Friday, May 15, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 20}

    Saat ibu Jungkook dan Lee Hyuk Chan pergi keluar. Yang tertinggal hanya Jungkook dan Yeosin di ruangan.
Jungkook : "Bolehkah aku bertanya sesuatu ?"
Yeosin : "Nde."
Jungkook : "Ibuku berkata bahwa saat di perjalanan menuju rumah sakit tiba-tiba kau ada urusan mendadak. Sedangkan pada saat itu aku sempat melihatmu hanya berdiri di tepian jalan tanpa melakukan apapun. Saat diambulance aku sama sekali tidak melihatmu, aku hanya melihat suster atau perawat yang mengantarku dan memberi pertolongan pertama padaku. Aku merasa aneh, apa yang aku lihat dan yang ibuku katakan itu jauh berbeda."
Yeosin : "Lalu apa yang ingin kau tanyakan padaku ?"
Jungkook : "Kejadian itu, bukankah membuatmu mengingat kejadian yang menimpa ibumu dulu ? bukan aku sok tau, hanya saja saat kita di taman kau bercerita tentang ibumu dan kejadian yang menimpanya saat kau sedang pergi berlibur. Kejadian itu, apa sama persis dengan kejadian yang menimpaku ?"
    Yeosin terdiam sejenak mendengar apa yang dikatakan Jungkook.
Yeosin : "Tidak, tidak sama sekali."
Jungkook : "Benarkah ? lalu mengapa wajahmu seperti sangat terkejut saat melihat kecelakaan yang menimpaku kemarin ? jujur saja, aku mengerti apa yang kau pikirkan saat itu. Saat ini kau hanya tidak ingin mengungkit masa lalumu yang menyedihkan itu bukan ? Yeosin-ssi cobalah untuk terbuka padaku, aku memang sedikit aneh menurutmu, tapi aku juga pandai menjaga rahasia dan akan menjadi pendengar yang baik. Percayalah padaku."
Yeosin : "Semua itu  tidak ada kaitannya dengan masa laluku. Lupakan saja apa yang aku ceritakan kemarin. Anggap itu hanyalah cerita palsu yang ku buat."
Jungkook : "Bagaimana bisa aku menganggap semua itu palsu ? kau bercerita sesuai dengan kenyataan, dari wajahmu pun terlihat kau tidak berbohong. Itu semua sungguhan tanpa dibuat-buat."
Yeosin : "Terserah kau saja. Aku ingin keluar sebentar."
Jungkook : "Boleh aku ikut ?"
Yeosin : "Kau harus beristirahat, kakimu tidak akan sembuh jika kau tidak mau beristirahat. Aku pergi dulu."
Jungkook : "Arraseo."
    Setelah Yeosin keluar ruangan.
Jungkook : "Kau ini selalu menyembunyikan sesuatu yang tidak seharusnya kau sembunyikan. Bahkan kau berbohong berkata tidak mengkhawatirkanku, tapi kata-katamu tadi seperti kau tidak ingin sesuatu terjadi padaku. Hah wanita itu aku tidak mengerti apa maunya."
    Di luar ruangan.
Yeosin : "Sepertinya dia terlalu pintar, bisa dengan cepat menyimpulkan dari apa yang aku lakukan kemarin dengan ceritaku."

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 19}

    Keesokan harinya sepulang kerja Yeosin dan Lee Hyuk Chan datang ke rumah Jungkook. Tapi saat kami berada di rumahnya, ternyata rumah Jungkook sepi. Lee Hyuk Chan mencoba untuk menelfon ibu Jungkook menanyakan dimana ia berada sekarang, ibu Jungkook pun memberi tau bahwa saat ini ia sedang berada di rumah sakit bersama Jungkook. Yeosin dan Lee Hyuk Chan pun segera menuju ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit...
Lee Hyuk Chan : (Membuka pintu) "Annyeonghaseyo halmoni."
Yeosin : (Tersenyum dan memberi hormat/bow)
Eomma : "Kalian sudah datang, masuklah."
    Yeosin dan Lee Hyuk Chan pun mendekati ibu Jungkook dan juga Jungkook.
Yeosin : "Oppa, maaf atas kejadian kemarin aku tidak bisa mengantarmu sampai rumah sakit karna ada urusan mendadak yang harus aku hadiri."
Jungkook : "Gwenchana, lagi pula aku sudah baik-baik saja."
Yeosin : "Ku dengar tulang kaki sebelah kirimu patah."
Jungkook : "Nde, tapi tidak usah khawatir. Aku sudah baik-baik saja sekarang, hanya tinggal memulihkan kakiku agar bisa berjalan kembali."
Yeosin : "Syukurlah kalau begitu."
Eomma : "Yeosin, tadinya aku ingin membicarakan sesuatu padamu. Tapi, rasanya tidak lagi. Kau terlihat sangat mengkhawatirkan Jungkook. Aku sempat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Lee Hyuk Chan saat kau pergi begitu saja ketika Jungkook mengalami kecelakaan. Tapi sekarang sepertinya aku bisa percaya dengan apa yang dikatakan Lee Hyuk Chan tentang mu."
Yeosin : "Nde, maafkan aku karna tiba-tiba pergi tanpa bertanggung jawab atas apa yang dialami Jungkook saat itu."
Eomma : "Tidak apa-apa, aku mengerti. Kau anak baik."
Yeosin : "Gamsahabnida halmoni."
Eomma : "Nde. Arraseo, ibu akan keluar membeli sedikit makanan dan juga minuman. Kalian disini saja untuk menjaga Jungkook selagi aku pergi."
Lee Hyuk Chan : "Halmoni, bolehkah aku ikut ? biar Yeosin yang menjaga Jungkook." (Mengedipkan mata ke arah ibu Jungkook tanpa terlihat oleh Jungkook dan Yeosin)
Eomma : "arraseo, kajja."
    Saat ibu Jungkook dan Lee Hyuk Chan pergi keluar. Yang tertinggal hanya Jungkook dan Yeosin di ruangan.
Jungkook : "Bolehkah aku bertanya sesuatu ?"
Yeosin : "Nde."
Jungkook : "Ibuku berkata bahwa saat di perjalanan menuju rumah sakit tiba-tiba kau ada urusan mendadak. Sedangkan pada saat itu aku sempat melihatmu hanya berdiri di tepian jalan tanpa melakukan apapun. Saat diambulance aku sama sekali tidak melihatmu, aku hanya melihat suster atau perawat yang mengantarku dan memberi pertolongan pertama padaku. Aku merasa aneh, apa yang aku lihat dan yang ibuku katakan itu jauh berbeda."
Yeosin : "Lalu apa yang ingin kau tanyakan padaku ?"
Jungkook : "Kejadian itu, bukankah membuatmu mengingat kejadian yang menimpa ibumu dulu ? bukan aku sok tau, hanya saja saat kita di taman kau bercerita tentang ibumu dan kejadian yang menimpanya saat kau sedang pergi berlibur. Kejadian itu, apa sama persis dengan kejadian yang menimpaku ?"
    Yeosin terdiam sejenak mendengar apa yang dikatakan Jungkook.

Friday, May 8, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 18}

    Saat di perjalanan sesuatu terjadi. Yeosin yang berjalan di belakang Jungkook melihat suatu kejadian yang mengingatkan dirinya pada ibunya. Yeosin pun tidak bisa berkata apapun, hanya bisa diam melihat tanpa bisa melakukan apapun.
    Orang-orang yang melihat itupun langsung mengerubungi Jungkook yang tergeletak tanpa sadar. Seseorang yang lain menghubungi ambulance, dan ketika ambulance telah datang Jungkook pun langsung dibawa ke rumah sakit. Yeosin yang masih berdiri di sebrang jalan bahkan hingga keramaian sudah mulai berkurang dia tetap berada disana.
    Di rumah sakit, Jungkook pun langsung dibawa ke ruang UGD untuk segera di periksa oleh dokter. Tak lama teman-teman Jungkook dan juga Jiyul pun datang untuk melihat bagaimana keadaan Jungkook. Saat dokter keluar dari ruangan Jimin langsung bertanya pada dokter tersebut.
Jimin : "Bagaimana keadaannya ? apa dia baik-baik saja ?"
Dokter : "Dia hanya terserempet mobil tadi, tidak ada luka yang parah namun tulang kaki kirinya patah karna sempat terkena ban mobil yang sedang berjalan. Dia belum sadar sekarang, mungkin sebentar lagi ia akan sadar. Jika kalian ingin melihatnya silahkan masuk."
    Teman-teman Jungkook juga Jiyul segera masuk ke dalam ruangan dimana Jungkook di rawat.
    Di tempat kejadian kecelakaan tersebut. Yeosin mengirimi Lee Hyuk Chan pesan yang berbunyi "Eonnie, beritahu ibu Jungkook kalau sekarang Jungkook berada di rumah sakit. Ia mengalami kecelakaan. Jika ibu Jungkook menanyakan dimana aku, katakan saja jika aku mempunyai urusan keluarga yang sangat penting. Maaf aku tidak bisa ikut ke rumah sakit dimana Jungkook berada."
    Setelah Lee Hyuk Chan mendapatkan pesan itu ia mengerti mengapa Yeosin tidak bisa ikut. Lalu ia langsung memberitahu ibu Jungkook dan segera pergi ke rumah sakit.
    Di rumah sakit. Saat Lee Hyuk Chan dan ibu Jungkook sampai di ruangan.
Eomma : "Kalian sudah disini ? sejak kapan ? bagaimana keadaan Jungkook ? apa yang terjadi padanya ?"
    Seokjin mencolek Jiyul agar Jiyul berbicara pada ibu Jungkook.
Jiyul : "Halmoni, Dokter berkata bahwa Jungkook mengalami kecelakaan. Lukanya tidak terlalu serius, hanya saja tulang kaki sebelahkirinya patah karnaterserempet ban mobil yang melintas. Selebihyna dia baik-baik saja."
Eomma : "Bagaimana ini bisa terjadi ?"
Jiyul : "Kami juga tidak begitu tau. Tadi ada seseorangyang mengirimiku pesan bahwa Jungkook berada di rumah sakit karna kecelakaan yang menimpanya. Sayangnya nomor itu tidak ku kenal dan karna aku panik setelah membaca pesan itu aku langsung menelfon yang lain dan langsung menuju kesini."
Eomma : "Hyuk Chan bukankah tadi Jungkook bersama dengan Yeosin ? kemana dia sekarang ?"
Jimin : "Yeosin ? Jungkook bersama dengannya ?"
Lee Hyuk Chan : "Nde halmoni. Yeosin mengirim pesan padaku dia tidak bisa datang karna ada urusan keluarga yang sangat penting dan mendadak sekali. Sepertinya saat dia ingin mengantar Jungkook terpaksa dia haru pergi dan membiarkan Jungkook di bawa oleh orang lain kesini."
Eomma : "Bagaimana bisa dia pergi disaat Jungkook seperti ini ?"
Lee Hyuk Chan : "Dia meninggalkan Jungkook bukanlah kemauannya, tapi mau tidak mau karna keluarga dia harus mau meninggalkan Jungkook walau sebenarnya ia tak tega melakukan itu."
Jiyul : "Halmoni, Yeosin bukanlah orang yang jahat yang sengaja membuat Jungkook menjadi seperti ini lalu meninggalkannya. Aku yakin apa yang di katakan Lee Hyuk Chan ini sangat benar. Karna ada urusan mendadak menyangkut keluarga Yeosin terpaksa harus pergi."
Eomma : "Baiklah. Besok bisakah kau (Lee Hyuk Chan) datang ke rumahku bersama Yeosin ?"
Lee Hyuk Chan : "Mungkin sepulang kerja aku bisa mengajak Yeosin untuk bertemu denganmu."

Monday, May 4, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 17}

    Singkat cerita. Merekapun berjalan mengelilingi taman mencari tempat agar dapat melihat keseluruhan pemandangan yang ada disana.
Jungkook : "Bagaimana jika kita duduk disana, dibangku itu ?"
Yeosin : "Ide yang bagus."
    Mereka berdua pun langsung menuju bangku yang berada tepat di depan pemandangan yang sedang mereka nikmati, tepatnya di depan sebuah sungai yang indah.
Jungkook : "Kau menyukai pemandangan ini ?"
Yeosin : "Nde, aku sangat menyukainya."
Jungkook : "Baguslah."
Yeosin : "Aku tidak pernah menemukan tempat seindah ini."
Jungkook : "Bagaimana bisa kau tidak pernah menemukan tempat seperti ini ? di Korea sangat banyak pemandangan indah seperti ini."
Yeosin : "Semua tempat-tempat indah itu hanya bisa ku lihat melalui gambar-gambar di Internet. Sedangkan, untuk datang langsung aku tidak pernah."
Jungkook : "Orang tuamu tidak pernah mengajakmu berjalan-jalan mengelilingi kota seoul ? bagaimana bisa ? kau kan sudah lama tinggal di korea."
Yeosin : "Ya memang, tapi ketika aku ingin mengunjungi tempat-tempat dengan pemandangan yang indah selalu saja ada kendala."
Jungkook : "Apa maksudmu ?"
Yeosin : "Sewaktu aku berumur 10 tahun aku diajak oleh orang tuaku mengunjungi tempat-tempat yang indah di Seoul. Saat itu aku sedang liburan sekolah. Aku dan orang tuaku berencana piknik saat itu. Tapi, kejadian yang tidak di inginkan terjadi. Ada suatu kecelakaan kecil yang membuat kaki sempat patah dan akhirnya rencana itu di undur. Setelah aku berumur 11 tahun saat itu juga sedang liburan sekolah, aku dan keluarga berencana untuk piknik dan berjalan-jalan karna pada saat umurku 10 tahun aku tidak bisa menjalankan rencana itu...."
Jungkook : "Lalu ?"
Yeosin : "Lalu ketika aku sampai di tempat piknik tiba-tiba ibuku mendapat kabar bahwa ayahnya koma di rumah sakit. Mau tidak mau kami membatalkan rencana itu lagi dan menundanya hingga tahun depan. Dan yang terakhir saat aku berumur 12 tahun, Aku dan orang tuaku pergi piknik dan berjalan-jalan mengelilingi kota seoul. Pada awalnya semua ini berjalan lancar. Hingga saat kami ingin sampai ke tempat tujuan ada sesuatu yang terjadi. Mobil yang aku dan orang tuaku pakai mengalami kecelakaan, kakiku yang berlumuran darah karna terjepit, ayahku yang sempat koma beberapa hari, dan ibuku yang meninggal dunia saat di perjalanan menuju ke rumah sakit. Sejak saat itu aku berfikir, sepertinya memang aku tidak direstui untuk pergi ke tempat-tempat seperti ini."
Jungkook : "Tapi nyatanya kau berada di tempat seperti ini kan ?"
Yeosin : "Nde, mungkin ini akan menjadi awal yang baik."
Jungkook : "Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau dari bertahun-tahun yang lalu."
Yeosin : "Gomawo....oppa."
Jungkook : (Jungkook terkejut dengan panggilan yang diucapkan Yeosin untuknya)
Yeosin : "Kurasa sekarang sudah waktunya kita kembali. Lee Hyuk Chan pasti mencariku."
Jungkook : "Arraseo, Kajja."

