Friday, May 15, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 20}

    Saat ibu Jungkook dan Lee Hyuk Chan pergi keluar. Yang tertinggal hanya Jungkook dan Yeosin di ruangan.
Jungkook : "Bolehkah aku bertanya sesuatu ?"
Yeosin : "Nde."
Jungkook : "Ibuku berkata bahwa saat di perjalanan menuju rumah sakit tiba-tiba kau ada urusan mendadak. Sedangkan pada saat itu aku sempat melihatmu hanya berdiri di tepian jalan tanpa melakukan apapun. Saat diambulance aku sama sekali tidak melihatmu, aku hanya melihat suster atau perawat yang mengantarku dan memberi pertolongan pertama padaku. Aku merasa aneh, apa yang aku lihat dan yang ibuku katakan itu jauh berbeda."
Yeosin : "Lalu apa yang ingin kau tanyakan padaku ?"
Jungkook : "Kejadian itu, bukankah membuatmu mengingat kejadian yang menimpa ibumu dulu ? bukan aku sok tau, hanya saja saat kita di taman kau bercerita tentang ibumu dan kejadian yang menimpanya saat kau sedang pergi berlibur. Kejadian itu, apa sama persis dengan kejadian yang menimpaku ?"
    Yeosin terdiam sejenak mendengar apa yang dikatakan Jungkook.
Yeosin : "Tidak, tidak sama sekali."
Jungkook : "Benarkah ? lalu mengapa wajahmu seperti sangat terkejut saat melihat kecelakaan yang menimpaku kemarin ? jujur saja, aku mengerti apa yang kau pikirkan saat itu. Saat ini kau hanya tidak ingin mengungkit masa lalumu yang menyedihkan itu bukan ? Yeosin-ssi cobalah untuk terbuka padaku, aku memang sedikit aneh menurutmu, tapi aku juga pandai menjaga rahasia dan akan menjadi pendengar yang baik. Percayalah padaku."
Yeosin : "Semua itu  tidak ada kaitannya dengan masa laluku. Lupakan saja apa yang aku ceritakan kemarin. Anggap itu hanyalah cerita palsu yang ku buat."
Jungkook : "Bagaimana bisa aku menganggap semua itu palsu ? kau bercerita sesuai dengan kenyataan, dari wajahmu pun terlihat kau tidak berbohong. Itu semua sungguhan tanpa dibuat-buat."
Yeosin : "Terserah kau saja. Aku ingin keluar sebentar."
Jungkook : "Boleh aku ikut ?"
Yeosin : "Kau harus beristirahat, kakimu tidak akan sembuh jika kau tidak mau beristirahat. Aku pergi dulu."
Jungkook : "Arraseo."
    Setelah Yeosin keluar ruangan.
Jungkook : "Kau ini selalu menyembunyikan sesuatu yang tidak seharusnya kau sembunyikan. Bahkan kau berbohong berkata tidak mengkhawatirkanku, tapi kata-katamu tadi seperti kau tidak ingin sesuatu terjadi padaku. Hah wanita itu aku tidak mengerti apa maunya."
    Di luar ruangan.
Yeosin : "Sepertinya dia terlalu pintar, bisa dengan cepat menyimpulkan dari apa yang aku lakukan kemarin dengan ceritaku."

