Sunday, February 8, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 6}

    Jungkook benar-benar mematuhi Yeosin. Dia hanya terdiam memperhatikan Yeosin yang sedang bekerja.
Park Yeosin : "Apa kau tidak merasa bosan, jika iya lebih baik kau kembali ke rumahmu dan beristirahhat."
Jungkook : "Apa kau sedang menunjukkan perhatianmu padaku ?"
Park Yeosin : "Apa itu yang disebut perhatian ?"
Jungkook : "Tentu, apalagi jika bukan perhatian ?"
Park Yeosin : "Pulanglah."
Jungkook : "Aku ingin menunggu hingga kau selesai bekerja."
Park Yeosin : "Terserah kau saja."

     Beberapa jam kemudian tepat jam 9.00 malam, Yeosin membereskan pakaiannya lalu menghampiri Jungkook. Yeosin melihat Jungkook yang tertidur di bangku yang berada di dekat dapur tempat kerja Yeosin. Yeosin pun membangunkannya walau sedikit tidak tega.
Park Yeosin : "Jungkook-ah bangunlah, kita harus pulang sekarang."
Jungkook : "mmhh, kau sudah selesai ?"
Park Yeosin : "Nde, aku sudah selesai."
Jungkook : "Kau pasti lelah."
Park Yeosin : "Kau lah yang terlihat sangat lelah. Mari kita pulang. ibumu akan mencarimu nanti." (Sambil mengulurkan tangannya)
Jungkook : "Kajja."

Keesokkan harinya
     Bel masuk berbunyi, Pelajaran pun segera di mulai. Selama pelajaran Jungkook sering sekali melirik kearah Yeosin. Yeosin yang mengetahuinya hanya berusaha untuk tidak memperdulikannya. Hingga jam pelajaran selesai. Yeosin dengan terburu-buru merapikan buku-bukunya dan langsung bergegas keluar kelas. baru ingin keluar bangku Jungkook yang berada disampingnya langsung menarik tangan Yeosin.

Jungkook : "Hey kau kemana terburu-buru seperti itu ?"
     Yeosin hanya memandang dengan wajah bingung ke arah jungkook.
Narsha : "Yeosin-ah tumben sekali kau terburu-buru seperti itu." (Sambil berjalan ke meja Yeosin)
Yeosin : "Aku hanya ada urusan dengan guru tadi jadi aku harus cepat mengejarnya. permisi sebentar." (Melepaskan tangan Jungkook lalu berlari keluar)

    Yeosin yang tadi berlari ternyata bukan karna ingin mengejar guru, Ia hanya ingin pergi ke taman untuk menemui seseorang.
    Sesampainya di taman belakang sekolah Yeosin melihat seorang lelaki yang sedang berdiri disana.
Yeosin : "Apakah itu dia ?"

    Akhirnya Yeosin mencoba untuk mendekatinya. Tapi baru beberapa langkah ia langsung terhenti karna takut dan ragu untuk mendekati lelaki itu. Setelah berfikir dan berfikir akhirnya Yeosin memberanikan dirinya. Tepat di belakang lelaki itu.
Yeosin : "Permisi."

    Lelaki yang mendengar teguran yeosin langsung menengok kearahnya. Dan seketika Yeosin terkejut.
Yeosin : "Kau, apa yang kau lakukan disini ?"
Kim Seokjin : "aku hanya sedang berdiri dan menikmati udara disini. Lalu bagaimana denganmu ? mengapa kau kesini ?"
Yeosin : "Aku..Aku hanya..aku memang biasa kesini setiap jam istirahat."
Kim Seokjin : "oya ? ku kira kau hanya akan di kelas memakan bekalmu sampai bel masuk kembali berbunyi."

    Yeosin hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya saat Seokjin mengatakan itu.
Kim Seokjin : "Apa yang kau suka dari tempat ini ?"
Yeosin : "Aku suka udara dan pemandangannya yang alami."
Kim Seokjin : "Ku dengar disini ada perahu bebek yang bisa di naiki oleh para pelajar disini. Tapi mengapa aku tidak melihatnya sedari tadi."
Yeosin : "Apa kau ingin naik itu ?"
Kim Seokjin : "Jika memang ada aku ingin mencobanya."
Yeosin : "Ayo ikut denganku." (Sambil memegang tangan Seokjin)
Yeosin : "Ayo kau bilang kau ingin tau dimana tempatnya."
    Seokjin mengarahkan pandangannya kearah tangan Yeosin yang sedang memegang tangannya. Dan Yeosin pun juga melihat tangannya.

Yeosin : "ah maafkan aku." (Sambil melepaskan tangannya)
    Seokjin hanya tersenyum karna ia menganggap sikap Yeosin itu lucu.
Yeosin : "ikuti aku." (sambil menunduk malu)

    Akhirnya Seokjin pun mengikutinya. sesampainya di tempat yang dituju.
Yeosin : "Ini dia tempatnya. kau bisa lewat sini jika ingin naik itu." (Menunjuk kearah pintu masuk)
Kim Seokjin : "kalau begitu ayo kita naik itu."
Yeosin : "apa ? kau ingin naik itu denganku ?"
Kim Seokjin : "Tentu saja, yang ada hanya kau sekarang. siapa lagi yang akan aku ajak jika bukan kau."
Yeosin : "Ku kira kau akan mengajak jiyul dan kembali kesini."
Kim Seokjin : "Akan lama jika aku harus mengajaknya sedangkan dia sedang tidak ada disini. Jadi kau mau atau tidak ?"
Yeosin : "Sebenarnya aku merasa tidak enak jika nanti jiyul tau. lebih baik aku telfon jiyul dan menyuruhnya kesini, setelah itu aku akan kembali ke kelas."
Kim Seokjin : "Jiyul sedang sibuk. kau saja yang menemaniku. kajja." (Sambil menarik tangan Yeosin dan menuju pintu masuk)

     Saat berada di antrian, wajah Yeosin terlihat takut tapi Yeosin berusaha untuk memberanikan dirinya.
Kim Seokjin : "Kau tidak apa-apa ?"
Yeosin : "ah, aku tidak apa-apa." (sambil tersenyum)
Kim Seokjin : "Sungguh ? kau wajahmu terlihat pucat."
Yeosin : "Sebenarnya aku takut naik itu ?"
Kim Seokjin : "Apa ? kau takut ? mengapa kau takut ? itu mengasikan kau harus mencobanya."
Yeosin : "baiklah."