Saturday, May 2, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 16}

Pembicaraan di belakang Jungkook
Yeosin : "Eonni-ah aniyeyo."
Lee Hyuk Chan : "Ikuti saja aku." (Terus menarik tangan Yeosin)

    Setelah sampai di rumah Jungkook, kami melihat ibu Jungkook yang sedang menyiapkan makanan untuk makan siang. Jungkook pun memperkenalkan ibunya pada kami dan memperkenalkan kami pada ibunya.
Jungkook : "Eomma, perkenalkan ini teman sekelasku Yeosin dan ini teman Yeosin. Dan Yeosin ini adalah ibuku."
Yeosin : "Anyeonghaseyo halmoni."
Lee Hyuk Chan : "Annyeong Halmoni."
Eomma : "Nde. Apa kalian sudah makan. Aku baru saja memasak makanan untuk makan siang. Makanlah disini sebelum kalian pergi."
Yeosin : "Tidak halmoni. Sebenarnya kita kesini..." (Lee Hyuk Chan mencubit tangan Yeosin)
Lee Hyuk Chan : "Nde, halmoni. Kita akan makan disini." (Yeosin menatap wajah Lee Hyuk Chan dengan bingung)
Eomma : "Arra, duduklah disini. Anggap saja rumah kalian sendiri. Aku akan ke dalam."
Lee Hyuk Chan : "Gamsahabnida halmoni."
Jungkook : "Aku akan mengganti pakaian terlebih dahulu setelah itu baru aku akan kembali."
Lee Hyuk Chan : "Baiklah."
Yeosin : "Eonni mengapa kau..."
Lee Hyuk Chan : "ssttt...diamlah, nikmati saja ini lalu kita pergi." (Sambil Menutup mulut Yeosin)
Yeosin : "Tapi, apa kau lupa apa tujuan kita kesini ?"
Lee Hyuk Chan : "sstt.. Jungkook kembali."

    Jungkook pun datang dan segera duduk di kursi depan Yeosin. Tak lama ibunya juga datang dari dalam rumah dan duduk di depan Lee Hyuk Chan. Mereka pun makan bersama. Dan setelah selesai, Ibu Jungkook mengajak Lee Hyuk Chan ke taman untuk melihat-lihat tanaman disana. Lee Hyuk Chan sangat tertarik dengan tanaman. Aku dan Jungkook pun di tinggalkan berdua saja.
Jungkook : "Apa kau ingin berjalan-jalan ?" (Sambil mengulurkan tangannya)
Yeosin : "Kemana ?"
Jungkook : "Kemanapun yang kau mau di sekitar sini."
Yeosin : "Apa kau sedang merayuku ?"
Jungkook : "Tidak, aku hanya ingin memperlihatkan pemandangan indah di sekitar rumahku."
Yeosin : "Disini ada pemandangan yang indah ? benarkah ?"
Jungkook : "Ikut aku." (Menarik tangan Yeosin)

    Selagi mereka pergi, Ibu Jungkook dan Lee Hyuk Chan kembali ke ruang makan. Mereka mencari Jungkook dan Yeosin yang ternyata tidak ada disana.
Lee Hyuk Chan : "Halmoni, mereka tidak ada disini. Kemana mereka pergi."
Eomma : "Kurasa Jungkook sedang mengajaknya berjalan-jalan di sekitar sini. Tenang saja, nanti juga mereka akan kembali. Aku akan membereskan bekas makan kita terlebih dulu."
Lee Hyuk Chan : "Boleh aku membantu ?"
Eomma : "Tentu."

    Di perjalanan Jungkook dan Yeosin terus berpegangan tangan. Anehnya mereka berdua tidak sadar apa yang mereka lakukan. Ketika mereka sampai di tujuan Yeosin pun terlihat sangat terkejut san tak percaya dengan apa yang ia lihat. Pemandangan yang begitu indah yang membuat matanya bahkan hanya terfokus pada pemandangan itu. Mereka sama-sama tersenyum lebar saat melihat pemandangan, disamping itu Jungkook yang berada disamping Yeosin melihat bagaimana ekspresi Yeosin saat melihat pemandangan yang begitu indah di hadapannya. Kali ini Jungkook bukan terpanah akan pemandangan tapi melainkankarna senyuman yang tergambar di wajah Yeosin saat itu.
    Tak lama Yeosin pun mengarahkan pandangannya ke wajah Jungkook, dan Jungkook langsung memalingkan wajahnya. Yeosin yang sedikit merasa bingung melihat kearah tangannya yang ternyata sedari tadi Jungkook memegangi tangannya tanpa sadar, lalu Yeosin pun dengan cepat melepaskan tangannya dari genggaman tangan Jungkook.
Jungkook : "Oh, maafkan aku."
Yeosin : "Nde, Gwenchana."

Friday, May 1, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 15}

    Yeosin pun segera ke tempat duduknya. Disana terdapat Lee Hyuk Chan yang sedang asik makan.
Yeosin : "Eonni, aku mendapatkan alamat rumah Jungkook. Bisa kitan kesana sekarang ?"
Lee Hyuk Chan : "Habiskan saja dulu makananmu, baru kita pergi."
Yeosin : "Hmm, arraseo."
    Setelah mereka selesai makan, mereka pun langsung menuju ke alamat yang dituju yaitu rumah Jungkook. Setelah sampai tidak jauh dari rumah Jungkook, Yeosin pun yang belum tau dimana tepatnya rumah Jungkook bertanya pada orang sekitar.
Yeosin : "Permisi, ahjussi boleh aku bertanya ?"
Ahjussi : "Nde, ada apa ?"
Yeosin : "Apa kau tau dimana alamat ini berada ?"
Ahjussi : "Alamat ini ada di ujung sana (Menunjuk arah depan) kalian hanya tinggal berjalan melewati 4 rumah, rumah ke-5 itulah tempatnya."
Yeosin : "Arraseo, Gamsahabnida ahjussi."
    Akhirnya Yeosin dan Lee Hyuk Chan pun mulai berjalan mengikuti petunjuk orang tua tadi. Sampai akhirnya sampai di rumah keempat Yeosin berjalan dengan berhati-hati.
Lee Hyuk Chan : "Mwoya, mengapa kau berjalan seperti itu ? Cepatlah kita harus cepat."
Yeosin : "Samsiman-yo Eonni. Aku takut tiba-tiba ia keluar dari rumahnya."
Lee Hyuk Chan : "Itu bagus, kita jadi bisa langsung bertemu dan bertanya apa yang ingin kau tau."
Yeosin : "Eonni (Menarik tangan Jiyul yang berada di depannya)"
Lee Hyuk Chan : "Hei Wae ?"
Yeosin : "Sssstttt...kemarilah. Jangan berisik ku mohon. Aku tidak ingin Jungkook tau kalau kita kesini."
    Sementara Yeosin berusaha bersembunyi, tak disangka ternyata Jungkook datang dari arah belakang. Jungkook terlihat bingung melihat Yeosin dan temannya bersembunyi seperti itu. Jungkook pun menghampiri mereka dan melihat apa yang Yeosin dan temannya lakukan disana.
Jungkook : "Apa yang kau lakukan disini ?"
Yeosin : "Oh kau." (Dengan wajah terkejut)
Jungkook : "Kau, bukankah kau seseorang yang ada di restaurant tempat Yeosin bekerja ?"
Lee Hyuk Chan : "Nde, Lee Hyuk Chan ibnida." (Bow)
Yeosin : "Mengapa kau bisa berada disini ?"
Jungkook : "Disini rumahku wajar saja jika aku ada disini. Bagaimana denganmu ? mengapa kau disini ? dan apa yang kau lakukan tadi ?"
Yeosin : "ah aku....a..aku..."
Lee Hyuk Chan : "Kita ingin bertemu dengan..." (Yeosin menutup mulut Lee Hyuk Chan dengan tangannya)
Yeosin : "Kita sedang mencari rumah sahabat lamaku dan Lee Hyuk Chan disini."
Jungkook : "Lalu mengapa kalian bersembunyi ?"
Yeosin : "Tidak, tidak ada apa-apa. Lebih baik sekarang kami pergi." (Menarik tangan Lee Hyuk Chan)
Jungkook : "Hei tunggu sebentar."
Yeosin : "Nde."
Jungkook : "Maukah kalian mampir sebentar ke rumahku ?"
Yeosin : "ah kurasa.."
Lee Hyuk Chan : "Kita mau, mari." (Memotong pembicaraan Yeosin)
Jungkook : "Arraseo, Kajja." (Mulai berjalan di depan Yeosin dan Lee Hyuk Chan)

Thursday, April 30, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 14}

    Keesokkan harinya, Aku bertemu dengan Lee Hyuk Chan di taman dekat rumahku. Aku melihat Lee Hyuk Chan yang sedang menungguku di bangku taman.
Yeosin : "Eonni." (Melambaikan tangan, dan menghampiri Lee Hyuk Chan)
Lee Hyuk Chan : "Lama sekali kau datang." (Beranjak dari tempat duduknya)
Yeosin : "Hehe, Mian eonni. Aku harus menunggu ayahku dulu untuk meminta izin."
Lee Hyuk Chan : "Memangnya ayahmu kemana ?"
Yeosin : "Ayah berolahraga tadi pagi, dan baru pulang beberapa menit yang lalu. Jadi, aku menunggunya untuk meminta izin keluar."
Lee Hyuk Chan : "Baiklah. Sekarang kita akan mulai dari mana ?"
Yeosin : "Entahlah eonni. Dari semalam aku berfikir apa yang akan aku lakukan hari ini untuk mencari tahu tentang Jungkook. Aku tidak tahu kemana biasanya ia setiap hari libur, bahkan aku tidak mengetahui rumahnya."
Lee Hyuk Chan : "Kau ini bagaimana. Lalu bagaimana sekarang ? tidak ada yang bisa kita lakukan."
Yeosin : "Tunggu sebentar, aku akan menelfon Jiyul dan meminta nomor Jungkook."

Percakapan di telfon
Jiyul : "Yoboseyo."
Yeosin : "Yoboseyo."
Jiyul : "Yeosin-ah, waeyo ?"
Yeosin : "Aku membutuhkan nomor ponsel Jungkook, Apa kau mempunyai nomor ponsel Jungkook ?"
Jiyul : "Kurasa aku punya, tunggu sebentar aku akan mengeceknya terlebih dulu."
Yeosin : "Nde."
Jiyul : "Yeosin-ah, ternyata nomor itu tidak ada. Aku lupa nomornya ada di kartuku yang lama saat aku di Amerika."
Yeosin : "Arraseo eonni, Gwenchaneunde. Kalau begitu maaf sudah mengganggumu. Aku tutup telfonnya nde."
Jiyul : "Nde."

Setelah menutup telfon
Yeosin : "Dia tidak mempunyai nomor ponselnya."
Lee Hyuk Chan : "Bagaimana dengan teman-temannya yang lain ?"
Yeosin : "Aku juga tidak mempunyai nomor ponsel mereka."
Lee Hyuk Chan : "Hei, kau ini bagaimana. Mereka teman-temanmu juga tapi kau tidak punya satupun nomor ponsel mereka."
Yeosin : "Untuk apa aku punya nomor ponsel mereka, lagi pula walau dia temanku tapi kami tidak begitu dekat."
Lee Hyuk Chan : "Hei, setidaknya dalam keadaan seperti ini jika saja kau punya nomor ponsel mereka, kau bisa menanyakan tentang Jungkook pada mereka."
Yeosin : "Eonni-ah, mengapa kau jadi marah padaku ?"
Lee Hyuk Chan : "Tidak, aku tidak marah padamu. Lebih baik kita pergi ke suatu tempat untuk sarapan terlebih dulu. Aku lapar karna datang kesini terlalu pagi untuk bertemu dan menunggumu."
Yeosin : "Arraseo, kajja."