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 19}

    Keesokan harinya sepulang kerja Yeosin dan Lee Hyuk Chan datang ke rumah Jungkook. Tapi saat kami berada di rumahnya, ternyata rumah Jungkook sepi. Lee Hyuk Chan mencoba untuk menelfon ibu Jungkook menanyakan dimana ia berada sekarang, ibu Jungkook pun memberi tau bahwa saat ini ia sedang berada di rumah sakit bersama Jungkook. Yeosin dan Lee Hyuk Chan pun segera menuju ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit...
Lee Hyuk Chan : (Membuka pintu) "Annyeonghaseyo halmoni."
Yeosin : (Tersenyum dan memberi hormat/bow)
Eomma : "Kalian sudah datang, masuklah."
    Yeosin dan Lee Hyuk Chan pun mendekati ibu Jungkook dan juga Jungkook.
Yeosin : "Oppa, maaf atas kejadian kemarin aku tidak bisa mengantarmu sampai rumah sakit karna ada urusan mendadak yang harus aku hadiri."
Jungkook : "Gwenchana, lagi pula aku sudah baik-baik saja."
Yeosin : "Ku dengar tulang kaki sebelah kirimu patah."
Jungkook : "Nde, tapi tidak usah khawatir. Aku sudah baik-baik saja sekarang, hanya tinggal memulihkan kakiku agar bisa berjalan kembali."
Yeosin : "Syukurlah kalau begitu."
Eomma : "Yeosin, tadinya aku ingin membicarakan sesuatu padamu. Tapi, rasanya tidak lagi. Kau terlihat sangat mengkhawatirkan Jungkook. Aku sempat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Lee Hyuk Chan saat kau pergi begitu saja ketika Jungkook mengalami kecelakaan. Tapi sekarang sepertinya aku bisa percaya dengan apa yang dikatakan Lee Hyuk Chan tentang mu."
Yeosin : "Nde, maafkan aku karna tiba-tiba pergi tanpa bertanggung jawab atas apa yang dialami Jungkook saat itu."
Eomma : "Tidak apa-apa, aku mengerti. Kau anak baik."
Yeosin : "Gamsahabnida halmoni."
Eomma : "Nde. Arraseo, ibu akan keluar membeli sedikit makanan dan juga minuman. Kalian disini saja untuk menjaga Jungkook selagi aku pergi."
Lee Hyuk Chan : "Halmoni, bolehkah aku ikut ? biar Yeosin yang menjaga Jungkook." (Mengedipkan mata ke arah ibu Jungkook tanpa terlihat oleh Jungkook dan Yeosin)
Eomma : "arraseo, kajja."
    Saat ibu Jungkook dan Lee Hyuk Chan pergi keluar. Yang tertinggal hanya Jungkook dan Yeosin di ruangan.
Jungkook : "Bolehkah aku bertanya sesuatu ?"
Yeosin : "Nde."
Jungkook : "Ibuku berkata bahwa saat di perjalanan menuju rumah sakit tiba-tiba kau ada urusan mendadak. Sedangkan pada saat itu aku sempat melihatmu hanya berdiri di tepian jalan tanpa melakukan apapun. Saat diambulance aku sama sekali tidak melihatmu, aku hanya melihat suster atau perawat yang mengantarku dan memberi pertolongan pertama padaku. Aku merasa aneh, apa yang aku lihat dan yang ibuku katakan itu jauh berbeda."
Yeosin : "Lalu apa yang ingin kau tanyakan padaku ?"
Jungkook : "Kejadian itu, bukankah membuatmu mengingat kejadian yang menimpa ibumu dulu ? bukan aku sok tau, hanya saja saat kita di taman kau bercerita tentang ibumu dan kejadian yang menimpanya saat kau sedang pergi berlibur. Kejadian itu, apa sama persis dengan kejadian yang menimpaku ?"
    Yeosin terdiam sejenak mendengar apa yang dikatakan Jungkook.