    Akhirnya perahu yang akan kita naiki pun datang. Pada awalnya Yeosin sangat ketakutan, tetapi Seokjin berusaha membuat Yeosin nyaman dengan dan tidak lagi takut. Seokjin pun berhasil membuat Yeosin nyaman dan mampu tersenyum bahkan mereka sangat bersenang-senang hingga tidak lagi rasa takut, yang ada hanya tawa di setiap waktunya.

Thursday, February 5, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 5}

Di kelas
    Saat aku sedang mengerjakan tugas dan Jungkook sedang bermain handphone, Narsha pun datang.
Narsha : "Hai kalian disini, tadi aku melihat kau dan para lelaki serta 1 perempuan di kantin. mengapa cepat sekali kalian kembali ?"
JungKook : "Temanmu yang satu ini kakinya bagaikan kuda, bahkan ia berjalan dengan sangat cepat."
Park Yeosin : "Jangan dengarkan dia, dia sedang tidak beres."
Jungkook : "Aku baik-baik saja."
Narsha : "Kalian ini sepertinya sulit untuk bisa akur." Kembali ke tempat duduknya.
    Beberapa menit kemudian guru pun masuk dan jam pelajaran pun dimulai.
    Tepat jam 2:30pm bel pulang pun berbunyi. Song Jiyul dan teman lelakinya ke kelasku.

Song Jiyul : "Yeosin-ah apa kau mau ikut bersama kami ke cafe ?"
Park Yeosin : "Sepertinya tidak bisa, aku harus pergi bekerja."
Song Jiyul : "Kau  bekerja ? dimana ? boleh aku tau ?"
Park Yeosin : "Aku akan memberitahumu nanti, sekarang aku buru-buru harus ke tempat kerjaku. aku pergi dulu."
Song Jiyul : "Yeosin-ah." berteriak "hah dia selalu seperti itu."
Jung Heoseok : "Aku tau dimana ia bekerja. naik ke mobil aku yang akan menyetir."

Di Mobil
Song Jiyul : "Apa kau benar-benar tau dimana Yeosin bekerja ?"
Jungkook : "Tenang saja, Heoseok hyung tidak akan keliru dengan itu."

Sampai si cafe tempatku bekerja
Kim Seokjin : "Heoseok-ah kau bilang ingin ke tempat kerja Yeosin. mengapa jadi kesini ?"
Jung Heoseok : "Duduk saja dulu. aku akan memesan."

Di Tempat Memesan
Park Yeosin : "Selamat datang, ingin pesan apa ?" seketika terkejut.
Park Yeosin : "Kau ? mengapa kau kesini ? apa kau bersama yang lain ?"
Jung Heoseok : "Tentu saja. aku ingin pesan 7 caffe latte, 5 kentang gorang tolong di sajikan di piring dan dijadikan 1 ya."
Park Yeosin : "baiklah kau bisa menunggu di mejamu."
Jung Heoseok : "Jiyul ingin tau tempat kerjamu. aku sengaja kesini untuk memberitahunya. ku harap kau yang akan mengantarnya ke meja agar jiyul  melihatmu."
Park Yeosin : "Baiklah."

Beberapa saat kemudian. makanan diantarkan ke meja mereka.
Jung Heoseok : "Itu dia pesanannya  datang." Berdiri dan menghampiri yeosin dan membantunya.
Park Yeosin : Bingung "hei, itu tidak perlu kau lakukan. itu adalah tugasku."
Jung Heoseok : "Sudahlah, biar akau yang menatanya. Kau duduk disini."
Song Jiyul : "Jadi kau bekerja disini ? keren sekali kau bisa bekerja di cafe sebesar ini."
Park Yeosin : Hanya tersenyum sambil menundukan kepala.
Song Jiyul : "Tapi bukankah ayahmu tidak pernah setuju jika kau bekerja ?"
Park Yeosin : "Kau tau dari mana ?"
Song Jiyul : "Ayahmu sendiri yang menceritakannya padaku."
Jungkook : "Mengapa kau bisa di terima menjadi pelayan disini. semua pelayan disini ramah-ramah tidak sepertimu."
Park Yeosin : "hei, beraninya kau berbicara seperti itu."
Jung Heoseok : "Jungkook-ah, kau tidak seharusnya berbicara seperti itu."
Jungkook : "Maafkan aku."
Taehyung : "Sejak kapan kau bekerja disini ?"
Park Yeosin : "Sejak cafe ini mulai di buka."
    Semua terkejut saat aku berkata seperti itu.
Park Yeosin : "Mengapa kalian terkejut seperti itu ?"
Song Jiyul : "Yeosin-ah itu sangat hebat. sudah berapa bulan cafe ini di buka ?"
Park Yeosin : "Belum lama. baru 5 bulan."
Taehyung: "woaahh, baru 5 bulan tapi cafe ini sudah seramai ini dan sebesar ini. sangat kkeren."
Park Yeosin : "Ini hanya cabangnya. pusatnya ada lagi. itulah alasan mengapa cafe ini sebesar ini dan bisa seramai ini."
Taehyung : "oh seperti itu rupanya."
Park Yeosin : "Maafkan aku tapi aku harus kembali untuk bekerja, permisi."