    Merekapun pergi ke suatu restoran untuk sarapan disana. Saat mereka sampai Yeosin langsung mencari tempat duduk dan Lee Hyuk Chan memesan makanan. Saat sedang menunggu Yeosin melihat-lihat restoran tersebut dari tempat duduknya. Saat sedang melihat-lihat Yeosin tiba-tiba melihat Jimin yang juga sedang sarapan di restauran tersebut. Jimin berada tepat di sisi kanan Yeosin dan hanya terhalang oleh satu meja yang juga sudah terisi oleh pelanggan.
    Yeosin pun berfikir mungkin saja dia bisa tau dimana Jungkook sekarang berada. Saat Lee Hyuk Chan membawa makanan dan ingin menuju tempat duduk mereka, Lee Hyuk Chan melihat Yeosin beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri seseorang. Sesampainya di tempat duduk Lee Hyuk Chan hanya menata makanan lalu memperhatikan Yeosin yang sedang berbicara pada seseorang.
Yeosin : "Jimin oppa annyeonghaseyo."
Jimin : "Oh Yeosin-ah. Nde annyeonghaseyo. Kau sedang makan disini juga ? dengan siapa ?"
Yeosin : "Nde, aku bersama dengan teman kerja disana." (Sambil menunjuk tempat duduk aku dan Lee Hyuk Chan)
Jimin : "Oh begitu. Mengapa kau justru menghampiriku ? Kasian temanmu sendiri disana."
Yeosin : "Oppa, aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
Jimin : "Nde ?"
Yeosin : "Apa kau tau dimana Jungkook sekarang ?"
Jimin : "Jungkook ? tidak, aku tidak tau. Memangnya ada apa kau menanyakannya ?"
Yeosin : "Apa kau tidak merasa kalau sikap Jungkook beberapa hari ini sedikit berbeda ?"
Jimin : "Benarkah ? aku merasa dia sama saja."
Yeosin : "Aniyo oppa, dia sedikit berubah beberapa hari ini. Apa dia pernah bercerita sesuatu padamu ?"
Jimin : "Jungkook orang yang sangat tertutup, dia jarang bercerita padaku atau yang lainnya."
Yeosin : "Kalau begitu apa kau tau dimana rumah Jungkook ?"
Jimin : "Nde, aku tau."
Yeosin : "Tuliskan alamatnya disini kumohon." (Mengeluarkan kertas dan pulpen dari tasnya."
Jimin : (Menulis) "Nde, ini dia. Tapi mengapa kau meminta alamatnya ? untuk apa ? apa ada sesuatu diantara kalian berdua ?"
Yeosin : "Aniyo oppa, Tidak ada apa-apa diantara kami. Terimakasih alamatnya, aku akan kembali pada temanku. Gamsahabnida, annyeong."

Wednesday, April 29, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 13}

    Sepanjang pesta Jungkook hanya diam dan diam, bahkan saat seseorang membuat lelucon yang sangat lucu dia hanya tersenyum kecil. Aku yang memperhatikannya benar-benar merasa bingung dan juga penasaran mengapa ia seperti itu. Aku ingin tau, tapi rasanya tidak mungkin ia akan memberitahu aku. Dia pasti akan berbohong ketika aku bertanya apa yang membuatnya seperti ini. Akhirnya Yeosin pun memutuskan untuk mencari tahu tentang Jungkook. Kemanapun Jungkook pergi Yeosin selalu mengikutinya.
    Keesokkan harinya, sepulang sekolah Jungkook kembali menjadi dirinya sendiri yang selalu menggangguku. Tapi, dia tidak lagi mengikutiku sejak pagi tadi. Biasanya kemanapun aku pergi pasti dia selalu ada di belakangku. Kini walaupun dia mencoba kembali menjadi dirinya sendiri tetap saja ada sesuatu yang kurang.
    Di mulai dari hari itu sepulang sekolah aku mengikutinya kemanapun ia pergi tanpa ia sadari kalau aku berada di belakangnya. Ia menuju ke suatu tempat, itu seperti sebuah apotik, hanya saja tempat itu lebih kecil. Ia masuk lalu keluar sambil memegang sesuatu di tangannya "Dia pasti membawa obat, Tapi untuk apa obat itu ?" Fikirku.
    Setelah itu ia mulai berjalan lagi. Beberapa jam kemudian ia berhenti di salah satu cafe, saat aku melihat nama cafe itu aku tersadar itu adalah tempatku bekerja. "Untuk apa dia datang kesana ? bagaimana jika dia tau aku tak ada disana saat ini ?" (Ucapku dengan nada yang kecil). Setelah ia keluar dari cafe itu akupun masuk untuk menanyakan pada Lee Hyuk Chan.
Yeosin : "Eonni, apa tadi Jungkook bertanya sesuatu padamu ?"
Lee Hyuk Chan : "Kau Yeosin, Jungkook ? maksudmu anak laki-laki yang baru saja keluar tadi ?"
Yeosin : "Iya dia, apa dia menanyakan ku ?"
Lee Hyuk Chan : "Ternyata dia yang bernama Jungkook. Dia memang menanyakanmu tadi."
Yeosin : "Lalu apa yang kau katakan padanya ?"
Lee Hyuk Chan : "Aku bilang kau tidak masuk hari ini, lalu dia mengucapkan terimakasih dan pergi."
Yeosin : "Hanya itu ?"
Lee Hyuk Chan : "iya, hanya itu. Lalu kenapa kau tidak masuk hari ini ? kau tidak sedang sakit kan ?"
Yeosin : "Aku sehat eonni, aku akan pergi dulu. Jika manager menanyakanku tolong bilang padanya, ada seseuatu yang harus aku kerjakan dan itu penting, karna itu aku tidak bisa masuk hari ini. Terimakasih sebelumnya eonni aku pergi dulu. Annyeong."
    Lee Hyuk Chan hanya menggelengkan kepalanya melihat Yeosin pergi. Lalu Yeosin kembali mengikuti Jungkook. Dia sempat kehilangan jejak karna berbicara terlalu lama pada Lee Hyuk Chan tadi. Tapi karna Yeosin tidak mudah menyerah, ia terus mencari Jungkook di setiap jalan.
    Setelah lama mencari ternyata dia benar-benar sudah tidak bisa menemukan Jungkook kembali. Akhirnya Yeosin memutuskan untuk menghentikannya hari ini dan melanjutkannya esok hari. Yeosin pun langsung kembali ke cafe untuk bekerja. Di samping itu Yeosin tidak menyadari bahwa sebenarnya sejak keluar dari cafe tadi Jungkook menyadari bahwa Yeosin mengikutinya, Jadi Jungkook pun memutuskan untuk berbalik mengikuti Yeosin. Karna itulah Yeosin tidak dapat menemukan Jungkook tadi.
    Setelah Yeosin sampai di tempat kerjanya Yeosin pun langsung ke ruang ganti untuk mengganti seragam sekolah menjadi seragam kerjanya, Lalu kembali ke kasir untuk mulai bekerja.
Lee Hyuk Chan : "Kau bilang ada sesuatu yang ingin kau kerjakan, mengapa sekarang kau justru kembali kesini ?"
Yeosin : "Aku kehilangan dia."
Lee Hyuk Chan : "Apa maksudmu ? Kau kehilangan siapa ?"
Yeosin : "Eonni, menurutmu bagaimana dengan sikap Jungkook yang tiba-tiba berubah itu ?"
Lee Hyuk Chan : "Dia, dari yang kau ceritakan dia mungkin mempunyai masalah. Tapi, saat tadi dia menanyakanmu dia terlihat baik-baik saja. Bahkan ia tersenyum lebar padaku."
Yeosin : "Di sekolah tadi dia pun mulai menggangguku lagi, tapi tetap saja seperti ada yang berbeda darinya. Ada sesuatu yang ia sembunyikan."
Lee Hyuk Chan : "Sesuatu yang ingin kau kerjakan itu maksudmu adalah misi agar kau tau apa yang sedang terjadi pada Jungkook kan ?"
Yeosin : "Nde, aku benar-benar penasaran apa yang terjadi padanya. Karna itu aku mengikutinya sejak pulang sekolah tadi."
Lee Hyuk Chan : "Jangan fikirkan itu dulu. Kembali lah bekerja, hari ini pelanggan datang begitu banyak. Besok kan libur, aku akan membantu mencari tau tentang Jungkook."
Yeosin : "Ah benarkah kau akan membantuku ?"
Lee Hyuk Chan : "Nde, aku akan kembali ke dapur."
Yeosin : "Nde eonni."

Saturday, April 25, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 12}

    Singkat cerita saat pulang sekolah, semua murid sudah keluar kelas, hanya tinggal aku dan Jungkook yang tersisa. Aku menghampiri Jungkook dan bertanya.
Yeosin : "Jungkook-ah apa kau sakit ? aku tidak melihatmu pergi ke kantin atau membawa bekal untuk makan sedari pagi tadi."
Jungkook : "Aku baik-baik saja, aku tidak merasa sakit."
Yeosin : "Benarkah ? Atau kau mempunyai masalah ? jika kau butuh tempat untuk bercerita, ceritalah padaku."
Jungkook : "Aku tidak mempunyai masalah apapun. Aku sangat baik hari ini."
Yeosin : "Sikapmu berbeda sejak pulang sekolah kemarin."
Jungkook : "Sebenarnya aku..."
    Belum selesai Jungkook berbicara Jiyul pun datang.
Jiyul : "Yeosin-ah, kajja. Kau sudah siap kan ?"
Yeosin : "Nde, Jangkamman-yo."
Jungkook : "Kau ingin kemana ?"
Yeosin : "Suatu tempat, lanjutkan nanti malam saat di ulang tahun Song Kyuri nde. sampai jumpa nanti."
    Yeosin pun langsung berlari ke arah Jiyul lalu pergi bersama Jiyul ke pusat perbelanjaan. Yeosin dan Jiyul berjalan-jalan mencari pakaian yang bagus. Setelah mencoba-coba dan menemukan pakaian yang cocok, merekapun langsung pergi menuju salon terbaik.
Yeosin : "Jiyul-ah, kurasa salon ini terlalu mahal."
Jiyul : "Tenang saja aku yang akan membayar semuanya. Yang penting kita akan menjadi cantik di acara malam nanti."
Yeosin : "Tapi itu hanya akan membuang-buang uangmu. Aku merasa tidak enak."
Jiyul : "Yeosin-ah, bisakah kita masuk dan mendapatkan pelayanan saja tanpa perlu memikirkan biaya ? kajja."
Yeosin : "hmm..arra"

    Malam pun tiba, Waktunya pesta dimulai. Aku dan Yeosin datang bersama. Setelah sampai ternyata disana sudah banyak orang, bahkan Jungkook dan yang lainnya sudah menunggu.
Jiyul : "Kalian sudah menunggu lama ?"
Seokjin : "Kau sudah datang ?"
Jiyul : "Bagaimana penampilanku ?"
Seokjin : "Kau sangat cantik malam ini."
Jimin : "Apa kau Yeosin ?"
Yeosin : "Nde ini aku Yeosin."
Jimin : "Wah kau sangat berbeda, lebih cantik."
Jiyul : "Maksudmu sebelum ini Yeosin tidak cantik begitu ? Berani kau bicara seperti itu padanya."
Jimin : "Bukan begitu, ia cantik. Tapi malam ini sangat-sangat cantik."
Yeosin : "Gwenchaneunde, Gamsahabnida."
Jimin : "Nde Cheonma."
    Saat kami sedang berbicara, Jungkook tiba-tiba pergi begitu saja tanpa memberitahu yang lain. Aku pun mengikutinya, aku benar-benar penasaran kemana dia akan pergi. Dia pun berhenti di suatu tempat di belakang rumah Song Kyuri. Aku pun langsung menghampirinya.
Yeosin : "Mengapa tiba-tiba pergi tanpa memberitahu yang lain ?"
Jungkook : "Kau, bagaimana bisa kau tau aku disini ?"
Yeosin : "Aku menjadi sepertimu, suka mengikuti orang lain."
Jungkook : "Kau mengikutiku ?"
Yeosin : "Nde. Bukankah sepulang sekolah tadi kau ingin ceritakan mengapa kau jadi seperti ini ? Lanjutkan cerita itu, aku ingin tau apa yang sebenarnya terjadi."
Jungkook : "Sebenarnya tidak ada yang terjadi. Aku hanya ingin merasakan menjadi dirimu yang selalu sendiri dan selalu pergi dari keramaian."
Yeosin : "Hei, kau tidak akan bisa menjadi diriku."
Jungkook : "Aku bisa. Buktinya sekarang keadaan kita berbalikkan ? kau menjadi diriku dan aku menjadi dirimu. Aku yang selalu pergi secara tiba-tiba dan kau yang mengikutiku."
Yeosin : "Aku tau kau berbohong."
Jungkook : "Aku tidak berbohong."
Yeosin : "Terserah kau saja." (Pergi meninggalkan Jungkook)
Jungkook : "Kau akan tau nanti. Kau akan tau dengan sendirinya." (Berbicara saat Yeosin telah pergi)