Friday, May 8, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 18}

    Saat di perjalanan sesuatu terjadi. Yeosin yang berjalan di belakang Jungkook melihat suatu kejadian yang mengingatkan dirinya pada ibunya. Yeosin pun tidak bisa berkata apapun, hanya bisa diam melihat tanpa bisa melakukan apapun.
    Orang-orang yang melihat itupun langsung mengerubungi Jungkook yang tergeletak tanpa sadar. Seseorang yang lain menghubungi ambulance, dan ketika ambulance telah datang Jungkook pun langsung dibawa ke rumah sakit. Yeosin yang masih berdiri di sebrang jalan bahkan hingga keramaian sudah mulai berkurang dia tetap berada disana.
    Di rumah sakit, Jungkook pun langsung dibawa ke ruang UGD untuk segera di periksa oleh dokter. Tak lama teman-teman Jungkook dan juga Jiyul pun datang untuk melihat bagaimana keadaan Jungkook. Saat dokter keluar dari ruangan Jimin langsung bertanya pada dokter tersebut.
Jimin : "Bagaimana keadaannya ? apa dia baik-baik saja ?"
Dokter : "Dia hanya terserempet mobil tadi, tidak ada luka yang parah namun tulang kaki kirinya patah karna sempat terkena ban mobil yang sedang berjalan. Dia belum sadar sekarang, mungkin sebentar lagi ia akan sadar. Jika kalian ingin melihatnya silahkan masuk."
    Teman-teman Jungkook juga Jiyul segera masuk ke dalam ruangan dimana Jungkook di rawat.
    Di tempat kejadian kecelakaan tersebut. Yeosin mengirimi Lee Hyuk Chan pesan yang berbunyi "Eonnie, beritahu ibu Jungkook kalau sekarang Jungkook berada di rumah sakit. Ia mengalami kecelakaan. Jika ibu Jungkook menanyakan dimana aku, katakan saja jika aku mempunyai urusan keluarga yang sangat penting. Maaf aku tidak bisa ikut ke rumah sakit dimana Jungkook berada."
    Setelah Lee Hyuk Chan mendapatkan pesan itu ia mengerti mengapa Yeosin tidak bisa ikut. Lalu ia langsung memberitahu ibu Jungkook dan segera pergi ke rumah sakit.
    Di rumah sakit. Saat Lee Hyuk Chan dan ibu Jungkook sampai di ruangan.
Eomma : "Kalian sudah disini ? sejak kapan ? bagaimana keadaan Jungkook ? apa yang terjadi padanya ?"
    Seokjin mencolek Jiyul agar Jiyul berbicara pada ibu Jungkook.
Jiyul : "Halmoni, Dokter berkata bahwa Jungkook mengalami kecelakaan. Lukanya tidak terlalu serius, hanya saja tulang kaki sebelahkirinya patah karnaterserempet ban mobil yang melintas. Selebihyna dia baik-baik saja."
Eomma : "Bagaimana ini bisa terjadi ?"
Jiyul : "Kami juga tidak begitu tau. Tadi ada seseorangyang mengirimiku pesan bahwa Jungkook berada di rumah sakit karna kecelakaan yang menimpanya. Sayangnya nomor itu tidak ku kenal dan karna aku panik setelah membaca pesan itu aku langsung menelfon yang lain dan langsung menuju kesini."
Eomma : "Hyuk Chan bukankah tadi Jungkook bersama dengan Yeosin ? kemana dia sekarang ?"
Jimin : "Yeosin ? Jungkook bersama dengannya ?"
Lee Hyuk Chan : "Nde halmoni. Yeosin mengirim pesan padaku dia tidak bisa datang karna ada urusan keluarga yang sangat penting dan mendadak sekali. Sepertinya saat dia ingin mengantar Jungkook terpaksa dia haru pergi dan membiarkan Jungkook di bawa oleh orang lain kesini."
Eomma : "Bagaimana bisa dia pergi disaat Jungkook seperti ini ?"
Lee Hyuk Chan : "Dia meninggalkan Jungkook bukanlah kemauannya, tapi mau tidak mau karna keluarga dia harus mau meninggalkan Jungkook walau sebenarnya ia tak tega melakukan itu."
Jiyul : "Halmoni, Yeosin bukanlah orang yang jahat yang sengaja membuat Jungkook menjadi seperti ini lalu meninggalkannya. Aku yakin apa yang di katakan Lee Hyuk Chan ini sangat benar. Karna ada urusan mendadak menyangkut keluarga Yeosin terpaksa harus pergi."
Eomma : "Baiklah. Besok bisakah kau (Lee Hyuk Chan) datang ke rumahku bersama Yeosin ?"
Lee Hyuk Chan : "Mungkin sepulang kerja aku bisa mengajak Yeosin untuk bertemu denganmu."