Saat aku sudah kembali untuk bekerja
Taehyung : "Wanita itu hebat. dia bersekolah sambil bekerja, itu suatu hal yang tidak mudah."
Kim Namjoon : "Sudahlah habiskan ini lalu kita kembali pulang."

Sesaat sesudah mereka selesai makan
Di mobil
Taehyung : "Hyung cafe itu bagus, kita bisa jadikan cafe itu sebagai tempat berkumpul."
Jung Heoseok : "Ku dengar disini ada tempat khusus yang di sewakan untuk tempat berkumpul. kita bisa menyewakannya setiap minggu jika kalian mau."
Taehyung : "Sewakan saja, lagi pula jadwal kita setiap hari minggu memang kosong dan kita sering memakainya untuk berkumpul saja. daripada hanya jalan-jalan dan berbelanja itu terlalu menghabiskan uang."
Jungkook : "Apakah di sana ada fasilitas seperti game atau semacamnya ? jika hanya berkumpul saja itu akan membosankan."
Jung Heoseok : "Tenang saja semua fasilitas ada, yang penting kita berani bayar mahal di cafe itu. Jika kalian mau aku bisa pesan kan besok untuk setiap hari minggunya."
Song Jiyul : "Aku setuju untuk itu, sepertinya lebih asik. sekaligus bisa menjadi tempat latihan untuk kalian. bukankah kalian ini masih menjadi satu crew dalam street dance ?"
Jimin : "Ah kau benar, akhir-akhir ini sulit mencari tempat untuk latihan."
Jung Heoseok : "Baiklah besok aku akan berbicara dengan pemilik cafe ini."
Jungkook : "Mengapa tidak coba bicara saja pada yeosin, dia kan bekerja disini."
Seok jin : "Jungkook-ah, Yeosin bukanlah pemilik cafe itu."
Jungkook : "Kau benar, maafkan aku."

Keesokan Harinya
Di sekolah
    Yeosin yang sedang berjalan menuju kelas. Tiba-tiba jungkook datang dari belakangnya.
Jungkook : "Yeosin-sshi." Berteriak
    Yeosin yang mengetahui itu adalah suara jungkook ia langsung berjalan lebih cepat untuk menghindari jungkook.
Jungkook : "Yeosin-sshi tunggu sebentar, kau mau kemana terburu-buru seperti itu ? hey yeosin-sshi (menarik tangan Yeosin) mengapa kau terburu-buru ? kelas di mulai masih 1 jam lagi."
Yeosin : "ya aku tau, lalu kenapa kau sudah datang jam segini ? tidak biasanya."
Jungkook : "Memangnya tidak boleh jika aku datang lebih dulu ?"
Yeosin : "Terserah kau saja (meninggalkan jungkook)"
Jungkook : "Hey tunggu sebentar."
Yeosin : "Apa lagi ?"
Jungkook : "Aku ingin ikut."
Yeosin : "ikut ? kemana ?"
Jungkook : "Kau ingin kemana ?"
Yeosin : "Aku ? aku ingin ke perpus."
Jungkook : "Kalau begitu ayo cepat (Menarik tangan Yeosin)"
Yeosin : "Hey, hey lepaskan tanganku (sambil memukul tangan jungkook yang menarik tangannya)"

    Yeosin terus memukul-mukul tangan jungkook dan terus berteriak ke jungkook untuk melepaskan tangannya hingga akhirnya mereka sampai di perpus. saat membuka pintu Yeosin terkejut karna semua orang yang ada di perpus menatap ke arahnya. Yeosin pun langsung terdiam dan menutup mulutnya.
    Jungkook masih menarik tangan Yeosin sampai akhirnya jungkook melepaskannya saat sudah sampai di meja yang tepat berada di sebelah kanan berada tepat di depan kaca.

Jungkook : "Mengapa masih berdiri disitu ? apa harus aku bukakan tempat dudukmu ?"
Yeosin : "Tidak, tidak terimakasih. aku bisa duduk sendiri."
Jungkook : "Buku apa yang ingin kau baca ? biar aku carikan."
Yeosin : "Tidak perlu. aku hanya ingin melanjutkan tugasku."
Jungkook : "Tugas ? tugas apa lagi ? bukankah kemarin tugas itu sudah selesai ?"
Yeosin : "Ini tugas yang aku buat sendiri. percuma jika aku jelaskan, tidak terlalu penting untukmu (Sambil mengeluarkan dan membuka laptopnya)"

    Jungkook hanya menganggukan kepalanya. setelah lama menemani Yeosin menyelesaikan tugasnya akhirnya Yeosin menutup laptopnya dan memasukannya ke dalam tas.

Jungkook : "Apa tugasmu sudah selesai ?"
Yeosin : "Belum."
Jungkook : "Mengapa tidak di selesaikan ?"
Yeosin : "Jika aku selesaikan sekarang juga akan sampai berhari-hari."
Jungkook : "Memangnya tugas itu sulit ?"
Yeosin : "Tidak, hanya memerlukan sebuah inspirasi saja."
Jungkook : "Boleh aku melihatnya ?"
Yeosin : "Kau boleh melihatnya jika sudah selesai."
Jungkook : "kurasa itu akan lama."
Yeosin : "Sudahlah, aku ingin ke kantin. kau mau ikut atau disini ?"
Jungkook : "Lebih baik aku ikut."