Friday, April 24, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 11}

    Akupun segera menghampiri Lee Hyuk Chan dan menyuruhnya ke ruangan Manager. Lee Hyuk Chan pun langsung pergi ke ruangan manager. Manager menjelaskan semuanya mengapa aku tidak bisa datang besok malam.
    Singkat cerita saat semua karyawan pulang, aku dan Lee Hyuk Chan berjalan menuju rumah kami masing-masing. Kami sengaja tidak menggunakan kendaraan karna aku ingin bercerita, jika saja aku dan Lee Hyuk Chan menggunakan kendaraan mungkin ceritaku akan terputus begitu saja, karna akan lebih cepat sampai rumah. Tapi jika kami berjalan sepanjang apapun ceritanya itu tidak akan terputus karna perjalanan akan lama.
Lee Hyuk Chan : "Ceritakan masalahmu sekarang."
Yeosin : "Aku bingung harus memulai dari mana, ada dua masalah yang akan aku ceritakan."
Lee Hyuk Chan : "Mulailah dari awal."
Yeosin : "Arraso. Tadi saat aku selesai beristirahat dan menuju kelas, aku melihat 3 wanita populer itu membagikan undangan ulang tahun pada para murid di sekolahku. Saat 3 wanita itu ingin memberikan undangan itu pada Jungkook, Jungkook berkata dia tidak akan datang jika mereka tidak mengundangku. Dia juga bilang bahwa dimanapun Ia berada aku harus ada disampingnya. Sebenarnya itu bukan masalah untukku, yang menjadi masalah adalah 3 wanita yang akan tiba-tiba melabrakku karna Jungkook yang terlihat perduli padaku."
Lee Hyuk Chan : "Apa 3 wanita itu menyukai Jungkook ?"
Yeosin : "Kurasa seperti itu. Jungkook lelaki yang tampan juga terlihat imut. Banyak wanita yang menyukainya termasuk 3 wanita itu."
Lee Hyuk Chan : "Aku yakin Jungkook akan selalu ada ketika kau kesusahan jadi tidak perlu khawatir."
Yeosin : "Bagaimana bisa kau berfikir seperti itu ?"
Lee Hyuk Chan : "Sebenernya aku tidak begitu yakin, tapi kurasa itu pasti."
Yeosin : "Kurasa tidak begitu."
Lee Hyuk Chan : "hmm..Lalu apa masalah keudamu ?"
Yeosin : "Tentang Jungkook."
Lee Hyuk Chan : "Mwo ? Jungkook ? Ada apa dengannya ?"
Yeosin : "Hari ini dia benar-benar menyebalkan, dia terus menerus mengganggu ku bahkan saat pelajaran. Tapi saat pulang tadi dia tidak lagi menggangguku. Biasanya dia selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Bahkan kemarin saat kau tidak masuk dia ikut denganku dan menungguku hingga aku selesai bekerja."
Lee Hyuk Chan : "Apa kau merasa kehilangannya atau merindukannya ?"
Yeosin : "Bukan begitu, hanya saja itu aneh. Dia berubah secara tiba-tiba, seperti ada sesuatu. Tadi saat Jiyul dan teman-teman lelakinya yang juga teman dari Jungkook memberiku tumpangan dan mengantarku ke cafe aku tidak melihat Jungkook ada di mobil itu. Biasanya mereka selalu saja bersama kemanapun mereka pergi."
Lee Hyuk Chan : "Mengapa kau tidak bertanya pada Jiyul atau yang lainnya ketika mereka mengantarkanmu tadi ?"
Yeosin : "Bahkan aku baru sadar ketika aku bekerja tadi, itu alasan mengapa aku berbicara sendiri tadi."
Lee Hyuk Chan : "Wah, sepertinya kau mulai merindukannya benarkan ?"
Yeosin : "Tidak, kau ini ada-ada saja. Bagaimana mungkin aku bisa merindukannya."
Lee Hyuk Chan : "Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin kau tau itu ?!"
Yeosin : "Sudahlah lupakan itu."
    Keesokkan harinya, aku cepat-cepat menuju kelas. Aku benar-benar penasaran ada apa dengan Jungkook. Saat sampai di kelas aku melihat Jungkook yang sedang duduk sendiri. Aku langsung menghampirinya.
Yeosin : "Jungkook-ah, Kau tidak apa-apa ?"
Jungkook : "Ah, kau sudah datang. Nde aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu ?"
Yeosin : "Hei kau tidak seharusnya menanyakan kabarku. Kau sudah tau bahwa aku selalu baik-baik saja."
Jungkook : "Lalu mengapa kau tiba-tiba menanyakan keadaanku ?"
Yeosin : "Aku hanya..."
Jungkook : "Kau khawatir padaku ?"
Yeosin : "Mwo ? kenapa aku harus khawatir padamu ?"
Jungkook : "Aneh saja, wanita cuek sepertimu tiba-tiba menanyakan keadaan seseorang."
Yeosin : "Aku hanya bertanya. Baguslah jika kau baik-baik saja."
    Bel masuk pun berbunyi dan pelajar segera dimulai. Sepanjang pelajaran Jungkook hanya terfokus pada guru yang sedang menerangkan materi pelajaran hari itu. aku yang ada di sampingnya memperhatikannya sesekali. "Dia benar-benar aneh, ada apa sebenarnya, apa dia punya masalah ?" Ucapku dalam hati.

Wednesday, April 22, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 10}

    Setelah semua pelajaran selesai waktunya pulang. Aku langsung bergegas menuju tempat kerjaku. Saat di perjalanan menuju cafe tempatku bekerja aku berfikir "mengapa Jungkook tidak lagi mengikutiku ? apa dia mulai lelah ? baguslah kalau begitu, tidak ada lagi yang bisa menggangguku." Tak lama aku mendengar suara klakson mobil. Suara itu berasal dari mobil sebelah taxi yang sedang aku tumpangi. Seseorang membuka jendela mobil dan memberi isyarat padaku untuk membuka kaca taxi.
Jiyul : "Yeosin-ah hentikan taxi itu."
Yeosin : "Waeyo ?"
Jiyul : "Hentikan sekarang, cepat."
    Yeosin pun memberitahu supir taxi itu untuk berhenti, dan segera keluar dari taxi. Mobil yang di gunakan Jiyul pun terhenti, Jiyul dan teman-teman lelakinya keluar dari dalam mobil dan menghampiriku.
Jiyul : "Kau ingin pergi bekerja kan ?"
Yeosin : "Nde, ada apa ?"
Jiyul : "Naiklah ke mobil biar kami antarkan."
Yeosin : "Ah, tidak. Aku bisa pergi sendiri."
Jiyul : "Ahjussi ini bayarannya terimakasih sudah mengantarkan temanku." (Berbicara pada supir taxi)
Yeosin : "Jiyul-ah, mengapa kau suruh taxi itu pergi ?"
Jiyul : "Sekarang kau tidak ada tumpangan lagi, jadi naiklah ke mobil itu bersama kami."
Yeosin : "Ah, tapi..."
Jiyul : "Sudahlah ayo." (Menarik tangan Yeosin)
    Sesampainya di cafe tempat Yeosin bekerja.
Yeosin : "Jiyul-ah gamsahabnida."
Jiyul : "Nde. ah Yeosin-ah jangan lupa besok kita akan datang ke pesta ulang tahun Song Kyuri. Ku dengar kau juga di undang. Bilang pada bosmu kalau besok kau akan izin karna ada acara. Kita akan pergi ke salon untuk mempercantik juga memilih baju yang cantik untuk ke pesta itu."
Yeosin : "Nde, aku akan meminta izin pada bosku."
Jiyul : "Arraso, Annyeong." (Tersenyum dan melambaikan tangannya)
    Yeosin pun membalas lambaian tangan dan senyuman Jiyul. Saat sedang bekerja Yeosin baru tersadar kalau tadi Jungkook tidak ada saat mereka mengantarku. Yeosin mulai bertanya-tanya tentang Jungkook. Itu aneh karna tadi pagi sikap Jungkook pada Yeosin masih sama, tapi kini tiba-tiba berubah drastis. "Sebenarnya ada apa dengan Jungkook?" Ucap Yeosin. Lee Hyuk Chan yang melihat Yeosin berbicara sendiri langsung menegurnya.
Lee Hyuk Chan : "Hei, Kau berbicara dengan mesin kasir itu ?"
Yeosin : "Oh, eonni kau membuatku terkejut. Aku tidak mungkin berbicara dengan mesin. Memangnya kau kira aku ini sudah gila."
Lee Hyuk Chan : "Habis wajahmu berkerut tadi lalu berbicara sesuatu di depan mesin itu. Ku kira kau memang sudah tidak waras."
Yeosin : "Eonni-ah aku masih waras."
Lee Hyuk Chan : "Kau ada masalah ? ceritalah."
Yeosin : "Bagaimana kau bisa tau ?"
Lee Hyuk Chan : "Di jidatmu tertulis "Masalah" itu sangat jelas."
Yeosin : "Oh benarkah ? dimana ? apa bisa dihilangkan ?" (Sambil mengusap jidatnya)
Lee Hyuk Chan : "Kau ini, berhentilah berpura-pura bodoh. Aku hanya bercanda."
Yeosin : "Aku tidak bodoh, kau saja yang mebodoh-bodohiku."
Lee Hyuk Chan : "Ceritakan itu sepulang kerja nanti, aku akan melanjutkan kerjaku di dapur."
Yeosin : "Nde."
    Setelah itu, Yeosin pergi ke ruang manager untuk meminta izin pada manager.
Yeosin : "Permisi."
Manager : "Masuklah."
Yeosin : "Nde."
Manager : "Ada apa kau kesini ?"
Yeosin : "Manager, apa aku boleh izin besok. Aku ada acara ulang tahun teman satu sekolahku."
Manager : "Bagaimana bisa besok kau izin ? apa kau lupa besok kita ada acara juga ?"
Yeosin : "Acara ? benarkah ?"
Manager : "Kita akan merayakan keberhasilan kenaikan penjualan cafe kita bersama para pemilik saham. Kita akan makan malam bersama mereka. Kau adalah seseorang yang juga berjuang dan berusaha membuat para pelanggan puas dan karna itu kita bisa menaikan penjualan hingga sebesar ini. Cabang baru yang bisa menaikkan penjualan hingga 50% hanyalah cabang kita yang satu ini. Bagaimana kau bisa lupa dengan itu ?"
Yeosin : "Manager aku benar-benar lupa dan sudah terlanjur membuat janji dengan temanku."
Manager : "Lalu apa yang akan kau lakukan ?"
Yeosin : "Entahlah, aku benar-benar bodoh. Bagaimana bisa aku lupa dengan hal itu." (Sejenak Yeosin berfikir) "Ah manager, bukankah tujuan mereka mengajak kita makan bersama karna ingin tau apa saja yang sudah para kariawan lakukan disini selama ingin manaiki penjualan ?"
Manager : "Nde, itu benar."
Yeosin : "Kalau begitu izinkan aku untuk mengutus Lee Hyuk Chan yang menggantikanku dalam menjelaskan semuanya."
Manager : "Apa kau sudah berbicara dengannya ?"
Yeosin : "Belum, tapi aku yakin Lee Hyuk Chan pasti mau."
Manager : "Kalau begitu aku yang akan bicara pada Lee Hyuk Chan, Bisa tolong panggilkan dia dan suruh keruanganku ?"
Yeosin : "Tentu, Gamsahabnida Manager."

Wednesday, April 15, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 9}

    Saat Yeosin berjalan di koridor menuju kelasnya dan diikuti oleh Jungkook di belakang, tiba-tiba Yeosin terhenti. Yeosin melihat 3 wanita populer di sekolah menyebarkan surat undangan. Mungkin karna sebentar lagi ketua geng dari para wanita populer itu yang bernama Song Kyuri ingin berulang tahun, jadi mereka membagikan undangan itu hari ini. Jungkook yang tidak mengetahui bahwa Yeosin berhenti, tiba-tiba Jungkook menabrak Yeosin dari belakang.
Yeosin : "Aduh kau ini, mengapa kau menabrakku ? kau ini tidak punya mata ya!"
Jungkook : "Kenapa kau memarahiku ? kau yang tiba-tiba berhenti begitu saja tanpa memberi sen."
Yeosin : "Kau kira aku ini mobil hah!"
Jungkook : "Kau yang bilang seperti itu."
Yeosin : "Haishh..kau ini!"
Jungkook : "Ada apa kau tiba-tiba berhenti seperti itu ? apa ada sesuatu terjadi ?"
Yeosin : "Tidak ada apa-apa, abaikan saja."
    Jungkook melihat kearah 3 wanita yang sedang membagikan undangan itu. Sepertinya Jungkook mengetahui apa alasannya, lalu Jungkook mengejar Yeosin sampai ke kelas.
Jungkook : "Hei, kau terhenti karna 3 wanita itu ya ?"
Yeosin : "3 wanita ? yang mana ?"
Jungkook : "Hei, mengapa kau suka sekali berpura-pura ? sudahlah jujur saja."
Yeosin : "Jika iya memangnya kenapa ?"
Jungkook : "Tidak apa-apa, hanya saja itu aneh. mereka hanya membagikan undangan lalu kau berhenti seperti akan ada masalah besar. Apa ada sesuatu diantara kau dan 3 wanita itu ?"
Yeosin : "Tidak, aku baik-baik saja dengan mereka."
Jungkook : "Benarkah ? apa mereka mengenalmu ?"
Yeosin : "Entahlah, mengapa kau tanya aku. tanya saja pada mereka, apa mereka mengenalku atau tidak."
Jungkook : "hmm.."
    Tiba-tiba 3 wanita itu ke kelasku, ia memberikan undangan pada jungkook dengan caranya yang centil.
Song Kyuri : "Hei Jungkook-si. Ini undangan untukmu, undangan ulang tahunku. Ku harap kau bisa datang. Bahkan teman-temanmu yang tampan-tampan itupun sudah berjanji padaku akan datang."
Jungkook : "Kau hanya memberikan undangan ini padaku ? bagaimana dengan Yeosin ?"
Song Kyuri : "Yeosin ? orang itu maksudmu ?"
Jungkook : "Iya dia."
Song Kyuri : "Entahlah apa undangan itu masih ada atau tidak untuknya, aku tidak berfikir untuk mengundangnya tadi."
Jungkook : "Jika kau tidak mengundangnya aku tidak akan mau menerima undanganmu juga dan tidak akan datang ke pesta mu."
Song Kyuri : "Mwo ? mengapa seperti itu ?"
Jungkook : "Dia harus ada kemanapun aku pergi, dia harus selalu disampingku." (Merangkul Yeosin)
    Yeosin hanya bisa diam menundukkan mukanya, sementara 3 wanita itu memandang Yeosin kesal.
Song Kyuri : "Baiklah. Yuri-ah berikan undangan itu."
Yuri : "Ini dia."
Song Kyuri : "Ini, kau ku undang ke acara ulang tahunku. Kalau saja bukan karna Jungkook aku takkan mengundangmu." (Bicara sambil berbisik pada Yeosin)
Jungkook : "Apa yang kau bicarakan padanya ?"
Song Kyuri : "Tidak ada, kau Jungkook jangan lupa datang ya. Kami pergi dulu." (Tersenyum pada Jungkook, dan menatap kesal pada Yeosin)
    Saat 3 wanita itu sudah keluar dari kelas.
Yeosin : "Mengapa kau bicara seperti itu pada mereka ? "
Jungkook : "Memangnya ada yang salah dengan bicara ku tadi ?"
Yeosin : "Mereka bisa saja mengancamku tadi."
Jungkook : "Mengapa mereka mengancammu ?"
Yeosin : "Selama aku bersekolah disini, setiap salah satu dari mereka ada yang berulang tahun, hanya orang-orang terpilih saja yang bisa datang dan di undang oleh mereka. Bukan orang sepertiku, tapi orang-orang sepertimu dan teman-temanmu itu."
Jungkook : "Itu berarti aku sudah menciptakan perubahan."
Yeosin : "Perubahan ? Apa maksudmu ?"
Jungkook : "Acara yang mereka buat bukan hanya untuk anak-anak populer lagi sekarang, tapi yang tidak populerpun bisa datang. Contohnya kau."
Yeosin : "Kau meledek ku ?"
Jungkook : "Tidak aku hanya berkata jujur."
    Yeosin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak lama bel masuk pun berbunyi, gurupun segera memasuki kelas dan pelajaranpun dimulai.