Monday, May 4, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 17}

    Singkat cerita. Merekapun berjalan mengelilingi taman mencari tempat agar dapat melihat keseluruhan pemandangan yang ada disana.
Jungkook : "Bagaimana jika kita duduk disana, dibangku itu ?"
Yeosin : "Ide yang bagus."
    Mereka berdua pun langsung menuju bangku yang berada tepat di depan pemandangan yang sedang mereka nikmati, tepatnya di depan sebuah sungai yang indah.
Jungkook : "Kau menyukai pemandangan ini ?"
Yeosin : "Nde, aku sangat menyukainya."
Jungkook : "Baguslah."
Yeosin : "Aku tidak pernah menemukan tempat seindah ini."
Jungkook : "Bagaimana bisa kau tidak pernah menemukan tempat seperti ini ? di Korea sangat banyak pemandangan indah seperti ini."
Yeosin : "Semua tempat-tempat indah itu hanya bisa ku lihat melalui gambar-gambar di Internet. Sedangkan, untuk datang langsung aku tidak pernah."
Jungkook : "Orang tuamu tidak pernah mengajakmu berjalan-jalan mengelilingi kota seoul ? bagaimana bisa ? kau kan sudah lama tinggal di korea."
Yeosin : "Ya memang, tapi ketika aku ingin mengunjungi tempat-tempat dengan pemandangan yang indah selalu saja ada kendala."
Jungkook : "Apa maksudmu ?"
Yeosin : "Sewaktu aku berumur 10 tahun aku diajak oleh orang tuaku mengunjungi tempat-tempat yang indah di Seoul. Saat itu aku sedang liburan sekolah. Aku dan orang tuaku berencana piknik saat itu. Tapi, kejadian yang tidak di inginkan terjadi. Ada suatu kecelakaan kecil yang membuat kaki sempat patah dan akhirnya rencana itu di undur. Setelah aku berumur 11 tahun saat itu juga sedang liburan sekolah, aku dan keluarga berencana untuk piknik dan berjalan-jalan karna pada saat umurku 10 tahun aku tidak bisa menjalankan rencana itu...."
Jungkook : "Lalu ?"
Yeosin : "Lalu ketika aku sampai di tempat piknik tiba-tiba ibuku mendapat kabar bahwa ayahnya koma di rumah sakit. Mau tidak mau kami membatalkan rencana itu lagi dan menundanya hingga tahun depan. Dan yang terakhir saat aku berumur 12 tahun, Aku dan orang tuaku pergi piknik dan berjalan-jalan mengelilingi kota seoul. Pada awalnya semua ini berjalan lancar. Hingga saat kami ingin sampai ke tempat tujuan ada sesuatu yang terjadi. Mobil yang aku dan orang tuaku pakai mengalami kecelakaan, kakiku yang berlumuran darah karna terjepit, ayahku yang sempat koma beberapa hari, dan ibuku yang meninggal dunia saat di perjalanan menuju ke rumah sakit. Sejak saat itu aku berfikir, sepertinya memang aku tidak direstui untuk pergi ke tempat-tempat seperti ini."
Jungkook : "Tapi nyatanya kau berada di tempat seperti ini kan ?"
Yeosin : "Nde, mungkin ini akan menjadi awal yang baik."
Jungkook : "Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau dari bertahun-tahun yang lalu."
Yeosin : "Gomawo....oppa."
Jungkook : (Jungkook terkejut dengan panggilan yang diucapkan Yeosin untuknya)
Yeosin : "Kurasa sekarang sudah waktunya kita kembali. Lee Hyuk Chan pasti mencariku."
Jungkook : "Arraseo, Kajja."

Saturday, May 2, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 16}

Pembicaraan di belakang Jungkook
Yeosin : "Eonni-ah aniyeyo."
Lee Hyuk Chan : "Ikuti saja aku." (Terus menarik tangan Yeosin)

    Setelah sampai di rumah Jungkook, kami melihat ibu Jungkook yang sedang menyiapkan makanan untuk makan siang. Jungkook pun memperkenalkan ibunya pada kami dan memperkenalkan kami pada ibunya.
Jungkook : "Eomma, perkenalkan ini teman sekelasku Yeosin dan ini teman Yeosin. Dan Yeosin ini adalah ibuku."
Yeosin : "Anyeonghaseyo halmoni."
Lee Hyuk Chan : "Annyeong Halmoni."
Eomma : "Nde. Apa kalian sudah makan. Aku baru saja memasak makanan untuk makan siang. Makanlah disini sebelum kalian pergi."
Yeosin : "Tidak halmoni. Sebenarnya kita kesini..." (Lee Hyuk Chan mencubit tangan Yeosin)
Lee Hyuk Chan : "Nde, halmoni. Kita akan makan disini." (Yeosin menatap wajah Lee Hyuk Chan dengan bingung)
Eomma : "Arra, duduklah disini. Anggap saja rumah kalian sendiri. Aku akan ke dalam."
Lee Hyuk Chan : "Gamsahabnida halmoni."
Jungkook : "Aku akan mengganti pakaian terlebih dahulu setelah itu baru aku akan kembali."
Lee Hyuk Chan : "Baiklah."
Yeosin : "Eonni mengapa kau..."
Lee Hyuk Chan : "ssttt...diamlah, nikmati saja ini lalu kita pergi." (Sambil Menutup mulut Yeosin)
Yeosin : "Tapi, apa kau lupa apa tujuan kita kesini ?"
Lee Hyuk Chan : "sstt.. Jungkook kembali."

