dan yang lainnya adalah teman pacarku.”
Park Yeosin : “Jika seperti itu suruh mereka datang saja. Aku akan memasak banyak hari ini.”
Song Jiyul : “aahh Terimakasih, kau memang sahabat terbaikku.” Sambil Mencubit pipiku.
Park Yeosin : “Kau selalu seperti ini jika ada maunya.”
Song Jiyul : “Hehe, aku akan menelfon mereka dan menunggu mereka di luar.” Berjalan keluar.

    Tak lama kemudian makanan siap dan aku menyiapkan meja makan serta menaruh makanannya diatas meja. Setelah selesai, aku menghampiri Song Jiyul yang sedang menunggu temannya di luar.

Park Yeosin : “Apa temanmu sudah datang ?”
Song Jiyul : “Sebentar lagi mereka sampai. Sedikit sulit menemukan alamatmu. Mereka juga baru disini.”
Park Yeosin : “Aku menunggu di dalam ya, jika sudah datang suruh saja mereka masuk dan ke meja makan, makanan sudah siap. Aku hanya tinggal membuat minumnya.”
Song Jiyul : “Oke.”

Beberapa saat kemudian mereka datang
Song Jiyul : “Aku menunggu lama disini.”
Kim Seokjin : “Maafkan aku Chagi, sulit menemukan alamat ini. Kami hampir tersesat tadi.”
Song Jiyul : “Yasudah, mari kita masuk, kalian pasti lapar. Temanku sudah menyiapkan makanan untuk kita.”

Di Meja Makan
    Semua sudah menempati tempat duduknya. Sedangkan Park Yeosin masih berada di dapur menyiapkan minuman. Setelah minuman sudah siap aku mengantarnya ke meja makan.
Park Yeosin : “Minuman sudah datang.”
    Setelah menaruh minum aku memperhatikan teman laki-laki song jiyul. Saat aku melihatnya aku terkejut, ternyata mereka adalah pelangganku kemarin 5 orang pria yang terlihat sombong seperti anak populer. Aku terdiam sambil melihat mereka saat itu.
Song Jiyul : “Yeosin-ah, Kau tidak apa-apa ?
Park Yeosin : “Oh, Aku tidak apa-apa.”
Park Yeosin : “Silahkan di cicipi makanannya, pasti kalian lapar.”
5 Lelaki : “Nde..”
    Setelah selesai makan
Park Yeosin : “Kalian pergi ke ruang tv saja aku akan membereskan ini. Jiyul-ah antarkan mereka dan nyalakan saja tv agar mereka bisa menonton.”
Song Jiyul : “Nde.”
    Saat aku sedang merapikan piring bekas kami makan di dapur ada seorang lelaki yang datang. Tanpa berbicara ia langsung mengambil spons dan piring yang sedang ku bersihkan.
Park Yeosin : “Hei, apa yang kamu lakukan. Hentikan, biar aku saja.”
    Lelaki itu hanya diam dengan tetap mengerjakan pekerjaanku. Aku yang melihatnya hanya diam dan membiarkannya sampai selesai.

Jung Heoseok : “Namaku Jung Heoseok. Maaf sudah mengagetkanmu tadi. Aku hanya ingin membantu.”
Park Yeosin : “oh Terimakasih sudah mau membantu, tapi lain kali jangan seperti itu, seseorang pasti akan marah jika kau seperti itu.” Ucapku sambil mengeringkan tempat ujung tempat cuci piring dengan lap.
Jung Heoseok : “Apa kita pernah bertemu sebelumnya ? Aku merasa pernah melihatmu.”
Park Yeosin : “Bagaimana dengan cafe yang kau kunjungi kemarin ?”
Jung Heoseok : “oh iya, bukankah kau pelayan itu ? aku yang memesan kemarin. Pantas saja aku seperti mengenalmu.”
Park Yeosin : “ini sudah selesai, Kau duluan saja ke ruang tv. aku ingin mengganti bajuku terlebih dulu.”
    Lelaki itu pun berjalan menuju ruang tv, dan aku bergegas ke kamar untuk mengganti bajuku. Setelah selesai aku langsung ke ruang tv.

Song Jiyul : “Yeosin-ah, kemarilah.”
Song Jiyul : “Aku akan memperkenalkan mereka padamu. Ini adalah kekasihku Kim SeokJin. Ini Kim Taehyung, ini Park Jimin, Jeon Jungkook, dan Jung Heoseok.”
Song Jiyul : “Dan teman-teman perkenalkan ini temanku park Yeosin. Dia masih seumuran dengan ku dia adalah sahabatku dari kecil dia sangat baik.”
5 lelaki : “Hallo” dengan nada yang berbeda-beda. Ada yang sangat gembira, ada juga yang menggunakan nada datar.
Park Yeosin : “hallo. Senang berkenalan dengan kalian. Oh iya, jiyul-ah bukankah besok kau sudah mulai masuk ?”
Song Jiyul : “iya, mereka juga akan ikut denganku.”
Park Yeosin : “Maksudmu mereka juga akan bersekolah disana ?” Dengan wajah yang sedikit terkejut dan bingung.
Song Jiyul : “Tentu, untuk apa mereka kesana kalau bukan untuk bersekolah.”
Park Yeosin : “oh baiklah.”

    Waktu berjalan sangat cepat setelah bersenang-senang mereka pun bersiap-siap untuk pulang.
5 Lelaki : “Terimakasih untuk makanan dan tempatnya, maaf sudah merepotkan.”
Park Yeosin : “Iya sama-sama, terimakasih sudah mau main kesini.”
Song Jiyul : “Sampai jumpa besok, dan kau jaga dirimu untuk besok. Aku tak sabar bertemu kau di sekolah.”
Kim SeokJin : “aku juga tidak sabar bertemu denganmu besok.” Sambil mengusap pipi Song Jiyul.
    Mereka pun segera masuk ke dalam mobil setelah berpamitan.

No comments:

Post a Comment