Monday, April 13, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 8}

    Jungkook pun keluar untuk mencari Yeosin dan mengajaknya makan di kantin. Jungkook tau Yeosin belum makan sejak pagi, karna Yeosin datang pagi-pagi sekali tadi. Jungkook bertanya pada semua orang di sekolah. Sampai pada akhirnya dia bertanya pada seorang wanita berkaca mata, orang itu tau dimana Yeosin. Wanita itupun memberitau Jungkook, dan Jungkook langsung menuju ke tempat dimana Yeosin berada.
Jungkook : "Kau disini, mengapa kau suka sekali pergi ke tempat seperti ini ?"
Yeosin : "Kau lagi. mau apa kesini ?"
Jungkook : "Kau belum makan kan ? mari kita ke kantin." (Sambil memegang tangan Yeosin)
Yeosin : "Aku tidak lapar."
Jungkook : "Kau harus makan."
Yeosin : "Tapi aku tidak lapar, kau mengerti!" (sambil menajamkan matanya ke arah Jungkook)
Jungkook : "Kau harus makan. Ikut aku." (Menarik tangan Yeosin dan berjalan menuju Kantin)

    Setelah sampai di kantin
Yeosin : "Lepaskan aku."
Jungkook : "Duduk disini dan tunggu sebentar."
    Jungkook memesan makanan untuk dirinya dan Yeosin. Setelah selesai memesan Jungkook langsung membawakan makanannya ke meja tempat Yeosin duduk. Terlihat Yeosin yang menunggu dengan bosan disana.
Jungkook : "dudududududu....Makanan sudah datang."
Yeosin : "Apa-apaan kau ini, memalukan." (Sambil memalingkan mukanya)
Jungkook : "Ini dia, makan yang banyak ya."
Yeosin : "Kau, kau lelaki yang benar-benar aneh."
Jungkook : "Jangan berbicara saat sedang makan."
Yeosin : "Haisshhh kau ini." (Sambil mengepal tangannya di bawah meja)
    Yeosin tidak menyentuh makanannya sama sekali karna dia sedang kesal dengan Jungkook.
Jungkook : "Aku sudah memesan bahkan membawakan makananmu tapi kau tidak menyentuh makananmu sedikitpun. Apa kau tidak tau bagaimana cara menghargai seseorang ?"
Yeosin : "Bukankah aku sudah bilang bahwa aku tidak lapar. Kau yang memaksaku."
Jungkook : "Bagaimana bisa kau tidak lapar. Perutmu berbunyi tadi."
(Yeosin mengingatnya sejenak)
Yeosin : "Kau mendengar itu ?
Jungkook : "Bagaimana bisa aku tidak mendengar suara perutmu yang begitu keras, mungkin semua orang yang ada disini bisa mendengar itu.'
Yeosin : "Ah benarkah ? apa itu sangat besar ?"
Jungkook : "Jika kau tidak ingin itu terjadi lagi, makanlah makanan mu."
Yeosin : "Baiklah."

    Akhirnya Yeosin pun memakan makanannya. Saat Yeosin sedang memakan makanannya, tak lama teman-teman Jungkook datang bersama sahabatku Jiyul.
Jiyul : "Hei, kelihatannya kau semakin akrab saja dengan Yeosin." (Sambil tersenyum)
Seokjin : "Apa kau baru datang atau sudah sejak tadi ?"
Jungkook : "Kami sudah sejak tadi disini."
Jiyul : "Oh, itu berarti kita telat."
Heoseok : "Apa kau sudah ingin kembali ?"
Jungkook : "Ya, jika Yeosin sudah menghabiskan makanannya."
Yeosin : "Aku sudah selesai."
Jungkook : "Makananmu belum habis, habiskan dulu."
    Teman-teman Jungkook tertawa saat melihat kelakuan Jungkook terhadap Yeosin.
Jimin : "Hei anak kecil, kau seperti ayahnya saja."
Jungkook : "Bukan seperti itu, maksudku...."
Yeosin : "Aku sudah selesai dan ingin kembali kelas. Permisi." (menundukkan badannya lalu pergi.)
Jungkook : "Kurasa aku juga harus kembali." (Pergi mengikuti Yeosin)
    Teman-teman Jungkook yang melihat itu hanya bisa tertawa sambil menggelengkan kepala mereka.

Thursday, April 9, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 7}

       Keesokkan harinya di sekolah. Aku duduk di bangku taman sekolah sendiri sambil memeluk buku dan melihat pemandangan taman sekolahku yang sangat indah. Tiba-tiba tanpa kusangka Jungkook datang dari belakang sambil menutup mataku.
Park Yeosin : "Siapa kau ?"
Jungkook : "Na-ya (ini aku)" (melepaskan tangannya yang tadi menutup mata yeosin)
Park Yeosin : "Ah ternyata kau."
Jungkook : "Boleh aku duduk disini ?"
Park Yeosin : "Jika aku melarang apa kau akan pergi ?"
Jungkook : "Ani." (tidak)
Park Yeosin : "Geurae, sudah ku tebak."
Jungkook : "Apa yang sedang kau lakukan disini ?" (Sambil duduk disamping Yeosin).
Park Yeosin : "Tidak ada. Aku tidak melakukan apapun."
Jungkook : "Apa kau sudah sarapan ?"
Park Yeosin : "Mengapa kau bertanya seperti itu ?"
Jungkook : "Bertanya seperti itupun au tidak boleh ?"
Park Yeosin : "Ani." (Tidak)
Jungkook : "Bisakah kau menjawabku dengan baik ? mengapa kau seperti ini ?"
Park Yeosin : "Aku belum sarapan, kenapa ?"
Jungkook : "Aku membawa makanan, apa kau mau ?"
Park Yeosin : "Aku tidak lapar." (Tiba-tiba perut yeosin pun berbunyi)
Jungkook : "Hei kau berbohong padaku ?"
Park Yeosin : "(Dengan malu) Tidak, aku memang tidak lapar. Tadi hanya....."
Jungkook : "Hanya apa ? sudahlah jangan berbohong padaku."
Park Yeosin : "Sudahlah aku ingin pergi. Jangan ikuti aku." (Beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi)
Jungkook : "Aku tidak akan mengikutimu."

    Yeosin berjalan sambil menundukkan kepalanya karna malu. Ia meninggalkan Jungkook daan pergi ke kelas.
Narsha : "Yeosin.....kau baru datang ? tumben sekali kau datang telat."
Park Yeosin : "Aku sudah ada di sekolah sejak padi tadi."
Narsha : "Jinjja ? aku tidak melihatmu sedari tadi."
Park Yeosin : "Aku tidak langsung ke kelas tadi, aku pergi ke taman terlebih dahulu."
Narsha : "Oh begitu. Yeosin-ah, apa kau melihat Jungkook ? apa dia tidak masuk ?"
Park Yeosin : "Mana aku tahu, memangnya aku satu rumah dengannya."
    Tiba-tiba Jungkook pun datang.
Narsha : "Ah itu dia." (Menghampiri Jungkook)
Narsha : "Dari mana saja kau ?"
Jungkook : "Aku habis dari taman bersama Yeosin."
Narsha : "Bagaimana bisa ?"
Narsha : "Yeosin-ah, kau bilang tadi kau tidak tau dimana Jungkook, tapi Jungkook bilang kau habis dari taman bersamanya."
Park Yeosin : "Mungkin dia hanya mengikutiku."
Jungkook : "Aku tidak mengikutimu, Bukankah memang benar kalau kita habis bertemu di taman tadi ?"
Park Yeosin : "Aku tidak merasa bertemu denganmu."
Jungkook : "Hei, kau berbohong lagi bahkan pada Narsha."
Park Yeosin : "Terserah kau saja."
Narsha : "Ah kalian ini, mengapa aku berada diantara kalian ? benar-benar sulit di mengerti."

    Tak lama, Guru pun datang dan pelajaran di mulai. Selama pelajaran Jungkook terus mengganggu Yeosin hingga Yeosin akhirnya kesal namun dia menahannya karna takut guru akan mendengarnya. Hingga akhirnya pelajaranpun selesai dan waktunya istirahat.
Park Yeosin : "iiiissshhh, apa kau tidak bisa diam sebentar. Kau ini benar-benar menyebalkan, jika saja kau bukan teman dari Jiyul sudah aku acak-acak wajahmu."
Jungkook : "Apa bisa wajahku di acak-acak ? bagaimana caranya ? apa seperti ini ?" (Sambil memainkan wajahnya dengan kedua tangannya)
Park Yeosin : "iiiiisssshhhh" (Sambil mengepal tangannya dengan keras di depan wajah Jungkook dengan wajah kesal)
Jungkook : "Kau lucu jika seperti itu."
Park Yeosin : "Terserah kau saja. Jangan ikuti aku." (Sambil beranjak dari tempat duduknya)

    Saat Yeosin berjalan tiba-tiba kaki Yeosin tersenggol meja yang ada di depannya. Yeosin pun jatuh, tapi Jungkook dengan cepat menangkap tubuh Yeosin. Mereka saling bertatapan saat itu. Setelah Yeosin sadar, Yeosin pun langsung berdiri dan beranjak pergi dari kelas dan meninggalkan Jungkook.
Jungkook : "Wanita itu..." (Tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya)

Sunday, February 8, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 6}

    Jungkook benar-benar mematuhi Yeosin. Dia hanya terdiam memperhatikan Yeosin yang sedang bekerja.
Park Yeosin : "Apa kau tidak merasa bosan, jika iya lebih baik kau kembali ke rumahmu dan beristirahhat."
Jungkook : "Apa kau sedang menunjukkan perhatianmu padaku ?"
Park Yeosin : "Apa itu yang disebut perhatian ?"
Jungkook : "Tentu, apalagi jika bukan perhatian ?"
Park Yeosin : "Pulanglah."
Jungkook : "Aku ingin menunggu hingga kau selesai bekerja."
Park Yeosin : "Terserah kau saja."

     Beberapa jam kemudian tepat jam 9.00 malam, Yeosin membereskan pakaiannya lalu menghampiri Jungkook. Yeosin melihat Jungkook yang tertidur di bangku yang berada di dekat dapur tempat kerja Yeosin. Yeosin pun membangunkannya walau sedikit tidak tega.
Park Yeosin : "Jungkook-ah bangunlah, kita harus pulang sekarang."
Jungkook : "mmhh, kau sudah selesai ?"
Park Yeosin : "Nde, aku sudah selesai."
Jungkook : "Kau pasti lelah."
Park Yeosin : "Kau lah yang terlihat sangat lelah. Mari kita pulang. ibumu akan mencarimu nanti." (Sambil mengulurkan tangannya)
Jungkook : "Kajja."

Keesokkan harinya
     Bel masuk berbunyi, Pelajaran pun segera di mulai. Selama pelajaran Jungkook sering sekali melirik kearah Yeosin. Yeosin yang mengetahuinya hanya berusaha untuk tidak memperdulikannya. Hingga jam pelajaran selesai. Yeosin dengan terburu-buru merapikan buku-bukunya dan langsung bergegas keluar kelas. baru ingin keluar bangku Jungkook yang berada disampingnya langsung menarik tangan Yeosin.

Jungkook : "Hey kau kemana terburu-buru seperti itu ?"
     Yeosin hanya memandang dengan wajah bingung ke arah jungkook.
Narsha : "Yeosin-ah tumben sekali kau terburu-buru seperti itu." (Sambil berjalan ke meja Yeosin)
Yeosin : "Aku hanya ada urusan dengan guru tadi jadi aku harus cepat mengejarnya. permisi sebentar." (Melepaskan tangan Jungkook lalu berlari keluar)

    Yeosin yang tadi berlari ternyata bukan karna ingin mengejar guru, Ia hanya ingin pergi ke taman untuk menemui seseorang.
    Sesampainya di taman belakang sekolah Yeosin melihat seorang lelaki yang sedang berdiri disana.
Yeosin : "Apakah itu dia ?"

    Akhirnya Yeosin mencoba untuk mendekatinya. Tapi baru beberapa langkah ia langsung terhenti karna takut dan ragu untuk mendekati lelaki itu. Setelah berfikir dan berfikir akhirnya Yeosin memberanikan dirinya. Tepat di belakang lelaki itu.
Yeosin : "Permisi."