    Jungkook pun datang dan segera duduk di kursi depan Yeosin. Tak lama ibunya juga datang dari dalam rumah dan duduk di depan Lee Hyuk Chan. Mereka pun makan bersama. Dan setelah selesai, Ibu Jungkook mengajak Lee Hyuk Chan ke taman untuk melihat-lihat tanaman disana. Lee Hyuk Chan sangat tertarik dengan tanaman. Aku dan Jungkook pun di tinggalkan berdua saja.
Jungkook : "Apa kau ingin berjalan-jalan ?" (Sambil mengulurkan tangannya)
Yeosin : "Kemana ?"
Jungkook : "Kemanapun yang kau mau di sekitar sini."
Yeosin : "Apa kau sedang merayuku ?"
Jungkook : "Tidak, aku hanya ingin memperlihatkan pemandangan indah di sekitar rumahku."
Yeosin : "Disini ada pemandangan yang indah ? benarkah ?"
Jungkook : "Ikut aku." (Menarik tangan Yeosin)

    Selagi mereka pergi, Ibu Jungkook dan Lee Hyuk Chan kembali ke ruang makan. Mereka mencari Jungkook dan Yeosin yang ternyata tidak ada disana.
Lee Hyuk Chan : "Halmoni, mereka tidak ada disini. Kemana mereka pergi."
Eomma : "Kurasa Jungkook sedang mengajaknya berjalan-jalan di sekitar sini. Tenang saja, nanti juga mereka akan kembali. Aku akan membereskan bekas makan kita terlebih dulu."
Lee Hyuk Chan : "Boleh aku membantu ?"
Eomma : "Tentu."

    Di perjalanan Jungkook dan Yeosin terus berpegangan tangan. Anehnya mereka berdua tidak sadar apa yang mereka lakukan. Ketika mereka sampai di tujuan Yeosin pun terlihat sangat terkejut san tak percaya dengan apa yang ia lihat. Pemandangan yang begitu indah yang membuat matanya bahkan hanya terfokus pada pemandangan itu. Mereka sama-sama tersenyum lebar saat melihat pemandangan, disamping itu Jungkook yang berada disamping Yeosin melihat bagaimana ekspresi Yeosin saat melihat pemandangan yang begitu indah di hadapannya. Kali ini Jungkook bukan terpanah akan pemandangan tapi melainkankarna senyuman yang tergambar di wajah Yeosin saat itu.
    Tak lama Yeosin pun mengarahkan pandangannya ke wajah Jungkook, dan Jungkook langsung memalingkan wajahnya. Yeosin yang sedikit merasa bingung melihat kearah tangannya yang ternyata sedari tadi Jungkook memegangi tangannya tanpa sadar, lalu Yeosin pun dengan cepat melepaskan tangannya dari genggaman tangan Jungkook.
Jungkook : "Oh, maafkan aku."
Yeosin : "Nde, Gwenchana."

