Thursday, January 29, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART I}



                                                       완벽한 여자
                                              Perfect woman
            Sabtu, 9 Februari 2014
            Pagi yang cerah, berjalan di tepi jalan dan merasakan sejuknya udara di pagi hari. Langkahku terhenti karna sesuatu yang menarik perhatianku. Sesuatu hiburan di taman. Banyak orang yang datang.
            Saat aku melihatnya ternyata sebuah acara sulap yang setiap minggunya memang mereka memperlihatkan kebolehannya. Setelah rasa penasaranku hilang aku melanjutkan kembali perjalananku. Semua orang terlihat gembira pagi ini. Semua orang menunjukkan senyumannya padaku.
            Perkenalkan namaku Park Yeosin. Ayahku yang memberi nama itu. Aku wanita remaja yang lahir pada tahun 1997. Kini aku berumur 16 tahun. Aku bersekolah di Ansam Vocational High School Of Media And Arts. Sekolah kejuruan yang mengkhususkan diri dalam pelatihan profesional di bidang Desain, Media, dan Produksi. Sekolah ini terletak di daerah Samjukmyeon City, Provinsi Gyeonggi-do Korea Selatan.
            Hari ini hari minggu, semua orang yang seumuran denganku mungkin libur tapi tidak denganku. Setiap sepulang sekolah dan hari libur atau weekend seperti ini aku selalu  pergi bekerja di sebuah cafe yang menyajikan berbagai makanan dan kopi yang banyak di sukai oleh berbagai kalangan.
            Mungkin diumurku yang sekarang seharusnya aku lebih fokus terhadap sekolahku, tapi aku bekerja karena aku ingin seperti ayahku, bisa menerima uang hasil jeripayahnya. Ayahku juga bekerja sebagai office boy di salah satu perusahaan terkenal di Korea. Ayahku tidak pernah setuju jika aku bekerja, tapi aku selalu keras kepala dan tetap bekerja karna aku sudah menyukai pekerjaanku saat ini.
          Singkat cerita. Hari ini cafe tempatku bekerja sedang ramai pengunjung. Cafe tempatku bekerja sebenarnya baru saja didirikan sekitar 5 bulan yang lalu. Aku bekerja disini sejak awal dibuka atau diresmikannya cafe ini, tepat pada tanggal 9 September 2013. Aku sangat dekat dengan pemilik cafe ini. Ia bernama kim jong gyu, umurnya 25 tahun hanya berbeda 9 tahun dariku.
          Tepat jam 8 pagi, aku sampai di tempat kerjaku dan langsung mengganti baju seragamku di tempat ganti milik pegawai. Aku bekerja sebagai pelayan disana. Semua pegawai lain menyapaku pagi ini aku merasa sangat senang mendapat banyak senyuman sejak aku berangkat sampai aku berada disini.
          Setelah selesai mengganti baju. Aku langsung ke posisiku. Tak lama pelanggan pertamaku datang. Seorang lelaki bersama teman-temannya. Dari cara jalannya kurasa mereka para lelaki populer di sekolahnya. Bahkan saat mereka lewat saja para pelanggan yang lain memandangi mereka dengan sangat serius.
“Aku pesan 5 caramel macchiato 3 bibimbap dan 2 teukbokki” ucap salah satu dari 5 pria tadi.
“Baiklah, tunggu sebentar” jawabku.
          Aku memberikan catatan pesanan pada lee hyuk chan, dia seorang koki di cafe itu. Dia juga seorang sahabatku, dia adalah seniorku atau subaenim. Tidak lama pesanan itu selesai. Aku yang mengantarkannya ke meja nomor 5 tempat para pria itu duduk.

“Pesanan datang, 5 Caramel macchiato 3 bibimbap dan 2 teukbokki. Jika anda perlu yang lain silahkan panggil kami, terimakasih” sambil menundukkan badanku (Bow)

          Baru sekitar 2 langkah salah satu dari mereka memanggilku.

“ah tunggu, aku pesan 5 sup lagi untuk makanan penutup ya”
“oh baiklah, tunggu sebentar” ucapku sambil tersenyum ke arah mereka semua.

          Aku berjalan ke jendela dapur

“5 sup untuk makanan penutup” ucapku sambil berteriak tidak terlalu keras.

          5 menit kemudian sup itu siap diantar ke meja. Seseorang berteriak kepadaku dari jendela dapur.

“5 sup penutup siap diantarkan”

          Aku langsung mengambil dan mengantar pesanan itu ke meja 5 tempat para lelaki tadi duduk.

“5 sup penutup telah sampai, selamat menikmati” dengan senyuman yang lebar

Setelah mengantar aku kembali ke posisiku dan melanjutkan pekerjaanku. Mencatat pesanan dan mengantarnya.

No comments:

Post a Comment