Di Kantin
Jungkook : "Biar aku pesankan minuman."
Yeosin : "Terserah kau saja." (jawab dengan cueknya)

    Setelah mendapatkan minum jungkook langsung menuju ke bangku tempat yeosin duduk.

Jungkook : "Ini untukmu."
Yeosin : "Berapa harganya ?" (sambil mengambil dompetnya di dalam tas)
Jungkook : "Tidak usah, aku yang traktir. simpan saja uangmu."
Yeosin : "baiklah." (dengan wajah juteknya)
Jungkook : "Sepulang sekolah nanti kau ingin kemana ?"
Yeosin : "Kerja."
Jungkook : "Boleh aku ikut ? aku tidak akan mengganggu tenang saja."
Yeosin : "TIDAK BOLEH." sambil mengarahkan kedua matanya ke arah jungkook dengan tatapan sinis.
Jungkook : "Sekali ini saja, aku hanya ingin melihatmu bekerja."
Yeosin : "Aku izinkan tapi dengan syarat."
Jungkook : "Apa itu ?"
Yeosin : "Jangan mengganggu hanya duduk diam tanpa berkata apapun kau mengerti !"
Jungkook : "Oke kalau begitu."

Wednesday, February 4, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 4}

Keesokan harinya
    Di depan pintu masuk sekolah aku melihat banyak orang berkerumunan.
Park Yeosin : “Narsha, ada apasih ? kok pada lari gitu ?”
Narsha : “Ada cowo-cowo ganteng, kayanya anak baru. Sudah ya, aku penasaran ingin melihatnya.”
Park Yeosin : “oh iyaa.”
Park Yeosin : “Aku yakin, pasti 5 cowo itu. Hah wanita disini cepat sekali tertarik pada seseorang.”
Di Kelas
    Salah satu dari mereka ada yang masuk kelasku.
Narsha : “Yeosin-ah, lihat. Itu cowo yang tadi apa kau melihatnya ?”
Park Yeosin : “Aku sudah tau.” Jawabku dengan sedikit jutek.
Narsha : “Kau mengenalnya ?”
Park Yeosin : “bukan aku, tapi Song Jiyul yang lebih mengenalnya.”
Narsha : “Siapa Song Jiyul ?
Park Yeosin : “Dia sahabatku sewaktu kecil, dia baru kembali dari amerika dan bersekolah disini.”
Narsha : “bagaimana dengan lelaki itu ? apa mereka semua juga berasal dari amerika ?”
Park Yeosin : “Ya sepertinya.”
Narsha : “Waaahhh, keren.”
    Lelaki itu mendekatiku dan narsha.
Jeon Jungkook : “Hai, kita bertemu lagi. Ternyata aku sekelas denganmu.”
Narsha : “Kalian sudah pernah bertemu ?”
Park Yeosin : “mereka datang ke rumahku kemarin.”
Narsha : “oh gitu, oh iya perkenalkan aku narsha.” Sambil mengajaknya bersalaman.
Jeon Jungkook : “aku Jeon JungKook.”
Narsha : “Senang bertemu denganmu. Duduklah disini.” Menunjukkan bangku yang berada di sebelah kanan Park Yeosin.
Jeon Jungkook : “Terimakasih.”
    Narsha senyum-senyum pada lelaki itu. Aku yang melihatnya sedikit aneh. Tapi aku berusaha untuk tidak perduli dengan itu.
    Bel Istirahat berbunyi. Semua siswa telah keluar kelas hanya tinggal aku, Narsha dan Jungkook.
Narsha : “apa kau ke kantin Yeosin-ah ?
Park Yeosin : “Sepertinya tidak aku ingin makan di kelas saja, aku membawa bekal.”
Narsha : “bagaimana denganmu Jungkook ?”
Jungkook : “Aku belum ingin kesana.”
Narsha : “Baiklah, aku akan ke kantin sendiri, bye.”
    Setelah narsha keluar aku melihat jungkook mengangkat telefon. Ia hanya berbicara singkat di telefon. Setelah ia selesai menelfon aku mengeluarkan bekalku. Tapi, seketika jungkook mengambil bekalku dan menarik tanganku.
Park Yeosin : “Hei apa-apaan ini, lepaskan tanganku hei hei.”
Jungkook : “Ikuti saja dulu.”
Park Yeosin : “ Memangnya kita mau kemana ? apa kau tidak tau aku lapar ? aku ingin makan bekalku, kembalikan itu.”
Jungkook : “Nanti akan ku kembalikan.”
Park Yeosin : “Kembalikan itu sekarang, aku ingin kembali ke kelas.”
Jungkook : “Tidak kau tidak boleh kembali ke kelas. Kau harus ikut denganku. Cukup diam dan ikuti saja.”
    Aku hanya menggerutu dalam hati dan menunjukkan wajah kesal dan tidak sukaku terhadap perlakuan jungkook terhadapku. setelah sampai di suatu tempat.
Jungkook : “Tunggu disini.”
    Aku hanya diam dan duduk sambil menunggu. Setelah jungkook kembali.