Friday, May 1, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 15}

    Yeosin pun segera ke tempat duduknya. Disana terdapat Lee Hyuk Chan yang sedang asik makan.
Yeosin : "Eonni, aku mendapatkan alamat rumah Jungkook. Bisa kitan kesana sekarang ?"
Lee Hyuk Chan : "Habiskan saja dulu makananmu, baru kita pergi."
Yeosin : "Hmm, arraseo."
    Setelah mereka selesai makan, mereka pun langsung menuju ke alamat yang dituju yaitu rumah Jungkook. Setelah sampai tidak jauh dari rumah Jungkook, Yeosin pun yang belum tau dimana tepatnya rumah Jungkook bertanya pada orang sekitar.
Yeosin : "Permisi, ahjussi boleh aku bertanya ?"
Ahjussi : "Nde, ada apa ?"
Yeosin : "Apa kau tau dimana alamat ini berada ?"
Ahjussi : "Alamat ini ada di ujung sana (Menunjuk arah depan) kalian hanya tinggal berjalan melewati 4 rumah, rumah ke-5 itulah tempatnya."
Yeosin : "Arraseo, Gamsahabnida ahjussi."
    Akhirnya Yeosin dan Lee Hyuk Chan pun mulai berjalan mengikuti petunjuk orang tua tadi. Sampai akhirnya sampai di rumah keempat Yeosin berjalan dengan berhati-hati.
Lee Hyuk Chan : "Mwoya, mengapa kau berjalan seperti itu ? Cepatlah kita harus cepat."
Yeosin : "Samsiman-yo Eonni. Aku takut tiba-tiba ia keluar dari rumahnya."
Lee Hyuk Chan : "Itu bagus, kita jadi bisa langsung bertemu dan bertanya apa yang ingin kau tau."
Yeosin : "Eonni (Menarik tangan Jiyul yang berada di depannya)"
Lee Hyuk Chan : "Hei Wae ?"
Yeosin : "Sssstttt...kemarilah. Jangan berisik ku mohon. Aku tidak ingin Jungkook tau kalau kita kesini."
    Sementara Yeosin berusaha bersembunyi, tak disangka ternyata Jungkook datang dari arah belakang. Jungkook terlihat bingung melihat Yeosin dan temannya bersembunyi seperti itu. Jungkook pun menghampiri mereka dan melihat apa yang Yeosin dan temannya lakukan disana.
Jungkook : "Apa yang kau lakukan disini ?"
Yeosin : "Oh kau." (Dengan wajah terkejut)
Jungkook : "Kau, bukankah kau seseorang yang ada di restaurant tempat Yeosin bekerja ?"
Lee Hyuk Chan : "Nde, Lee Hyuk Chan ibnida." (Bow)
Yeosin : "Mengapa kau bisa berada disini ?"
Jungkook : "Disini rumahku wajar saja jika aku ada disini. Bagaimana denganmu ? mengapa kau disini ? dan apa yang kau lakukan tadi ?"
Yeosin : "ah aku....a..aku..."
Lee Hyuk Chan : "Kita ingin bertemu dengan..." (Yeosin menutup mulut Lee Hyuk Chan dengan tangannya)
Yeosin : "Kita sedang mencari rumah sahabat lamaku dan Lee Hyuk Chan disini."
Jungkook : "Lalu mengapa kalian bersembunyi ?"
Yeosin : "Tidak, tidak ada apa-apa. Lebih baik sekarang kami pergi." (Menarik tangan Lee Hyuk Chan)
Jungkook : "Hei tunggu sebentar."
Yeosin : "Nde."
Jungkook : "Maukah kalian mampir sebentar ke rumahku ?"
Yeosin : "ah kurasa.."
Lee Hyuk Chan : "Kita mau, mari." (Memotong pembicaraan Yeosin)
Jungkook : "Arraseo, Kajja." (Mulai berjalan di depan Yeosin dan Lee Hyuk Chan)

Thursday, April 30, 2015

My Story about BTS [Bangtan Sonyeondan] 방탄소년단 {PART 14}

    Keesokkan harinya, Aku bertemu dengan Lee Hyuk Chan di taman dekat rumahku. Aku melihat Lee Hyuk Chan yang sedang menungguku di bangku taman.
Yeosin : "Eonni." (Melambaikan tangan, dan menghampiri Lee Hyuk Chan)
Lee Hyuk Chan : "Lama sekali kau datang." (Beranjak dari tempat duduknya)
Yeosin : "Hehe, Mian eonni. Aku harus menunggu ayahku dulu untuk meminta izin."
Lee Hyuk Chan : "Memangnya ayahmu kemana ?"
Yeosin : "Ayah berolahraga tadi pagi, dan baru pulang beberapa menit yang lalu. Jadi, aku menunggunya untuk meminta izin keluar."
Lee Hyuk Chan : "Baiklah. Sekarang kita akan mulai dari mana ?"
Yeosin : "Entahlah eonni. Dari semalam aku berfikir apa yang akan aku lakukan hari ini untuk mencari tahu tentang Jungkook. Aku tidak tahu kemana biasanya ia setiap hari libur, bahkan aku tidak mengetahui rumahnya."
Lee Hyuk Chan : "Kau ini bagaimana. Lalu bagaimana sekarang ? tidak ada yang bisa kita lakukan."
Yeosin : "Tunggu sebentar, aku akan menelfon Jiyul dan meminta nomor Jungkook."