    Lelaki yang mendengar teguran yeosin langsung menengok kearahnya. Dan seketika Yeosin terkejut.
Yeosin : "Kau, apa yang kau lakukan disini ?"
Kim Seokjin : "aku hanya sedang berdiri dan menikmati udara disini. Lalu bagaimana denganmu ? mengapa kau kesini ?"
Yeosin : "Aku..Aku hanya..aku memang biasa kesini setiap jam istirahat."
Kim Seokjin : "oya ? ku kira kau hanya akan di kelas memakan bekalmu sampai bel masuk kembali berbunyi."

    Yeosin hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya saat Seokjin mengatakan itu.
Kim Seokjin : "Apa yang kau suka dari tempat ini ?"
Yeosin : "Aku suka udara dan pemandangannya yang alami."
Kim Seokjin : "Ku dengar disini ada perahu bebek yang bisa di naiki oleh para pelajar disini. Tapi mengapa aku tidak melihatnya sedari tadi."
Yeosin : "Apa kau ingin naik itu ?"
Kim Seokjin : "Jika memang ada aku ingin mencobanya."
Yeosin : "Ayo ikut denganku." (Sambil memegang tangan Seokjin)
Yeosin : "Ayo kau bilang kau ingin tau dimana tempatnya."
    Seokjin mengarahkan pandangannya kearah tangan Yeosin yang sedang memegang tangannya. Dan Yeosin pun juga melihat tangannya.

Yeosin : "ah maafkan aku." (Sambil melepaskan tangannya)
    Seokjin hanya tersenyum karna ia menganggap sikap Yeosin itu lucu.
Yeosin : "ikuti aku." (sambil menunduk malu)

    Akhirnya Seokjin pun mengikutinya. sesampainya di tempat yang dituju.
Yeosin : "Ini dia tempatnya. kau bisa lewat sini jika ingin naik itu." (Menunjuk kearah pintu masuk)
Kim Seokjin : "kalau begitu ayo kita naik itu."
Yeosin : "apa ? kau ingin naik itu denganku ?"
Kim Seokjin : "Tentu saja, yang ada hanya kau sekarang. siapa lagi yang akan aku ajak jika bukan kau."
Yeosin : "Ku kira kau akan mengajak jiyul dan kembali kesini."
Kim Seokjin : "Akan lama jika aku harus mengajaknya sedangkan dia sedang tidak ada disini. Jadi kau mau atau tidak ?"
Yeosin : "Sebenarnya aku merasa tidak enak jika nanti jiyul tau. lebih baik aku telfon jiyul dan menyuruhnya kesini, setelah itu aku akan kembali ke kelas."
Kim Seokjin : "Jiyul sedang sibuk. kau saja yang menemaniku. kajja." (Sambil menarik tangan Yeosin dan menuju pintu masuk)

     Saat berada di antrian, wajah Yeosin terlihat takut tapi Yeosin berusaha untuk memberanikan dirinya.
Kim Seokjin : "Kau tidak apa-apa ?"
Yeosin : "ah, aku tidak apa-apa." (sambil tersenyum)
Kim Seokjin : "Sungguh ? kau wajahmu terlihat pucat."
Yeosin : "Sebenarnya aku takut naik itu ?"
Kim Seokjin : "Apa ? kau takut ? mengapa kau takut ? itu mengasikan kau harus mencobanya."
Yeosin : "baiklah."

    Akhirnya perahu yang akan kita naiki pun datang. Pada awalnya Yeosin sangat ketakutan, tetapi Seokjin berusaha membuat Yeosin nyaman dengan dan tidak lagi takut. Seokjin pun berhasil membuat Yeosin nyaman dan mampu tersenyum bahkan mereka sangat bersenang-senang hingga tidak lagi rasa takut, yang ada hanya tawa di setiap waktunya.

Thursday, February 5, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 5}

Di kelas
    Saat aku sedang mengerjakan tugas dan Jungkook sedang bermain handphone, Narsha pun datang.
Narsha : "Hai kalian disini, tadi aku melihat kau dan para lelaki serta 1 perempuan di kantin. mengapa cepat sekali kalian kembali ?"
JungKook : "Temanmu yang satu ini kakinya bagaikan kuda, bahkan ia berjalan dengan sangat cepat."
Park Yeosin : "Jangan dengarkan dia, dia sedang tidak beres."
Jungkook : "Aku baik-baik saja."
Narsha : "Kalian ini sepertinya sulit untuk bisa akur." Kembali ke tempat duduknya.
    Beberapa menit kemudian guru pun masuk dan jam pelajaran pun dimulai.
    Tepat jam 2:30pm bel pulang pun berbunyi. Song Jiyul dan teman lelakinya ke kelasku.

Song Jiyul : "Yeosin-ah apa kau mau ikut bersama kami ke cafe ?"
Park Yeosin : "Sepertinya tidak bisa, aku harus pergi bekerja."
Song Jiyul : "Kau  bekerja ? dimana ? boleh aku tau ?"
Park Yeosin : "Aku akan memberitahumu nanti, sekarang aku buru-buru harus ke tempat kerjaku. aku pergi dulu."
Song Jiyul : "Yeosin-ah." berteriak "hah dia selalu seperti itu."
Jung Heoseok : "Aku tau dimana ia bekerja. naik ke mobil aku yang akan menyetir."

Di Mobil
Song Jiyul : "Apa kau benar-benar tau dimana Yeosin bekerja ?"
Jungkook : "Tenang saja, Heoseok hyung tidak akan keliru dengan itu."

Sampai si cafe tempatku bekerja
Kim Seokjin : "Heoseok-ah kau bilang ingin ke tempat kerja Yeosin. mengapa jadi kesini ?"
Jung Heoseok : "Duduk saja dulu. aku akan memesan."

Di Tempat Memesan
Park Yeosin : "Selamat datang, ingin pesan apa ?" seketika terkejut.
Park Yeosin : "Kau ? mengapa kau kesini ? apa kau bersama yang lain ?"
Jung Heoseok : "Tentu saja. aku ingin pesan 7 caffe latte, 5 kentang gorang tolong di sajikan di piring dan dijadikan 1 ya."
Park Yeosin : "baiklah kau bisa menunggu di mejamu."
Jung Heoseok : "Jiyul ingin tau tempat kerjamu. aku sengaja kesini untuk memberitahunya. ku harap kau yang akan mengantarnya ke meja agar jiyul  melihatmu."
Park Yeosin : "Baiklah."

Beberapa saat kemudian. makanan diantarkan ke meja mereka.
Jung Heoseok : "Itu dia pesanannya  datang." Berdiri dan menghampiri yeosin dan membantunya.
Park Yeosin : Bingung "hei, itu tidak perlu kau lakukan. itu adalah tugasku."
Jung Heoseok : "Sudahlah, biar akau yang menatanya. Kau duduk disini."
Song Jiyul : "Jadi kau bekerja disini ? keren sekali kau bisa bekerja di cafe sebesar ini."
Park Yeosin : Hanya tersenyum sambil menundukan kepala.
Song Jiyul : "Tapi bukankah ayahmu tidak pernah setuju jika kau bekerja ?"
Park Yeosin : "Kau tau dari mana ?"
Song Jiyul : "Ayahmu sendiri yang menceritakannya padaku."
Jungkook : "Mengapa kau bisa di terima menjadi pelayan disini. semua pelayan disini ramah-ramah tidak sepertimu."
Park Yeosin : "hei, beraninya kau berbicara seperti itu."
Jung Heoseok : "Jungkook-ah, kau tidak seharusnya berbicara seperti itu."
Jungkook : "Maafkan aku."
Taehyung : "Sejak kapan kau bekerja disini ?"
Park Yeosin : "Sejak cafe ini mulai di buka."
    Semua terkejut saat aku berkata seperti itu.
Park Yeosin : "Mengapa kalian terkejut seperti itu ?"
Song Jiyul : "Yeosin-ah itu sangat hebat. sudah berapa bulan cafe ini di buka ?"
Park Yeosin : "Belum lama. baru 5 bulan."
Taehyung: "woaahh, baru 5 bulan tapi cafe ini sudah seramai ini dan sebesar ini. sangat kkeren."
Park Yeosin : "Ini hanya cabangnya. pusatnya ada lagi. itulah alasan mengapa cafe ini sebesar ini dan bisa seramai ini."
Taehyung : "oh seperti itu rupanya."
Park Yeosin : "Maafkan aku tapi aku harus kembali untuk bekerja, permisi."

Saat aku sudah kembali untuk bekerja
Taehyung : "Wanita itu hebat. dia bersekolah sambil bekerja, itu suatu hal yang tidak mudah."
Kim Namjoon : "Sudahlah habiskan ini lalu kita kembali pulang."

Sesaat sesudah mereka selesai makan
Di mobil
Taehyung : "Hyung cafe itu bagus, kita bisa jadikan cafe itu sebagai tempat berkumpul."
Jung Heoseok : "Ku dengar disini ada tempat khusus yang di sewakan untuk tempat berkumpul. kita bisa menyewakannya setiap minggu jika kalian mau."
Taehyung : "Sewakan saja, lagi pula jadwal kita setiap hari minggu memang kosong dan kita sering memakainya untuk berkumpul saja. daripada hanya jalan-jalan dan berbelanja itu terlalu menghabiskan uang."
Jungkook : "Apakah di sana ada fasilitas seperti game atau semacamnya ? jika hanya berkumpul saja itu akan membosankan."
Jung Heoseok : "Tenang saja semua fasilitas ada, yang penting kita berani bayar mahal di cafe itu. Jika kalian mau aku bisa pesan kan besok untuk setiap hari minggunya."
Song Jiyul : "Aku setuju untuk itu, sepertinya lebih asik. sekaligus bisa menjadi tempat latihan untuk kalian. bukankah kalian ini masih menjadi satu crew dalam street dance ?"
Jimin : "Ah kau benar, akhir-akhir ini sulit mencari tempat untuk latihan."
Jung Heoseok : "Baiklah besok aku akan berbicara dengan pemilik cafe ini."
Jungkook : "Mengapa tidak coba bicara saja pada yeosin, dia kan bekerja disini."
Seok jin : "Jungkook-ah, Yeosin bukanlah pemilik cafe itu."
Jungkook : "Kau benar, maafkan aku."

Keesokan Harinya
Di sekolah
    Yeosin yang sedang berjalan menuju kelas. Tiba-tiba jungkook datang dari belakangnya.
Jungkook : "Yeosin-sshi." Berteriak
    Yeosin yang mengetahui itu adalah suara jungkook ia langsung berjalan lebih cepat untuk menghindari jungkook.
Jungkook : "Yeosin-sshi tunggu sebentar, kau mau kemana terburu-buru seperti itu ? hey yeosin-sshi (menarik tangan Yeosin) mengapa kau terburu-buru ? kelas di mulai masih 1 jam lagi."
Yeosin : "ya aku tau, lalu kenapa kau sudah datang jam segini ? tidak biasanya."
Jungkook : "Memangnya tidak boleh jika aku datang lebih dulu ?"
Yeosin : "Terserah kau saja (meninggalkan jungkook)"
Jungkook : "Hey tunggu sebentar."
Yeosin : "Apa lagi ?"
Jungkook : "Aku ingin ikut."
Yeosin : "ikut ? kemana ?"
Jungkook : "Kau ingin kemana ?"
Yeosin : "Aku ? aku ingin ke perpus."
Jungkook : "Kalau begitu ayo cepat (Menarik tangan Yeosin)"
Yeosin : "Hey, hey lepaskan tanganku (sambil memukul tangan jungkook yang menarik tangannya)"

    Yeosin terus memukul-mukul tangan jungkook dan terus berteriak ke jungkook untuk melepaskan tangannya hingga akhirnya mereka sampai di perpus. saat membuka pintu Yeosin terkejut karna semua orang yang ada di perpus menatap ke arahnya. Yeosin pun langsung terdiam dan menutup mulutnya.
    Jungkook masih menarik tangan Yeosin sampai akhirnya jungkook melepaskannya saat sudah sampai di meja yang tepat berada di sebelah kanan berada tepat di depan kaca.

Jungkook : "Mengapa masih berdiri disitu ? apa harus aku bukakan tempat dudukmu ?"
Yeosin : "Tidak, tidak terimakasih. aku bisa duduk sendiri."
Jungkook : "Buku apa yang ingin kau baca ? biar aku carikan."
Yeosin : "Tidak perlu. aku hanya ingin melanjutkan tugasku."
Jungkook : "Tugas ? tugas apa lagi ? bukankah kemarin tugas itu sudah selesai ?"
Yeosin : "Ini tugas yang aku buat sendiri. percuma jika aku jelaskan, tidak terlalu penting untukmu (Sambil mengeluarkan dan membuka laptopnya)"

    Jungkook hanya menganggukan kepalanya. setelah lama menemani Yeosin menyelesaikan tugasnya akhirnya Yeosin menutup laptopnya dan memasukannya ke dalam tas.

Jungkook : "Apa tugasmu sudah selesai ?"
Yeosin : "Belum."
Jungkook : "Mengapa tidak di selesaikan ?"
Yeosin : "Jika aku selesaikan sekarang juga akan sampai berhari-hari."
Jungkook : "Memangnya tugas itu sulit ?"
Yeosin : "Tidak, hanya memerlukan sebuah inspirasi saja."
Jungkook : "Boleh aku melihatnya ?"
Yeosin : "Kau boleh melihatnya jika sudah selesai."
Jungkook : "kurasa itu akan lama."
Yeosin : "Sudahlah, aku ingin ke kantin. kau mau ikut atau disini ?"
Jungkook : "Lebih baik aku ikut."

Di Kantin
Jungkook : "Biar aku pesankan minuman."
Yeosin : "Terserah kau saja." (jawab dengan cueknya)

    Setelah mendapatkan minum jungkook langsung menuju ke bangku tempat yeosin duduk.