Song Jiyul : “Yeosin-ah. Ku dengar kau sekelas dengan jungkook. Bagaimana dengannya, apa kau senang ?”
Park Yeosin : “apa kau yang menelfonnya tadi dan menyuruhku kesini ?”
Song Jiyul : “Iya, memangnya kenapa ? kau tidak suka ya ?”
Park Yeosin : “Aku tidak suka dengan caranya mengajakku kesini, bukankah berbicara saja itu lebih sopan. Tinggal bilang kalo aku disuruh ke kantin untuk bertemu denganmu. Tidak perlu menarik apalagi mengambil bekalku secara paksa.” Ucapku sambil menatap jungkook dengan tatapan sinis.
Jungkook : “mereka menyuruhku cepat jadi aku langsung saja menarikmu, akan lama jika memberi tahumu terlebih dulu.”
Park Yeosin : Aku hanya menghela nafas.
Song Jiyul : “Sudahlah, mari kita makan. Aku sudah memesan untuk kita semua.”
Park Yeosin : “Uh tapi, aku membawa bekal.”
Song Jiyul : “Simpan saja bekalmu, kekasihku mau mentraktir kita semua.”
Park Yeosin : “hmm, baiklah.”
    Tak lama kemudian makanan datang. Semua makanan sudah tersedia dan kami langsung memakannya. Beberapa saat kemudian setelah kami selesai makan.

Park Yeosin : “Apa ini sudah selesai ? aku ingin kembali ke kelas. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan.”
Song Jiyul : “kita baru saja selesai, tak bisakah menunggu sampai bel masuk ? kau ini selalu saja ingin cepat-cepat.”
Park Yeosin : "Jiyul-ah, aku dapat tugas tadi dari pak guru jadi aku harus menyelesaikannya sebelum bel masuk. kita bisa ngobrol-ngobrol lagi sepulang sekolah nanti."
Song Jiyul : "Baiklah sampai jumpa pulang sekolah nanti."
Park Yeosin : Tersenyum pada Jiyul. "Hei, Kau masih ingin disini atau kembali ke kelas bersamaku ?"
Jungkook : “Kau berbicara padaku ?”
Park Yeosin : "Tentu saja denganmu, memangnya ada yang lain yang juga sekelas denganku ?"
Jungkook : "Oh, baiklah kita ke kelas bersama. kajja."

Saat sedang menuju ke kelas
Jungkook : "Yeosin-ah, mengapa sikapmu berbeda ?"
Park Yeosin : "Apa maksudmu ?
Jungkook : "Ketika berbicara padaku sikapmu begitu dingin bahkan jutek tapi jika dengan jiyul eonnie kau justru begitu manis."
Park Yeosin : "Dia itu sahabatku wajar jika aku bersikap baik padanya. dia juga seseorang yang banyak membantuku selama ini."
Jungkook : "Bagaimana denganku ?"
Park Yeosin : "Kau hanyalah seseorang yang aku kenal dari Jiyul. dan kau belum bisa disebut temanku atau sahabatku."
Jungkook : "Belum ? bukan berarti tidak. artinya tidak menutup kemungkinan bahwa aku bisa jadi sahabat atau mungkin lebih dari sahabtmu iyakan ?" Menggoda.
Park Yeosin : "Tidak semudah itu. sudah tutup mulutmu itu."

Tuesday, February 3, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 3}

Keesokan Paginya
Minggu 10 Februari 2014
    Pagi Ini sangat menyejukkan, aku berlari di sekitar taman dekat rumahku utnuk berolahraga. Banyak orang yang datang kesini karna memang orang-orang yang tinggal di daerah ini selalu berolahraga di tempat ini.

Park Yeosin : “sudah lama aku tidak berolahraga seperti ini. Kurasa kakiku sudah sedikit melemah dan mudah lelah. Ini efek dari malas yang pelihara beberapa minggu ini.” Berbicara sendiri sambil duduk di bangku taman.

    Tidak lama ada seseorang yang menyapaku.

Song Jiyul : “Yeosin-ah.” Melambaikan tangannya padaku.

    Aku yang melihatnya dari jauh terlihat samar dan ragu apa aku mengenalnya atau tidak. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri.
    Seseorang yang memanggil dan melambaikan tangannya padaku tadi akhirnya menghampiriku.

Song Jiyul : “kau hanya sendiri ?”
Park Yeosin : “ah ternyata kau song jiyul. Aku hampir tidak mengenalimu dari kejauhan. Kapan kau kembali ke korea ?”
Song Jiyul : “kemarin sore, bahkan aku ke rumahmu. Tapi ayahmu bilang bahwa kau belum pulang kerja jadi aku hanya mampir sebentar lalu pulang ke rumah.”
Park Yeosin : “Ayahku tidak memberitahuku jika kau datang ke rumah kemarin.”
Song Jiyul : “Aku yang menyuruhnya untuk tidak memberitahumu, aku ingin menemuimu sendiri tanpa kau tahu bahwa aku sudah disini.”
Park Yeosin : “baiklah. Tapi kenapa kau kembali ke korea ? bukankah kau masih harus melanjutkan sekolahmu disana ? apa kau sedang liburan ?”
Song Jiyul : “Aku memutuskan untuk pindah sekolah kesini agar bisa bersama orangtuaku. Jauh dari orang tua sangat tidak enak walau mungkin aku sudah terbiasa setelah satu tahun disana tapi tetap saja karna kesibukanku jadi sulit untuk menghubungi orangtuaku ketika aku merindukannya.”
Park Yeosin : “Memang sulit, lebih baik kau bersekolah di sekolahku. Jadi kita bisa berangkat dan pulang bersama. Kau tidak akan kesepian jika bersamaku.”
Song Jiyul : “Aku memang akan bersekolah di sekolahmu mulai besok."
Park Yeosin : “Benarkah ? woaahh itu berarti aku akan punya teman baru di sekolah.”
Song Jiyul : “Kita sudah berteman lama, tidak pantas lagi di sebut teman baru.”
Park Yeosin : “Kita memang sudah lama kenal, tapi jika satu sekolah bersama itukan baru iya kan ?”
Song Jiyul : “Kau ini bisa saja.”
Park Yeosin : “ayo kita ke rumahku, kau belum sarapan kan ? aku akan memasakan sesuatu untukmu.”
Song Jiyul : “Aku memang lapar pagi ini. Ayo.”