Percakapan di telfon
Jiyul : "Yoboseyo."
Yeosin : "Yoboseyo."
Jiyul : "Yeosin-ah, waeyo ?"
Yeosin : "Aku membutuhkan nomor ponsel Jungkook, Apa kau mempunyai nomor ponsel Jungkook ?"
Jiyul : "Kurasa aku punya, tunggu sebentar aku akan mengeceknya terlebih dulu."
Yeosin : "Nde."
Jiyul : "Yeosin-ah, ternyata nomor itu tidak ada. Aku lupa nomornya ada di kartuku yang lama saat aku di Amerika."
Yeosin : "Arraseo eonni, Gwenchaneunde. Kalau begitu maaf sudah mengganggumu. Aku tutup telfonnya nde."
Jiyul : "Nde."

Setelah menutup telfon
Yeosin : "Dia tidak mempunyai nomor ponselnya."
Lee Hyuk Chan : "Bagaimana dengan teman-temannya yang lain ?"
Yeosin : "Aku juga tidak mempunyai nomor ponsel mereka."
Lee Hyuk Chan : "Hei, kau ini bagaimana. Mereka teman-temanmu juga tapi kau tidak punya satupun nomor ponsel mereka."
Yeosin : "Untuk apa aku punya nomor ponsel mereka, lagi pula walau dia temanku tapi kami tidak begitu dekat."
Lee Hyuk Chan : "Hei, setidaknya dalam keadaan seperti ini jika saja kau punya nomor ponsel mereka, kau bisa menanyakan tentang Jungkook pada mereka."
Yeosin : "Eonni-ah, mengapa kau jadi marah padaku ?"
Lee Hyuk Chan : "Tidak, aku tidak marah padamu. Lebih baik kita pergi ke suatu tempat untuk sarapan terlebih dulu. Aku lapar karna datang kesini terlalu pagi untuk bertemu dan menunggumu."
Yeosin : "Arraseo, kajja."

    Merekapun pergi ke suatu restoran untuk sarapan disana. Saat mereka sampai Yeosin langsung mencari tempat duduk dan Lee Hyuk Chan memesan makanan. Saat sedang menunggu Yeosin melihat-lihat restoran tersebut dari tempat duduknya. Saat sedang melihat-lihat Yeosin tiba-tiba melihat Jimin yang juga sedang sarapan di restauran tersebut. Jimin berada tepat di sisi kanan Yeosin dan hanya terhalang oleh satu meja yang juga sudah terisi oleh pelanggan.
    Yeosin pun berfikir mungkin saja dia bisa tau dimana Jungkook sekarang berada. Saat Lee Hyuk Chan membawa makanan dan ingin menuju tempat duduk mereka, Lee Hyuk Chan melihat Yeosin beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri seseorang. Sesampainya di tempat duduk Lee Hyuk Chan hanya menata makanan lalu memperhatikan Yeosin yang sedang berbicara pada seseorang.
Yeosin : "Jimin oppa annyeonghaseyo."
Jimin : "Oh Yeosin-ah. Nde annyeonghaseyo. Kau sedang makan disini juga ? dengan siapa ?"
Yeosin : "Nde, aku bersama dengan teman kerja disana." (Sambil menunjuk tempat duduk aku dan Lee Hyuk Chan)
Jimin : "Oh begitu. Mengapa kau justru menghampiriku ? Kasian temanmu sendiri disana."
Yeosin : "Oppa, aku ingin menanyakan sesuatu padamu."
Jimin : "Nde ?"
Yeosin : "Apa kau tau dimana Jungkook sekarang ?"
Jimin : "Jungkook ? tidak, aku tidak tau. Memangnya ada apa kau menanyakannya ?"
Yeosin : "Apa kau tidak merasa kalau sikap Jungkook beberapa hari ini sedikit berbeda ?"
Jimin : "Benarkah ? aku merasa dia sama saja."
Yeosin : "Aniyo oppa, dia sedikit berubah beberapa hari ini. Apa dia pernah bercerita sesuatu padamu ?"
Jimin : "Jungkook orang yang sangat tertutup, dia jarang bercerita padaku atau yang lainnya."
Yeosin : "Kalau begitu apa kau tau dimana rumah Jungkook ?"
Jimin : "Nde, aku tau."
Yeosin : "Tuliskan alamatnya disini kumohon." (Mengeluarkan kertas dan pulpen dari tasnya."
Jimin : (Menulis) "Nde, ini dia. Tapi mengapa kau meminta alamatnya ? untuk apa ? apa ada sesuatu diantara kalian berdua ?"
Yeosin : "Aniyo oppa, Tidak ada apa-apa diantara kami. Terimakasih alamatnya, aku akan kembali pada temanku. Gamsahabnida, annyeong."