Jungkook : "Ini untukmu."
Yeosin : "Berapa harganya ?" (sambil mengambil dompetnya di dalam tas)
Jungkook : "Tidak usah, aku yang traktir. simpan saja uangmu."
Yeosin : "baiklah." (dengan wajah juteknya)
Jungkook : "Sepulang sekolah nanti kau ingin kemana ?"
Yeosin : "Kerja."
Jungkook : "Boleh aku ikut ? aku tidak akan mengganggu tenang saja."
Yeosin : "TIDAK BOLEH." sambil mengarahkan kedua matanya ke arah jungkook dengan tatapan sinis.
Jungkook : "Sekali ini saja, aku hanya ingin melihatmu bekerja."
Yeosin : "Aku izinkan tapi dengan syarat."
Jungkook : "Apa itu ?"
Yeosin : "Jangan mengganggu hanya duduk diam tanpa berkata apapun kau mengerti !"
Jungkook : "Oke kalau begitu."

Wednesday, February 4, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 4}

Keesokan harinya
    Di depan pintu masuk sekolah aku melihat banyak orang berkerumunan.
Park Yeosin : “Narsha, ada apasih ? kok pada lari gitu ?”
Narsha : “Ada cowo-cowo ganteng, kayanya anak baru. Sudah ya, aku penasaran ingin melihatnya.”
Park Yeosin : “oh iyaa.”
Park Yeosin : “Aku yakin, pasti 5 cowo itu. Hah wanita disini cepat sekali tertarik pada seseorang.”
Di Kelas
    Salah satu dari mereka ada yang masuk kelasku.
Narsha : “Yeosin-ah, lihat. Itu cowo yang tadi apa kau melihatnya ?”
Park Yeosin : “Aku sudah tau.” Jawabku dengan sedikit jutek.
Narsha : “Kau mengenalnya ?”
Park Yeosin : “bukan aku, tapi Song Jiyul yang lebih mengenalnya.”
Narsha : “Siapa Song Jiyul ?
Park Yeosin : “Dia sahabatku sewaktu kecil, dia baru kembali dari amerika dan bersekolah disini.”
Narsha : “bagaimana dengan lelaki itu ? apa mereka semua juga berasal dari amerika ?”
Park Yeosin : “Ya sepertinya.”
Narsha : “Waaahhh, keren.”
    Lelaki itu mendekatiku dan narsha.
Jeon Jungkook : “Hai, kita bertemu lagi. Ternyata aku sekelas denganmu.”
Narsha : “Kalian sudah pernah bertemu ?”
Park Yeosin : “mereka datang ke rumahku kemarin.”
Narsha : “oh gitu, oh iya perkenalkan aku narsha.” Sambil mengajaknya bersalaman.
Jeon Jungkook : “aku Jeon JungKook.”
Narsha : “Senang bertemu denganmu. Duduklah disini.” Menunjukkan bangku yang berada di sebelah kanan Park Yeosin.
Jeon Jungkook : “Terimakasih.”
    Narsha senyum-senyum pada lelaki itu. Aku yang melihatnya sedikit aneh. Tapi aku berusaha untuk tidak perduli dengan itu.
    Bel Istirahat berbunyi. Semua siswa telah keluar kelas hanya tinggal aku, Narsha dan Jungkook.
Narsha : “apa kau ke kantin Yeosin-ah ?
Park Yeosin : “Sepertinya tidak aku ingin makan di kelas saja, aku membawa bekal.”
Narsha : “bagaimana denganmu Jungkook ?”
Jungkook : “Aku belum ingin kesana.”
Narsha : “Baiklah, aku akan ke kantin sendiri, bye.”
    Setelah narsha keluar aku melihat jungkook mengangkat telefon. Ia hanya berbicara singkat di telefon. Setelah ia selesai menelfon aku mengeluarkan bekalku. Tapi, seketika jungkook mengambil bekalku dan menarik tanganku.
Park Yeosin : “Hei apa-apaan ini, lepaskan tanganku hei hei.”
Jungkook : “Ikuti saja dulu.”
Park Yeosin : “ Memangnya kita mau kemana ? apa kau tidak tau aku lapar ? aku ingin makan bekalku, kembalikan itu.”
Jungkook : “Nanti akan ku kembalikan.”
Park Yeosin : “Kembalikan itu sekarang, aku ingin kembali ke kelas.”
Jungkook : “Tidak kau tidak boleh kembali ke kelas. Kau harus ikut denganku. Cukup diam dan ikuti saja.”
    Aku hanya menggerutu dalam hati dan menunjukkan wajah kesal dan tidak sukaku terhadap perlakuan jungkook terhadapku. setelah sampai di suatu tempat.
Jungkook : “Tunggu disini.”
    Aku hanya diam dan duduk sambil menunggu. Setelah jungkook kembali.

Song Jiyul : “Yeosin-ah. Ku dengar kau sekelas dengan jungkook. Bagaimana dengannya, apa kau senang ?”
Park Yeosin : “apa kau yang menelfonnya tadi dan menyuruhku kesini ?”
Song Jiyul : “Iya, memangnya kenapa ? kau tidak suka ya ?”
Park Yeosin : “Aku tidak suka dengan caranya mengajakku kesini, bukankah berbicara saja itu lebih sopan. Tinggal bilang kalo aku disuruh ke kantin untuk bertemu denganmu. Tidak perlu menarik apalagi mengambil bekalku secara paksa.” Ucapku sambil menatap jungkook dengan tatapan sinis.
Jungkook : “mereka menyuruhku cepat jadi aku langsung saja menarikmu, akan lama jika memberi tahumu terlebih dulu.”
Park Yeosin : Aku hanya menghela nafas.
Song Jiyul : “Sudahlah, mari kita makan. Aku sudah memesan untuk kita semua.”
Park Yeosin : “Uh tapi, aku membawa bekal.”
Song Jiyul : “Simpan saja bekalmu, kekasihku mau mentraktir kita semua.”
Park Yeosin : “hmm, baiklah.”
    Tak lama kemudian makanan datang. Semua makanan sudah tersedia dan kami langsung memakannya. Beberapa saat kemudian setelah kami selesai makan.

Park Yeosin : “Apa ini sudah selesai ? aku ingin kembali ke kelas. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan.”
Song Jiyul : “kita baru saja selesai, tak bisakah menunggu sampai bel masuk ? kau ini selalu saja ingin cepat-cepat.”
Park Yeosin : "Jiyul-ah, aku dapat tugas tadi dari pak guru jadi aku harus menyelesaikannya sebelum bel masuk. kita bisa ngobrol-ngobrol lagi sepulang sekolah nanti."
Song Jiyul : "Baiklah sampai jumpa pulang sekolah nanti."
Park Yeosin : Tersenyum pada Jiyul. "Hei, Kau masih ingin disini atau kembali ke kelas bersamaku ?"
Jungkook : “Kau berbicara padaku ?”
Park Yeosin : "Tentu saja denganmu, memangnya ada yang lain yang juga sekelas denganku ?"
Jungkook : "Oh, baiklah kita ke kelas bersama. kajja."

Saat sedang menuju ke kelas
Jungkook : "Yeosin-ah, mengapa sikapmu berbeda ?"
Park Yeosin : "Apa maksudmu ?
Jungkook : "Ketika berbicara padaku sikapmu begitu dingin bahkan jutek tapi jika dengan jiyul eonnie kau justru begitu manis."
Park Yeosin : "Dia itu sahabatku wajar jika aku bersikap baik padanya. dia juga seseorang yang banyak membantuku selama ini."
Jungkook : "Bagaimana denganku ?"
Park Yeosin : "Kau hanyalah seseorang yang aku kenal dari Jiyul. dan kau belum bisa disebut temanku atau sahabatku."
Jungkook : "Belum ? bukan berarti tidak. artinya tidak menutup kemungkinan bahwa aku bisa jadi sahabat atau mungkin lebih dari sahabtmu iyakan ?" Menggoda.
Park Yeosin : "Tidak semudah itu. sudah tutup mulutmu itu."

Tuesday, February 3, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 3}

Keesokan Paginya
Minggu 10 Februari 2014
    Pagi Ini sangat menyejukkan, aku berlari di sekitar taman dekat rumahku utnuk berolahraga. Banyak orang yang datang kesini karna memang orang-orang yang tinggal di daerah ini selalu berolahraga di tempat ini.

Park Yeosin : “sudah lama aku tidak berolahraga seperti ini. Kurasa kakiku sudah sedikit melemah dan mudah lelah. Ini efek dari malas yang pelihara beberapa minggu ini.” Berbicara sendiri sambil duduk di bangku taman.

    Tidak lama ada seseorang yang menyapaku.

Song Jiyul : “Yeosin-ah.” Melambaikan tangannya padaku.

    Aku yang melihatnya dari jauh terlihat samar dan ragu apa aku mengenalnya atau tidak. Aku bertanya-tanya pada diriku sendiri.
    Seseorang yang memanggil dan melambaikan tangannya padaku tadi akhirnya menghampiriku.

Song Jiyul : “kau hanya sendiri ?”
Park Yeosin : “ah ternyata kau song jiyul. Aku hampir tidak mengenalimu dari kejauhan. Kapan kau kembali ke korea ?”
Song Jiyul : “kemarin sore, bahkan aku ke rumahmu. Tapi ayahmu bilang bahwa kau belum pulang kerja jadi aku hanya mampir sebentar lalu pulang ke rumah.”
Park Yeosin : “Ayahku tidak memberitahuku jika kau datang ke rumah kemarin.”
Song Jiyul : “Aku yang menyuruhnya untuk tidak memberitahumu, aku ingin menemuimu sendiri tanpa kau tahu bahwa aku sudah disini.”
Park Yeosin : “baiklah. Tapi kenapa kau kembali ke korea ? bukankah kau masih harus melanjutkan sekolahmu disana ? apa kau sedang liburan ?”
Song Jiyul : “Aku memutuskan untuk pindah sekolah kesini agar bisa bersama orangtuaku. Jauh dari orang tua sangat tidak enak walau mungkin aku sudah terbiasa setelah satu tahun disana tapi tetap saja karna kesibukanku jadi sulit untuk menghubungi orangtuaku ketika aku merindukannya.”
Park Yeosin : “Memang sulit, lebih baik kau bersekolah di sekolahku. Jadi kita bisa berangkat dan pulang bersama. Kau tidak akan kesepian jika bersamaku.”
Song Jiyul : “Aku memang akan bersekolah di sekolahmu mulai besok."
Park Yeosin : “Benarkah ? woaahh itu berarti aku akan punya teman baru di sekolah.”
Song Jiyul : “Kita sudah berteman lama, tidak pantas lagi di sebut teman baru.”
Park Yeosin : “Kita memang sudah lama kenal, tapi jika satu sekolah bersama itukan baru iya kan ?”
Song Jiyul : “Kau ini bisa saja.”
Park Yeosin : “ayo kita ke rumahku, kau belum sarapan kan ? aku akan memasakan sesuatu untukmu.”
Song Jiyul : “Aku memang lapar pagi ini. Ayo.”

Sampai Rumah
Park Yeosin : “Ayah aku pulang dan membawa tamu.”
Ayah : “Siapa itu ?” berteriak dari kamar mandi.
Park Yeosin : “Song Jiyul ayah.”
Ayah : “oh selamat datang Jiyul-ah.” Sembari berjalan menuju aku dan song jiyul.
Song Jiyul : “Ahjussi apa kabar ?”
Ayah : “Duduklah disini Jiyul. Dan Yeosin pergi ambilkan minuman. Ayah akan pergi karna dapat panggilan dari kantor tadi.”
Park Yeosin : “Iya ayah hati-hati di jalan.”
Song Jiyul : “Hati-hati Ahjussi.”
Park Yeosin : “Kau ingin ikut memasak atau menunggu disini ?”
Song Jiyul : “aku akan ke dapur jika aku mulai bosan.”
Park Yeosin : “Baiklah jika seperti itu.” Sambil menuju ke Dapur.

Beberapa saat kemudian
Song Jiyul : “Yeosin-ah, apa aku boleh mengajak teman-teman lelaki ku kesini ? aku sudah lama tidak bertemu mereka. Bolehkah ?”
Park Yeosin : “Kau mempunyai teman lelaki ?”
Song Jiyul : “sebenarnya salah satu dari mereka adalah pacarku, dan yang lainnya adalah teman pacarku.”
Park Yeosin : “Jika seperti itu suruh mereka datang saja. Aku akan memasak banyak hari ini.”
Song Jiyul : “aahh Terimakasih, kau memang sahabat terbaikku.” Sambil Mencubit pipiku.
Park Yeosin : “Kau selalu seperti ini jika ada maunya.”
Song Jiyul : “Hehe, aku akan menelfon mereka dan menunggu mereka di luar.” Berjalan keluar.

    Tak lama kemudian makanan siap dan aku menyiapkan meja makan serta menaruh makanannya diatas meja. Setelah selesai, aku menghampiri Song Jiyul yang sedang menunggu temannya di luar.

Park Yeosin : “Apa temanmu sudah datang ?”
Song Jiyul : “Sebentar lagi mereka sampai. Sedikit sulit menemukan alamatmu. Mereka juga baru disini.”
Park Yeosin : “Aku menunggu di dalam ya, jika sudah datang suruh saja mereka masuk dan ke meja makan, makanan sudah siap. Aku hanya tinggal membuat minumnya.”
Song Jiyul : “Oke.”

Beberapa saat kemudian mereka datang
Song Jiyul : “Aku menunggu lama disini.”
Kim Seokjin : “Maafkan aku Chagi, sulit menemukan alamat ini. Kami hampir tersesat tadi.”
Song Jiyul : “Yasudah, mari kita masuk, kalian pasti lapar. Temanku sudah menyiapkan makanan untuk kita.”