Sampai Rumah
Park Yeosin : “Ayah aku pulang dan membawa tamu.”
Ayah : “Siapa itu ?” berteriak dari kamar mandi.
Park Yeosin : “Song Jiyul ayah.”
Ayah : “oh selamat datang Jiyul-ah.” Sembari berjalan menuju aku dan song jiyul.
Song Jiyul : “Ahjussi apa kabar ?”
Ayah : “Duduklah disini Jiyul. Dan Yeosin pergi ambilkan minuman. Ayah akan pergi karna dapat panggilan dari kantor tadi.”
Park Yeosin : “Iya ayah hati-hati di jalan.”
Song Jiyul : “Hati-hati Ahjussi.”
Park Yeosin : “Kau ingin ikut memasak atau menunggu disini ?”
Song Jiyul : “aku akan ke dapur jika aku mulai bosan.”
Park Yeosin : “Baiklah jika seperti itu.” Sambil menuju ke Dapur.

Beberapa saat kemudian
Song Jiyul : “Yeosin-ah, apa aku boleh mengajak teman-teman lelaki ku kesini ? aku sudah lama tidak bertemu mereka. Bolehkah ?”
Park Yeosin : “Kau mempunyai teman lelaki ?”
Song Jiyul : “sebenarnya salah satu dari mereka adalah pacarku, dan yang lainnya adalah teman pacarku.”
Park Yeosin : “Jika seperti itu suruh mereka datang saja. Aku akan memasak banyak hari ini.”
Song Jiyul : “aahh Terimakasih, kau memang sahabat terbaikku.” Sambil Mencubit pipiku.
Park Yeosin : “Kau selalu seperti ini jika ada maunya.”
Song Jiyul : “Hehe, aku akan menelfon mereka dan menunggu mereka di luar.” Berjalan keluar.

    Tak lama kemudian makanan siap dan aku menyiapkan meja makan serta menaruh makanannya diatas meja. Setelah selesai, aku menghampiri Song Jiyul yang sedang menunggu temannya di luar.

Park Yeosin : “Apa temanmu sudah datang ?”
Song Jiyul : “Sebentar lagi mereka sampai. Sedikit sulit menemukan alamatmu. Mereka juga baru disini.”
Park Yeosin : “Aku menunggu di dalam ya, jika sudah datang suruh saja mereka masuk dan ke meja makan, makanan sudah siap. Aku hanya tinggal membuat minumnya.”
Song Jiyul : “Oke.”

Beberapa saat kemudian mereka datang
Song Jiyul : “Aku menunggu lama disini.”
Kim Seokjin : “Maafkan aku Chagi, sulit menemukan alamat ini. Kami hampir tersesat tadi.”
Song Jiyul : “Yasudah, mari kita masuk, kalian pasti lapar. Temanku sudah menyiapkan makanan untuk kita.”

Di Meja Makan
    Semua sudah menempati tempat duduknya. Sedangkan Park Yeosin masih berada di dapur menyiapkan minuman. Setelah minuman sudah siap aku mengantarnya ke meja makan.
Park Yeosin : “Minuman sudah datang.”
    Setelah menaruh minum aku memperhatikan teman laki-laki song jiyul. Saat aku melihatnya aku terkejut, ternyata mereka adalah pelangganku kemarin 5 orang pria yang terlihat sombong seperti anak populer. Aku terdiam sambil melihat mereka saat itu.
Song Jiyul : “Yeosin-ah, Kau tidak apa-apa ?
Park Yeosin : “Oh, Aku tidak apa-apa.”
Park Yeosin : “Silahkan di cicipi makanannya, pasti kalian lapar.”
5 Lelaki : “Nde..”
    Setelah selesai makan
Park Yeosin : “Kalian pergi ke ruang tv saja aku akan membereskan ini. Jiyul-ah antarkan mereka dan nyalakan saja tv agar mereka bisa menonton.”
Song Jiyul : “Nde.”
    Saat aku sedang merapikan piring bekas kami makan di dapur ada seorang lelaki yang datang. Tanpa berbicara ia langsung mengambil spons dan piring yang sedang ku bersihkan.
Park Yeosin : “Hei, apa yang kamu lakukan. Hentikan, biar aku saja.”
    Lelaki itu hanya diam dengan tetap mengerjakan pekerjaanku. Aku yang melihatnya hanya diam dan membiarkannya sampai selesai.

Jung Heoseok : “Namaku Jung Heoseok. Maaf sudah mengagetkanmu tadi. Aku hanya ingin membantu.”
Park Yeosin : “oh Terimakasih sudah mau membantu, tapi lain kali jangan seperti itu, seseorang pasti akan marah jika kau seperti itu.” Ucapku sambil mengeringkan tempat ujung tempat cuci piring dengan lap.
Jung Heoseok : “Apa kita pernah bertemu sebelumnya ? Aku merasa pernah melihatmu.”
Park Yeosin : “Bagaimana dengan cafe yang kau kunjungi kemarin ?”
Jung Heoseok : “oh iya, bukankah kau pelayan itu ? aku yang memesan kemarin. Pantas saja aku seperti mengenalmu.”
Park Yeosin : “ini sudah selesai, Kau duluan saja ke ruang tv. aku ingin mengganti bajuku terlebih dulu.”
    Lelaki itu pun berjalan menuju ruang tv, dan aku bergegas ke kamar untuk mengganti bajuku. Setelah selesai aku langsung ke ruang tv.

Song Jiyul : “Yeosin-ah, kemarilah.”
Song Jiyul : “Aku akan memperkenalkan mereka padamu. Ini adalah kekasihku Kim SeokJin. Ini Kim Taehyung, ini Park Jimin, Jeon Jungkook, dan Jung Heoseok.”
Song Jiyul : “Dan teman-teman perkenalkan ini temanku park Yeosin. Dia masih seumuran dengan ku dia adalah sahabatku dari kecil dia sangat baik.”
5 lelaki : “Hallo” dengan nada yang berbeda-beda. Ada yang sangat gembira, ada juga yang menggunakan nada datar.
Park Yeosin : “hallo. Senang berkenalan dengan kalian. Oh iya, jiyul-ah bukankah besok kau sudah mulai masuk ?”
Song Jiyul : “iya, mereka juga akan ikut denganku.”
Park Yeosin : “Maksudmu mereka juga akan bersekolah disana ?” Dengan wajah yang sedikit terkejut dan bingung.
Song Jiyul : “Tentu, untuk apa mereka kesana kalau bukan untuk bersekolah.”
Park Yeosin : “oh baiklah.”

    Waktu berjalan sangat cepat setelah bersenang-senang mereka pun bersiap-siap untuk pulang.
5 Lelaki : “Terimakasih untuk makanan dan tempatnya, maaf sudah merepotkan.”
Park Yeosin : “Iya sama-sama, terimakasih sudah mau main kesini.”
Song Jiyul : “Sampai jumpa besok, dan kau jaga dirimu untuk besok. Aku tak sabar bertemu kau di sekolah.”
Kim SeokJin : “aku juga tidak sabar bertemu denganmu besok.” Sambil mengusap pipi Song Jiyul.
    Mereka pun segera masuk ke dalam mobil setelah berpamitan.

Monday, February 2, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 2}



Saat jam istirahat aku dan lee hyuk chan keluar untuk makan siang. Aku biasa duduk di belakang cafe sambil saling bercerita dan berbincang-cincang dengan lee hyuk chan. Lee hyuk chan menceritakan soal 5 lelaki tadi padaku.
Lee Hyuk Chan : “hei, apa kau melihat 5 lelaki tadi itu ? saat aku ke toilet tadi aku melihat mereka. Ugh mereka benar-benar lelaki yang sangat tampan. Jika saja aku dan mereka seumuran. Hei, bukankah mereka itu seumuran denganmu ?”
Park Yeosin : “entahlah, kurasa umur mereka 2 atau 3 tahun diatasku.”
Lee hyuk chan : ”ah mungkin benar.”
Park Yeosin : ”kurasa mereka lelaki yang populer di sekolahnya”
Lee Hyuk Chan : ”itu sangat terlihat jelas, wajahnya saja benar-benar sangat tampan. Jika kau bisa melihatnya mereka mempunyai tulisan “POPULER” di jidatnya.”
Park Yeosin : “apa itu benar-benar tertulis di jidat mereka ? aku tidak melihatnya”
Lee Hyuk Chan : “Hei aku hanya bergurau, kau ini sudah berapa lama mengenalku ? masih saja tidak ada perubahan dari otakmu.”
Park Yeosin : “otakku baik-baik saja sejak awal.”
Lee Hyuk Chan : “ah sudahlah habiskan makananmu kita harus kembali bekerja.”
Park Yeosin : “eonnie-ah sepulang bekerja nanti temani aku ke suatu tempat ya. Ada sesuatu yang ingin aku beli dan aku butuh pendapatmu untuk itu.”
Lee Hyuk Chan : “baiklah, tapi kau harus membelikanku sesuatu juga ya. Aku sedang ingin memakan sesuatu saat ini.”
Park Yeosin : “Seharusnya kau yang mentraktirku, kau kan seniorku hehehe.”
Lee Hyuk Chan : “Aku tidak bisa berdebat dengan itu.” Sembari berdiri dan kembali ke ruangan.
Park Yeosin : “eonnie-ah tunggu aku.” Sambil berlari ke arah Lee Hyuk Chan

          Aku kembali pada pekerjaanku. Beberapa jam kemudian tepat jam 6 sore waktunya pulang.
Di ruang ganti
Park Yeosin : “Terimakasih kerja kerasnya hari ini, terimakasih semuanya.”
Pegawai lain : “iyaa.”
Di depan cafe
Park Yeosin : “Ada yang menelfon. Aku mengangkat telfon dulu sebentar.”
Lee Hyuk Chan : “Nde.”
Percakapan telefon
Park Yeosin : “Hallo”
Ayah : “Yeosin-ah, dimana kau ? bukankah seharusnya kau sudah pulang sekarang ?
Park Yeosin : “aku memang sudah pulang yah, tapi aku ingin ke suatu tempat dulu bersama hyuk chan eonnie. Hanya sebentar dan tidak akan lama.”
Ayah : “baiklah jangan pulang lewat dari jam malam kau mengerti ?”
Park Yeosin : “iya ayah. Aku tidak akan di luar sampai lewat jam malamku, aku kan selalu pulang tepat waktu.” Sambil tertawa kecil.
Ayah : “yasudah, hati-hati kau disana.”
Park Yeosin : “Nde, Aku sayang ayah. Jangan terlalu mengkhawatirkanku yaa.” Menutup telfonnya.