Di Meja Makan
    Semua sudah menempati tempat duduknya. Sedangkan Park Yeosin masih berada di dapur menyiapkan minuman. Setelah minuman sudah siap aku mengantarnya ke meja makan.
Park Yeosin : “Minuman sudah datang.”
    Setelah menaruh minum aku memperhatikan teman laki-laki song jiyul. Saat aku melihatnya aku terkejut, ternyata mereka adalah pelangganku kemarin 5 orang pria yang terlihat sombong seperti anak populer. Aku terdiam sambil melihat mereka saat itu.
Song Jiyul : “Yeosin-ah, Kau tidak apa-apa ?
Park Yeosin : “Oh, Aku tidak apa-apa.”
Park Yeosin : “Silahkan di cicipi makanannya, pasti kalian lapar.”
5 Lelaki : “Nde..”
    Setelah selesai makan
Park Yeosin : “Kalian pergi ke ruang tv saja aku akan membereskan ini. Jiyul-ah antarkan mereka dan nyalakan saja tv agar mereka bisa menonton.”
Song Jiyul : “Nde.”
    Saat aku sedang merapikan piring bekas kami makan di dapur ada seorang lelaki yang datang. Tanpa berbicara ia langsung mengambil spons dan piring yang sedang ku bersihkan.
Park Yeosin : “Hei, apa yang kamu lakukan. Hentikan, biar aku saja.”
    Lelaki itu hanya diam dengan tetap mengerjakan pekerjaanku. Aku yang melihatnya hanya diam dan membiarkannya sampai selesai.

Jung Heoseok : “Namaku Jung Heoseok. Maaf sudah mengagetkanmu tadi. Aku hanya ingin membantu.”
Park Yeosin : “oh Terimakasih sudah mau membantu, tapi lain kali jangan seperti itu, seseorang pasti akan marah jika kau seperti itu.” Ucapku sambil mengeringkan tempat ujung tempat cuci piring dengan lap.
Jung Heoseok : “Apa kita pernah bertemu sebelumnya ? Aku merasa pernah melihatmu.”
Park Yeosin : “Bagaimana dengan cafe yang kau kunjungi kemarin ?”
Jung Heoseok : “oh iya, bukankah kau pelayan itu ? aku yang memesan kemarin. Pantas saja aku seperti mengenalmu.”
Park Yeosin : “ini sudah selesai, Kau duluan saja ke ruang tv. aku ingin mengganti bajuku terlebih dulu.”
    Lelaki itu pun berjalan menuju ruang tv, dan aku bergegas ke kamar untuk mengganti bajuku. Setelah selesai aku langsung ke ruang tv.

Song Jiyul : “Yeosin-ah, kemarilah.”
Song Jiyul : “Aku akan memperkenalkan mereka padamu. Ini adalah kekasihku Kim SeokJin. Ini Kim Taehyung, ini Park Jimin, Jeon Jungkook, dan Jung Heoseok.”
Song Jiyul : “Dan teman-teman perkenalkan ini temanku park Yeosin. Dia masih seumuran dengan ku dia adalah sahabatku dari kecil dia sangat baik.”
5 lelaki : “Hallo” dengan nada yang berbeda-beda. Ada yang sangat gembira, ada juga yang menggunakan nada datar.
Park Yeosin : “hallo. Senang berkenalan dengan kalian. Oh iya, jiyul-ah bukankah besok kau sudah mulai masuk ?”
Song Jiyul : “iya, mereka juga akan ikut denganku.”
Park Yeosin : “Maksudmu mereka juga akan bersekolah disana ?” Dengan wajah yang sedikit terkejut dan bingung.
Song Jiyul : “Tentu, untuk apa mereka kesana kalau bukan untuk bersekolah.”
Park Yeosin : “oh baiklah.”

    Waktu berjalan sangat cepat setelah bersenang-senang mereka pun bersiap-siap untuk pulang.
5 Lelaki : “Terimakasih untuk makanan dan tempatnya, maaf sudah merepotkan.”
Park Yeosin : “Iya sama-sama, terimakasih sudah mau main kesini.”
Song Jiyul : “Sampai jumpa besok, dan kau jaga dirimu untuk besok. Aku tak sabar bertemu kau di sekolah.”
Kim SeokJin : “aku juga tidak sabar bertemu denganmu besok.” Sambil mengusap pipi Song Jiyul.
    Mereka pun segera masuk ke dalam mobil setelah berpamitan.

Monday, February 2, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 2}



Saat jam istirahat aku dan lee hyuk chan keluar untuk makan siang. Aku biasa duduk di belakang cafe sambil saling bercerita dan berbincang-cincang dengan lee hyuk chan. Lee hyuk chan menceritakan soal 5 lelaki tadi padaku.
Lee Hyuk Chan : “hei, apa kau melihat 5 lelaki tadi itu ? saat aku ke toilet tadi aku melihat mereka. Ugh mereka benar-benar lelaki yang sangat tampan. Jika saja aku dan mereka seumuran. Hei, bukankah mereka itu seumuran denganmu ?”
Park Yeosin : “entahlah, kurasa umur mereka 2 atau 3 tahun diatasku.”
Lee hyuk chan : ”ah mungkin benar.”
Park Yeosin : ”kurasa mereka lelaki yang populer di sekolahnya”
Lee Hyuk Chan : ”itu sangat terlihat jelas, wajahnya saja benar-benar sangat tampan. Jika kau bisa melihatnya mereka mempunyai tulisan “POPULER” di jidatnya.”
Park Yeosin : “apa itu benar-benar tertulis di jidat mereka ? aku tidak melihatnya”
Lee Hyuk Chan : “Hei aku hanya bergurau, kau ini sudah berapa lama mengenalku ? masih saja tidak ada perubahan dari otakmu.”
Park Yeosin : “otakku baik-baik saja sejak awal.”
Lee Hyuk Chan : “ah sudahlah habiskan makananmu kita harus kembali bekerja.”
Park Yeosin : “eonnie-ah sepulang bekerja nanti temani aku ke suatu tempat ya. Ada sesuatu yang ingin aku beli dan aku butuh pendapatmu untuk itu.”
Lee Hyuk Chan : “baiklah, tapi kau harus membelikanku sesuatu juga ya. Aku sedang ingin memakan sesuatu saat ini.”
Park Yeosin : “Seharusnya kau yang mentraktirku, kau kan seniorku hehehe.”
Lee Hyuk Chan : “Aku tidak bisa berdebat dengan itu.” Sembari berdiri dan kembali ke ruangan.
Park Yeosin : “eonnie-ah tunggu aku.” Sambil berlari ke arah Lee Hyuk Chan

          Aku kembali pada pekerjaanku. Beberapa jam kemudian tepat jam 6 sore waktunya pulang.
Di ruang ganti
Park Yeosin : “Terimakasih kerja kerasnya hari ini, terimakasih semuanya.”
Pegawai lain : “iyaa.”
Di depan cafe
Park Yeosin : “Ada yang menelfon. Aku mengangkat telfon dulu sebentar.”
Lee Hyuk Chan : “Nde.”
Percakapan telefon
Park Yeosin : “Hallo”
Ayah : “Yeosin-ah, dimana kau ? bukankah seharusnya kau sudah pulang sekarang ?
Park Yeosin : “aku memang sudah pulang yah, tapi aku ingin ke suatu tempat dulu bersama hyuk chan eonnie. Hanya sebentar dan tidak akan lama.”
Ayah : “baiklah jangan pulang lewat dari jam malam kau mengerti ?”
Park Yeosin : “iya ayah. Aku tidak akan di luar sampai lewat jam malamku, aku kan selalu pulang tepat waktu.” Sambil tertawa kecil.
Ayah : “yasudah, hati-hati kau disana.”
Park Yeosin : “Nde, Aku sayang ayah. Jangan terlalu mengkhawatirkanku yaa.” Menutup telfonnya.

          Lee Hyuk Chan mendekatiku.
Lee Hyuk Chan : “Apa itu ayahmu ?”
Park Yeosin : “iya itu ayahku.” Sambil menaruh handphone ke saku jaketku.
Lee Hyuk Chan : “bahkan hanya telat sedetikpun kau sudah di telfon olehnya.”
Park Yeosin : “Kau iri ya ?” godaku “dia seperti itu karna mengkhawatirkanku dan terlalu menyayangiku.” Godaku lagi.
Lee Hyuk Chan : “Hei, kau mencoba membuatku terlihat buruk ya ?”
Park Yeosin : “tidak, aku hanya menggodamu saja.”
Lee Hyuk Chan : “dasar kau anak kecil.”
Park Yeosin : “Kau akan cepat tua jika terus memasang muka seperti itu.” Sambil menggandengnya lalu mulai berjalan.
Lee Hyuk Chan : “apa dengan aku marah umurku langsung bertambah 10 tahun dan menjadi 32 tahun ? itu tidak mungkin.”
Park Yeosin : “bukan umurmu tapi wajahmu yang akan mulai mempunyai banyak kerutan disini, disini, dan disini.” Sambil menunjuk mata, pipi dan dagu Lee Hyuk Chan.
Lee Hyuk Chan : “hei beraninya kau.” Sambil menolak tangan Park Yeosin.
Park Yeosin : “kau lebih cantik jika tersenyum. Jadi tersenyum lah seperti ini.” Sambil membuat senyuman di bibir Lee Hyuk Chan.
Lee Hyuk Chan : “hmmm. Terserah kau saja.”
          Di perjalan aku selalu menggoda Lee Hyuk Chan eonnie ku tersayang ini. Aku tau mungkin dia kesal, tapi dia tidak pernah benar-benar marah padaku. Mungkin karna dia memaklumi aku. Seorang wanita remaja yang masih butuh waktu untuk bersenang-senang hingga bisa menjadi dewasa.
          Setelah beberapa menit berjalan sampai lah kami di toko barang-barang mewah. Banyak barang-barang yang bagus disini, jelas saja barang-barang yang ada disini semuanya mahal jadi sudah pasti bagus dan kualitasnya terjamin.

Lee Hyuk Chan : “ini toko yang menjual barang-barang yang sangat mahal, bagaimana kau bisa berfikir untuk pergi kesini ? kau ingin membeli sesuatu disini ? apa kau punya uang ?”
Park Yeosin : “Aku sudah memikirkan ini sejak lama, aku ingin membeli suatu barang untuk ayah karna sebentar lagi dia akan berulang tahun yang ke-40. Apa salahnya jika aku memberi sesuatu yang mahal untukknya ? bahkan selama ini dia menghabiskan banyak uang untukku hingga aku bisa menjadi sebesar ini.”
Lee Hyuk Chan : “ya aku tahu itu, tapi apakah kau mempunyai uang untuk membelinya ?”
Park Yeosin : “Aku tidak mungkin kesini jika aku tidak mempunyai uang. Tenang saja, aku sudah mengumpulkan uang hasil kerjaku dari pertama aku kerja hingga sekarang.”
Lee Hyuk Chan : “apa itu cukup ?”
Park Yeosin : “Ya kurasa, ayo kita masuk. Orang-0rang akan berfikir kita aneh jika hanya berdiri di depan toko dan hanya memperhatikan toko ini.”

          Kami pun masuk ke dalam toko tersebut. Saat aku melihat barang-barang itu aku ingin membeli semuanya untuk ayah. Tapi saat aku melihat harga dari masing-masing barang itu sangat mahal. Jika aku membeli semua yang aku inginkan untuk ayahku uangku tidak akan cukup jadi aku hanya harus memilih satu diantaranya.
          Setelah lama mencari akhirnya pilihan tertuju pada jam tangan atau arloji yang pernah di berikan almarhum ibuku untuk ayah.

Park Yeosin : “Eonnie, lihat ini. Bukankah ini bagus ?” sambil menarik dan menunjukkan jam tangan pilihanku pada Lee Hyuk Chan.
Lee Hyuk Chan : “Jika kau merasa itu bagus dan cocok untuk ayahmu ambil saja yang itu.”
Park Yeosin : “Ini seperti jam tangan yang di berikan ibu untuk ayah sebelum ibu meninggal. Tapi jam itu rusak karna aku pernah tidak sengaja melemparnya sewaktu umurku masih 10 tahun. Aku ingin membelikan ini sebagai gantinya.”
Lee Hyuk Chan : “Aku benar-benar lelah, ambil lalu bayar setelah itu kita pulang.”
Park Yeosin : “Baiklah.” Sambil tersenyum lebar lalu pergi ke kasir.

          Setelah selesai kami langsung pulang ke rumah masing-masing.
Di Rumah
          Ayah yang sedang duduk di bangku sambil menonton tv.
Ayah : “Kau sudah pulang ?”
          Aku terkejut saat ayah berkata seperti itu, kukira ayah berada dikamarnya.
Park Yeosin : “Ayah, mengagetkan saja. Apa ayah menungguku disini ?” sembari menuju bangku tempat ayah duduk, lalu duduk di samping ayah.
Ayah : “Bagaimana menurutmu ?”
Park Yeosin : “Ayah, bukankah aku sudah bilang jangan mengkhawatirkanku. Aku akan kembali dengan selamat. Aku kan sudah mulai dewasa ayah.”
Ayah : “Kau itu wanita remaja yang sedang mencari jati dirimu, belum sepenuhnya kau dewasa. Pantas jika ayah masih mengkhawatirkanmu.”
Park Yeosin : “Yasudahlah. Aku lelah aku akan ke kamarku untuk istirahat. Selamat malam ayah.” Sambil mencium pipi ayah.


Di Kamar
          Aku langsung menaruh jam tangan di lemari bajuku agar tidak terlihat oleh ayah. Lalu setelah itu aku menaruh tas dan mengganti bajuku lalu pergi tidur.