          Lee Hyuk Chan mendekatiku.
Lee Hyuk Chan : “Apa itu ayahmu ?”
Park Yeosin : “iya itu ayahku.” Sambil menaruh handphone ke saku jaketku.
Lee Hyuk Chan : “bahkan hanya telat sedetikpun kau sudah di telfon olehnya.”
Park Yeosin : “Kau iri ya ?” godaku “dia seperti itu karna mengkhawatirkanku dan terlalu menyayangiku.” Godaku lagi.
Lee Hyuk Chan : “Hei, kau mencoba membuatku terlihat buruk ya ?”
Park Yeosin : “tidak, aku hanya menggodamu saja.”
Lee Hyuk Chan : “dasar kau anak kecil.”
Park Yeosin : “Kau akan cepat tua jika terus memasang muka seperti itu.” Sambil menggandengnya lalu mulai berjalan.
Lee Hyuk Chan : “apa dengan aku marah umurku langsung bertambah 10 tahun dan menjadi 32 tahun ? itu tidak mungkin.”
Park Yeosin : “bukan umurmu tapi wajahmu yang akan mulai mempunyai banyak kerutan disini, disini, dan disini.” Sambil menunjuk mata, pipi dan dagu Lee Hyuk Chan.
Lee Hyuk Chan : “hei beraninya kau.” Sambil menolak tangan Park Yeosin.
Park Yeosin : “kau lebih cantik jika tersenyum. Jadi tersenyum lah seperti ini.” Sambil membuat senyuman di bibir Lee Hyuk Chan.
Lee Hyuk Chan : “hmmm. Terserah kau saja.”
          Di perjalan aku selalu menggoda Lee Hyuk Chan eonnie ku tersayang ini. Aku tau mungkin dia kesal, tapi dia tidak pernah benar-benar marah padaku. Mungkin karna dia memaklumi aku. Seorang wanita remaja yang masih butuh waktu untuk bersenang-senang hingga bisa menjadi dewasa.
          Setelah beberapa menit berjalan sampai lah kami di toko barang-barang mewah. Banyak barang-barang yang bagus disini, jelas saja barang-barang yang ada disini semuanya mahal jadi sudah pasti bagus dan kualitasnya terjamin.

Lee Hyuk Chan : “ini toko yang menjual barang-barang yang sangat mahal, bagaimana kau bisa berfikir untuk pergi kesini ? kau ingin membeli sesuatu disini ? apa kau punya uang ?”
Park Yeosin : “Aku sudah memikirkan ini sejak lama, aku ingin membeli suatu barang untuk ayah karna sebentar lagi dia akan berulang tahun yang ke-40. Apa salahnya jika aku memberi sesuatu yang mahal untukknya ? bahkan selama ini dia menghabiskan banyak uang untukku hingga aku bisa menjadi sebesar ini.”
Lee Hyuk Chan : “ya aku tahu itu, tapi apakah kau mempunyai uang untuk membelinya ?”
Park Yeosin : “Aku tidak mungkin kesini jika aku tidak mempunyai uang. Tenang saja, aku sudah mengumpulkan uang hasil kerjaku dari pertama aku kerja hingga sekarang.”
Lee Hyuk Chan : “apa itu cukup ?”
Park Yeosin : “Ya kurasa, ayo kita masuk. Orang-0rang akan berfikir kita aneh jika hanya berdiri di depan toko dan hanya memperhatikan toko ini.”

          Kami pun masuk ke dalam toko tersebut. Saat aku melihat barang-barang itu aku ingin membeli semuanya untuk ayah. Tapi saat aku melihat harga dari masing-masing barang itu sangat mahal. Jika aku membeli semua yang aku inginkan untuk ayahku uangku tidak akan cukup jadi aku hanya harus memilih satu diantaranya.
          Setelah lama mencari akhirnya pilihan tertuju pada jam tangan atau arloji yang pernah di berikan almarhum ibuku untuk ayah.

Park Yeosin : “Eonnie, lihat ini. Bukankah ini bagus ?” sambil menarik dan menunjukkan jam tangan pilihanku pada Lee Hyuk Chan.
Lee Hyuk Chan : “Jika kau merasa itu bagus dan cocok untuk ayahmu ambil saja yang itu.”
Park Yeosin : “Ini seperti jam tangan yang di berikan ibu untuk ayah sebelum ibu meninggal. Tapi jam itu rusak karna aku pernah tidak sengaja melemparnya sewaktu umurku masih 10 tahun. Aku ingin membelikan ini sebagai gantinya.”
Lee Hyuk Chan : “Aku benar-benar lelah, ambil lalu bayar setelah itu kita pulang.”
Park Yeosin : “Baiklah.” Sambil tersenyum lebar lalu pergi ke kasir.

          Setelah selesai kami langsung pulang ke rumah masing-masing.
Di Rumah
          Ayah yang sedang duduk di bangku sambil menonton tv.
Ayah : “Kau sudah pulang ?”
          Aku terkejut saat ayah berkata seperti itu, kukira ayah berada dikamarnya.
Park Yeosin : “Ayah, mengagetkan saja. Apa ayah menungguku disini ?” sembari menuju bangku tempat ayah duduk, lalu duduk di samping ayah.
Ayah : “Bagaimana menurutmu ?”
Park Yeosin : “Ayah, bukankah aku sudah bilang jangan mengkhawatirkanku. Aku akan kembali dengan selamat. Aku kan sudah mulai dewasa ayah.”
Ayah : “Kau itu wanita remaja yang sedang mencari jati dirimu, belum sepenuhnya kau dewasa. Pantas jika ayah masih mengkhawatirkanmu.”
Park Yeosin : “Yasudahlah. Aku lelah aku akan ke kamarku untuk istirahat. Selamat malam ayah.” Sambil mencium pipi ayah.


Di Kamar
          Aku langsung menaruh jam tangan di lemari bajuku agar tidak terlihat oleh ayah. Lalu setelah itu aku menaruh tas dan mengganti bajuku lalu pergi tidur.